https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   SKK Migas Siapkan Strategi, Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027 •   APBD Perubahan Riau 2026 Bisa Digunakan, Tunda Bayar Jadi Prioritas •   745 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru, DPRD Ingatkan Warga Waspada •   Gebyar Pemuda Kuansing 2026 Dibuka, Muklisin Ajak Generasi Muda Berkontribusi
Home › Nasional › Pemerintah Ingatkan Konsumen Waspadai Klaim Beras Fortifikasi
Nasional
Pulau Jawa & Madura

Pemerintah Ingatkan Konsumen Waspadai Klaim Beras Fortifikasi

Kamis, 03 September 2026 | 19:21 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Pemerintah Ingatkan Konsumen Waspadai Klaim Beras Fortifikasi

Keterangan Foto: Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ket : Ist/TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan dugaan ketidaksesuaian antara klaim fortifikasi pada kemasan beras dengan kandungan produk sebenarnya. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel menunjukkan kandungan vitamin yang tercantum dalam klaim tidak ditemukan pada produk.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan di sejumlah laboratorium untuk memastikan kesesuaian kandungan produk dengan informasi pada label.

    Baca juga:
  • Rp1,24 Triliun Bantuan Karhutla Disalurkan, Mendagri Ingatkan Penggunaan Anggaran

  • Karhutla Sumatera Tinggal 23 Hektare, Kalimantan Masih 1.566 Hektare

  • BRIN Kembangkan Teknologi Prediksi Karhutla hingga Enam Bulan ke Depan

“Fortifikasinya tidak ada. Kami periksa pakai lab, beberapa lab, ada empat lab. Sekitar 90 persen tidak ada,” ujar Amran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Fortifikasi merupakan proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam pangan guna meningkatkan nilai gizi. Pada beras fortifikasi, beras analog yang mengandung vitamin dan zat gizi mikro dicampurkan dengan beras biasa dalam takaran tertentu.

Karena itu, klaim fortifikasi yang tercantum pada kemasan harus sesuai dengan kondisi dan kandungan produk sebenarnya. Ketidaksesuaian informasi tersebut dinilai dapat merugikan konsumen yang membeli produk berdasarkan klaim pada label.

Temuan Bapanas juga menunjukkan adanya perbedaan harga yang cukup mencolok. Dalam pemantauan, terdapat beras dengan klaim fortifikasi yang dijual hingga Rp56.000 per kilogram. Sementara produk lainnya ditemukan dengan harga Rp20.000, Rp17.000, hingga Rp19.000 per kilogram.

Amran menyebut harga rata-rata beras yang dipantau mencapai sekitar Rp22.600 per kilogram. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, produk tersebut diduga tidak memiliki kandungan fortifikasi sebagaimana klaim yang tercantum.

“Ini rata-rata harga itu Rp22.600 per kilogram. Padahal ini semua kosong. Hanya label, hanya merek,” ujar Amran.

Persoalan tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Nevi Zuairina. Ia meminta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang terbukti mencantumkan klaim tidak sesuai dengan kondisi produk.

“Siapa pun pelaku usaha yang terbukti dengan sengaja mencantumkan klaim yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya harus diberikan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Nevi.

Bapanas kini masih melengkapi data dan hasil pemeriksaan terhadap produk-produk yang diduga bermasalah. Pendalaman dilakukan bersama Satuan Tugas Pangan dan akan diteruskan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Selain penegakan hukum, langkah administratif juga disiapkan terhadap produk yang terbukti tidak sesuai. Amran mengatakan pihaknya telah menyurati pihak terkait dan menyiapkan pencabutan izin serta penghentian sementara penerbitan izin baru.

“Ini izinnya dicabut, kemudian tidak dikeluarkan lagi izin dulu. Insyaallah kami masih proses terus supaya datanya betul-betul lengkap,” katanya.

Bapanas menegaskan pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi akan diperkuat untuk memastikan produk memenuhi standar keamanan dan mutu serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau lebih cermat membaca informasi pada kemasan saat membeli beras fortifikasi. Kesesuaian antara klaim, kandungan, dan mutu produk menjadi penting agar konsumen memperoleh pangan sesuai dengan harga dan manfaat yang dijanjikan. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

BappenasBerasFortifikasi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Bappenas Dorong Pengembangan Green Jobs Berkualitas dan Inklusif

    Rabu, 02 Sep 2026 | 22:45 WIB
  • Ekonomi

    Stok Beras NTT Melimpah, Kebutuhan Pangan Pengungsi Dipastikan Aman

    Minggu, 23 Agu 2026 | 13:45 WIB
  • Daerah

    Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di Pekanbaru dan Siak Pekan Ini

    Selasa, 11 Agu 2026 | 13:57 WIB
  • Nasional

    Mentan Amran Tegaskan Harga Beras di Seluruh Indonesia Harus Sesuai HET

    Senin, 10 Agu 2026 | 08:34 WIB
  • Ekonomi

    Harga Beras di Alor Capai Rp30 Ribu, Mentan Amran Langsung Turun Pastikan Pasokan Aman

    Minggu, 09 Agu 2026 | 22:37 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #6

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #9

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB

HUKRIM

  • Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

    Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:27 WIB
  • Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Selasa, 27 Okt 2026 | 13:02 WIB
  • Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:20 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • SKK Migas Siapkan Strategi, Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027

    SKK Migas Siapkan Strategi, Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027

    Selasa, 27 Okt 2026 | 23:30 WIB
  • Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:03 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com