Home › Daerah › 12 Masalah Mencuat di SDN 017 Kualu, Wali Murid Ancam Boikot Sekolah
12 Masalah Mencuat di SDN 017 Kualu, Wali Murid Ancam Boikot Sekolah
Keterangan Foto: 12 Masalah Mencuat di SDN 017 Kualu, Wali Murid Ancam Boikot Sekolah. TD/Azhar
KAMPAR,Tabloid Diksi – Situasi di UPT SD Negeri 017 Kualu menjadi sorotan setelah wali murid, guru dan tokoh masyarakat menyampaikan sedikitnya 12 poin persoalan, Jumat (4/9/2026). Dari informasi yang berhasil dikumpulkan awak media, mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah.
Persoalan pertama menyangkut kehadiran kepala sekolah yang oleh sebagian wali murid dinilai jarang berada di sekolah. Berikutnya, wali murid meminta kejelasan mengenai bantuan PIP yang belum diterima sebagian siswa, termasuk mekanisme pengusulan dan data penerimanya.
- Baca juga:
Persoalan kehadiran Guru Kelas II juga menjadi perhatian. Wali murid meminta adanya evaluasi objektif terhadap pelaksanaan tugas guru tersebut. Mereka juga menyampaikan keberatan terkait dugaan adanya hubungan keluarga dengan kepala sekolah yang dinilai perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi konflik kepentingan.
Keluhan berikutnya berkaitan dengan tindak lanjut rapat pada 11 Agustus 2026 yang dinilai belum memberikan jawaban memadai. Wali murid juga menyoroti ketersediaan buku pelajaran yang disebut belum mencukupi hingga sebagian orang tua harus membeli sendiri.
Transparansi dana BOS menjadi tuntutan lainnya. Peserta meminta informasi mengenai perencanaan, penggunaan dan pelaporan dana tersebut dapat dibuka sesuai aturan.
Dari kalangan guru, muncul keluhan mengenai pola komunikasi dan penyampaian teguran kepala sekolah. Dua guru honorer juga disebut belum menerima honor selama sekitar enam bulan, meski honor yang diterima disebut hanya Rp100 ribu per bulan.
Kondisi ATK dan perlengkapan pembelajaran juga disebut memprihatinkan. Sebagian guru dikabarkan harus mengeluarkan uang pribadi untuk menunjang kebutuhan pembelajaran.
Peserta kemudian meminta klarifikasi mengenai adanya permintaan biaya kepada guru dalam proses pengurusan data ke dinas. Masalah administrasi operator sekolah juga dipertanyakan karena disebut terdapat ketidaksesuaian antara nama operator dalam database pendidikan dengan pihak yang menjalankan tugas tersebut.
Puncak musyawarah terjadi ketika wali murid dan tokoh masyarakat meminta evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan UPT SD Negeri 017 Kualu.
Mereka meminta pihak berwenang segera menindaklanjuti aspirasi tersebut. Jika tidak ada kepastian dalam waktu yang dianggap wajar, wali murid menyatakan akan mengambil sikap tegas dengan tidak mengirim anak mereka ke sekolah.
Forum juga menyampaikan aspirasi agar hasil evaluasi dapat menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk mempertimbangkan pemindahan Kepala Sekolah UPT SD Negeri 017 Kualu sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh poin tersebut merupakan aspirasi dan keluhan yang disampaikan peserta musyawarah. Kebenaran setiap persoalan masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi oleh pihak sekolah serta instansi pendidikan yang berwenang.






Komentar Via Facebook :