https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik •   HUT Lantas ke-71, Donor Darah Ditlantas Polda Riau Tembus 350 Kantong •   Polsek Batu Hampar Patroli di Pasar Senin, C3 hingga Premanisme Jadi Sasaran Patroli •   Kapolda Riau: Polisi Tak Boleh Lagi Sekadar Bereaksi, Data Harus Jadi Senjata Baca Ancaman
Home › Daerah › Kapolda Riau: Polisi Tak Boleh Lagi Sekadar Bereaksi, Data Harus Jadi Senjata Baca Ancaman
Daerah
Pekanbaru

Kapolda Riau: Polisi Tak Boleh Lagi Sekadar Bereaksi, Data Harus Jadi Senjata Baca Ancaman

Selasa, 15 September 2026 | 07:58 WIB,  
Penulis : Azhar
Kapolda Riau: Polisi Tak Boleh Lagi Sekadar Bereaksi, Data Harus Jadi Senjata Baca Ancaman

Keterangan Foto: Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. TD/Azhar

PEKANBARU, Tabloid Diksi — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mendorong perubahan paradigma pemolisian di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masyarakat digital. Polisi, kata dia, tidak boleh lagi hanya bergerak setelah kejahatan atau bencana terjadi, tetapi harus mampu membaca risiko dan melakukan pencegahan sejak dini.

Hal itu disampaikan Herry saat memberikan kuliah umum di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Senin (14/9/2026). Di hadapan sekitar 500 mahasiswa, Kapolda Riau membawakan materi bertajuk “Policing, Data & Ecological Security”.

    Baca juga:
  • Cegah Karhutla, Kapolsek Batu Hampar Perintahkan Intensif Patroli dan Gandeng MPA

  • Posyandu Rumbio Jaya Naik Kelas, Kader Dibekali Ilmu untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini

  • Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

Herry menegaskan, pemanfaatan data dan teknologi harus menjadi fondasi dalam menentukan langkah operasional kepolisian, termasuk untuk mengantisipasi berbagai ancaman yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Data harus menjadi dasar pengambilan keputusan operasional dan pencegahan. Teknologi harus membawa policing dari response menuju anticipation, dari sekadar merespons kejadian menjadi mampu membaca risiko,” kata Herry.

Menurut Herry, transformasi tersebut menuntut polisi tidak hanya berorientasi pada penemuan pelanggaran dan penegakan hukum. Lebih jauh, kepolisian harus memiliki kemampuan mengidentifikasi pola serta potensi ancaman sebelum berkembang menjadi persoalan besar.

Ia menyebut perubahan itu sebagai pergeseran dari crime data menuju risk intelligence. Artinya, data tidak sekadar digunakan untuk mencatat kejahatan yang sudah terjadi, tetapi diolah menjadi informasi untuk memetakan risiko dan menentukan intervensi yang tepat.

Salah satu penerapannya, kata Herry, dapat dilihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Dibutuhkan perpaduan data klimatologi dan hidrologi, teknologi, patroli, intervensi sosial, kebijakan lingkungan hingga penegakan hukum untuk mencegah risiko sejak awal.

Namun, Herry mengingatkan bahwa teknologi dan data bukanlah satu-satunya solusi.

Menurutnya, kompleksitas persoalan keamanan publik membuat kepolisian tidak mungkin bekerja sendirian. Pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dunia usaha dan masyarakat harus terlibat dalam membangun sistem keamanan yang lebih kuat.

“Police tidak sama dengan policing. Keamanan publik bukan hanya tugas polisi, tetapi proses yang melibatkan banyak aktor,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Herry menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai knowledge institution. Kampus dapat membantu mengubah persoalan yang ditemukan di lapangan menjadi kebijakan berbasis riset, data dan evaluasi ilmiah.

Ia berharap kolaborasi Polda Riau dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru dapat diperkuat melalui penelitian, pengukuran serta evaluasi dampak berbagai program kepolisian.

Herry menegaskan, wajah pemolisian masa depan harus mampu menggabungkan teknologi, data, hukum dan kolaborasi agar langkah kepolisian tidak lagi bersifat reaktif, melainkan semakin presisi dalam membaca ancaman.

“Policing masa depan harus mampu mengintegrasikan data, teknologi, hukum, kolaborasi dan ekologi untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Editor : Redaktur

TOPIK TERKAIT

# Polda Riau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Polda Riau Jerat 55 Tersangka Karhutla, 3.378 Hektare Terbakar

    Minggu, 13 Sep 2026 | 18:30 WIB
  • Peristiwa

    X Fire Diuji di Gambut Pelalawan, Polisi Buru Bara Api yang Mengendap di Bawah Tanah

    Jumat, 11 Sep 2026 | 09:36 WIB
  • Hukum

    Kapolda Riau Buka-bukaan di Malaysia: 17.525 Hektare Karhutla Terbakar, 49 Tersangka Dijerat

    Rabu, 09 Sep 2026 | 12:53 WIB
  • Hukum

    2.958 Hektare Terbakar, Polda Riau Jerat 49 Tersangka Karhutla

    Senin, 07 Sep 2026 | 15:04 WIB
  • Daerah

    Siak Disorot, 4 Wilayah Riau Dikepung Hotspot; Kapolda: Jangan Tunggu Api Membesar

    Sabtu, 05 Sep 2026 | 21:06 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Polsek Payung Sekaki Bongkar Dugaan Sindikat Curanmor antar Wilayah

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:22 WIB
  • #3

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 - 22:40 WIB
  • #4

    Pengedar Sabu di Rengat Ditangkap, 29 Paket Seberat 11,31 Gram Disita Polisi

    Senin, 31 Agu 2026 - 15:15 WIB
  • #5

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #6

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 - 16:37 WIB
  • #7

    Cegah Karhutla Berulang, Pemprov Riau Akan Libatkan Seluruh Desa dalam Rakor

    Senin, 31 Agu 2026 - 19:24 WIB
  • #8

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #9

    Polsek Kampar Salurkan Bibit Jagung, Targetkan 1 Hektare Lahan Jadi Produktif

    Kamis, 03 Sep 2026 - 17:19 WIB

HUKRIM

  • Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik

    Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik

    Selasa, 15 Sep 2026 | 09:12 WIB
  • 8 Paket Sabu Disita, Polsek Mandau Bekuk 2 Pria di Air Jamban

    8 Paket Sabu Disita, Polsek Mandau Bekuk 2 Pria di Air Jamban

    Selasa, 15 Sep 2026 | 07:48 WIB
  • Polda Riau Jerat 55 Tersangka Karhutla, 3.378 Hektare Terbakar

    Polda Riau Jerat 55 Tersangka Karhutla, 3.378 Hektare Terbakar

    Minggu, 13 Sep 2026 | 18:30 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com