https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Mercy Barends : RUU Perampasan Aset Harus Lindungi Hak Warga Negara •   Tata Kelola Aset Negara, Kemensos Sabet Juara Pertama Anugerah Reksa Bandha •   Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan •   Bakom RI Respons Dugaan Penyadapan Prabowo, Masyarakat Diajak Jaga Persatuan Bangsa
Home › Nasional › BPS Tegaskan DTSEN Bukan Daftar Penerima Bansos
Nasional
Pulau Jawa & Madura

BPS Tegaskan DTSEN Bukan Daftar Penerima Bansos

Rabu, 09 September 2026 | 17:52 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
BPS Tegaskan DTSEN Bukan Daftar Penerima Bansos

Keterangan Foto: Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. Foto : BPS.TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membangun basis data terintegrasi untuk mendukung perencanaan serta pengambilan kebijakan berbasis data.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, DTSEN merupakan registrasi sosial yang menghimpun data penduduk Indonesia berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) ke dalam satu basis data sosial dan ekonomi.

    Baca juga:
  • Bakom RI Respons Dugaan Penyadapan Prabowo, Masyarakat Diajak Jaga Persatuan Bangsa

  • Kemenkeu Beri Penghargaan, ESDM Raih Peringkat Kedua Kategori Pemohon Lelang

  • Tata Kelola Aset Negara, Kemensos Sabet Juara Pertama Anugerah Reksa Bandha

Amalia menegaskan, DTSEN bukan merupakan daftar penerima bantuan sosial atau beneficiary registry. Karena itu, seseorang yang tercatat dalam DTSEN tidak otomatis menjadi penerima bansos maupun program pemerintah tertentu.

“Daftar bantuan atau beneficiary registry ditentukan oleh masing-masing menteri terkait sesuai dengan kebijakannya masing-masing,” ujar Amalia dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Ia mencontohkan Program Sekolah Rakyat. Masyarakat yang masuk dalam desil 1 dan 2 dapat menjadi bagian dari kelompok sasaran berdasarkan data DTSEN. Namun, status tersebut tidak otomatis membuat seluruh masyarakat dalam desil tersebut menerima program. Kementerian terkait tetap menetapkan kriteria tambahan untuk menentukan penerima manfaat.

Menurut Amalia, DTSEN bersifat dinamis karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, pemutakhiran data perlu dilakukan secara berkelanjutan agar informasi yang tercatat semakin sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Masyarakat juga diberikan ruang untuk melakukan koreksi terhadap data yang dinilai tidak sesuai.

“Setiap warga, setiap masyarakat punya hak suara dan kami berikan jalur untuk melakukan koreksi secara mudah, jelas, dan transparan. DTSEN bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik kita semua, milik Indonesia yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Amalia mengajak masyarakat aktif memastikan data mengenai kondisi sosial dan ekonomi keluarganya sesuai dengan keadaan terkini. Data yang akurat akan membantu pemerintah mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengarahkan program agar lebih tepat sasaran.

4,3 Juta KPM Baru Terjangkau Bantuan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemanfaatan DTSEN telah memberikan dampak terhadap perluasan jangkauan program perlindungan sosial.

Menurutnya, integrasi data membantu pemerintah menemukan masyarakat yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan.

“Setelah DTSEN dibentuk dan digunakan, sebanyak 4.330.417 KPM yang sebelumnya tidak pernah menerima bantuan kini menjadi penerima bantuan,” ujar Saifullah.

Ia menyebut bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non-tunai, hingga penerima bantuan iuran.

Saifullah menjelaskan, masyarakat tersebut dapat dijangkau setelah keberadaannya teridentifikasi melalui DTSEN. Hal ini menunjukkan pentingnya basis data terpadu untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak luput dari perhatian pemerintah.

Meski demikian, ia mengakui proses penyempurnaan DTSEN masih terus berlangsung. Sejumlah data masih memerlukan perbaikan melalui proses verifikasi dan validasi.

Saifullah menegaskan, adanya kesalahan dalam data tidak serta-merta menjadi dasar penghentian bantuan sosial. Begitu pula perubahan posisi desil seseorang tidak otomatis menentukan apakah yang bersangkutan berhak menerima bansos.

“Masih perlu dipastikan, dikoreksi, didalami, ditelusuri, dan seterusnya nanti akan dilakukan verifikasi dan validasi,” tegasnya.

Masyarakat dapat melakukan pembaruan maupun koreksi data melalui mekanisme usul dan sanggah pada sejumlah kanal resmi, seperti Cek Bansos Kementerian Sosial, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta layanan Cek DTSEN BPS.

Dengan pemutakhiran yang dilakukan secara berkelanjutan, DTSEN diharapkan mampu memperkuat kemampuan pemerintah dalam merancang, menetapkan sasaran, dan mengevaluasi berbagai program sosial dan ekonomi sehingga manfaat kebijakan dapat diterima secara lebih tepat oleh masyarakat yang membutuhkan. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

BPSDTSENBansos
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Inflasi Agustus 2026 Naik 0,21 Persen, 27 Provinsi Mengalami Inflasi

    Selasa, 01 Sep 2026 | 22:26 WIB
  • Ekonomi

    Sensus Ekonomi 2026 di Riau Hadapi Kendala, Petugas Masih Ditolak

    Jumat, 14 Agu 2026 | 16:50 WIB
  • Ekonomi

    Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Soroti Peran Pemprov

    Jumat, 14 Agu 2026 | 05:55 WIB
  • Ekonomi

    Harga Pangan Kian Jadi Sorotan, Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

    Rabu, 12 Agu 2026 | 11:51 WIB
  • Nasional

    Pemerintah Pastikan 18 Juta KPM Terima Bansos PKH dan BPNT

    Jumat, 07 Agu 2026 | 22:24 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Kamis, 05 Nov 2026 | 12:20 WIB
  • Polisi Bakar Tiga Rakit Emas Ilegal di Kampar Kiri, Pelaku Diminta Jangan Coba-coba Merusak Alam!  ?

    Polisi Bakar Tiga Rakit Emas Ilegal di Kampar Kiri, Pelaku Diminta Jangan Coba-coba Merusak Alam! ?

    Kamis, 05 Nov 2026 | 08:29 WIB
  • Lapor, Grebek, Tangkap! Polsek XIII Koto Kampar Gulung Jaringan Sabu Berkat Aduan Warga

    Lapor, Grebek, Tangkap! Polsek XIII Koto Kampar Gulung Jaringan Sabu Berkat Aduan Warga

    Rabu, 04 Nov 2026 | 14:30 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan

    Pemerintah Targetkan Program Satu Orang Satu Rekening Terwujud dalam Dua Bulan

    Kamis, 05 Nov 2026 | 22:27 WIB
  • DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

    DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

    Kamis, 05 Nov 2026 | 21:11 WIB
  • Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

    Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

    Kamis, 05 Nov 2026 | 19:35 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com