Home › Politik › Komisi I DPR Soroti Kesiapan Kodaeral I Belawan, BMP Laut Jadi Perhatian
Komisi I DPR Soroti Kesiapan Kodaeral I Belawan, BMP Laut Jadi Perhatian
Keterangan Foto: Logo Komisi I. Sum : Int. TD.YS
BELAWAN, Tabloid Diksi — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti pentingnya penguatan dukungan logistik bagi Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan, Sumatera Utara, khususnya untuk menunjang patroli dan operasi keamanan laut di wilayah kerjanya.
Hal itu disampaikan Dave saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Kodaeral I Belawan, Jumat (4/9/2026).
- Baca juga:
Menurut Dave, kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kondisi dan kebutuhan operasional Kodaeral I, termasuk kesiapan unsur patroli, potensi ancaman keamanan, hingga dukungan logistik yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas.
“Kita mendapatkan banyak informasi yang berharga. Kita juga mendapatkan laporan langsung tentang bagaimana kondisi di lapangan, apa yang perlu segera diperbaiki, apa yang perlu segera dilengkapi, baik dari kecepatan operasional maupun potensi ancaman yang mungkin muncul,” ujar Dave.
Ia menjelaskan, luas dan karakteristik wilayah operasi Kodaeral I belum sepenuhnya ditopang kesiapan unsur operasi dan dukungan logistik yang memadai. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain kesiapan unsur patroli dan operasi keamanan laut, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kapal, serta pemenuhan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas (BMP) laut.
Dave menilai keterbatasan BMP laut dapat memengaruhi optimalisasi pelaksanaan patroli. Karena itu, ia mendorong agar persoalan yang telah berlangsung cukup lama tersebut segera mendapatkan solusi permanen.
“Persoalan ini sudah cukup lama dan kita harapkan bukan hanya Kodaeral I, tapi TNI Angkatan Laut secara keseluruhan bisa bekerja secara maksimal dan juga bekerja bersama dengan instansi pemerintah lainnya, dalam hal ini Pertamina ataupun KAI lainnya, bisa mendapatkan solusi yang permanen,” jelas politikus Fraksi Partai Golkar tersebut.
Selain penguatan dukungan logistik, Dave mendorong percepatan pemeliharaan dan perbaikan kapal, peningkatan kesiapan serta modernisasi unsur operasi, dan rehabilitasi serta modernisasi dermaga dan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan (Fasharkan).
Ia juga menilai pola dukungan logistik perlu diubah. Dukungan yang selama ini bertumpu pada pangkalan utama dinilai perlu dikembangkan menjadi jaringan dukungan yang berjenjang dan bergerak, mulai dari pangkalan induk, pangkalan depan, hingga titik pengisian. Pola tersebut diharapkan dapat memperpanjang daya tahan sekaligus meningkatkan jangkauan operasi unsur.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPR RI juga mendorong optimalisasi patroli melalui konsep sistem keamanan maritim berlapis (layered maritime security) yang mengintegrasikan deteksi, intersepsi, dan penindakan.
Penguatan sistem pengawasan serta keterpaduan kerja antarinstansi (interoperability) juga dinilai penting untuk menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah perairan.
“Selanjutnya, Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI mendorong agar dalam pelaksanaannya, Kodaeral I memperkuat sinergi dengan Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bea dan Cukai, Imigrasi, serta Kepolisian Perairan dan Udara dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan dan keselamatan di wilayah perairan,” ungkap Dave saat membacakan salah satu butir kesimpulan pertemuan.
Dave menegaskan seluruh hasil kunjungan dan pertemuan dengan Komandan Kodaeral I Belawan Laksamana Muda TNI Deny Septiana beserta jajaran akan menjadi bahan pembahasan Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir sejumlah anggota Komisi I DPR RI, di antaranya Ahmad Muzani, Mohamad Sohibul Iman, Mahfudz Abdurrahman, Sabam Rajagukguk, Okta Kumala Dewi, Elita Budiati, Sarifah Ainun Jariyah, Oleh Soleh, Farah Puteri Nahlia, Ahmad Daeng Sere, Taufiq Abdullah, Syamsu Rizal, Trinovi Khairani, Verrell Bramasta, dan Desy Ratnasari. ***






Komentar Via Facebook :