https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Hadapi Musim Hujan 2026/2027, BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan •   BNPB Catat Empat Kejadian Bencana di Tiga Provinsi, Puluhan Warga Terdampak •   Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global •   Suahasil Nazara Dorong Perpustakaan Kemenkeu Jadi Pusat Pengetahuan Modern
Home › Hukum › Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi
Hukum
Siak

Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi

Selasa, 15 September 2026 | 21:14 WIB,  
Penulis : Azhar
Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi

Keterangan Foto: Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar. Dok. Humas.TD / Azhar

SIAK, Tabloid Diksi— Tawaran pembuatan SIM tanpa proses resmi melalui WhatsApp dan Facebook ternyata menjadi pintu masuk sindikat pemalsuan dokumen di Riau. Satreskrim Polres Siak membongkar jaringan tersebut dan mengamankan 8 tersangka yang diduga memiliki peran berbeda, dari pemasok blangko hingga kurir.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan pengungkapan dilakukan secara bertahap sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Dari hasil penyidikan, jaringan ini diduga telah mengedarkan sedikitnya 33 SIM palsu di Kabupaten Siak dan sekitar 500 lembar di berbagai daerah di Riau.

    Baca juga:
  • Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

  • Bawa Sabu 103 Gram dalam Kotak Teh Celup, Pria Asal Kuok Diciduk Polisi

  • Resahkan Warga Kampar! Ajang Balap Liar Digerebek Polisi, Pelanggar Mabuk Ikut Diciduk ?

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan media sosial untuk menjaring calon konsumen. Mereka menawarkan berbagai jenis SIM dengan harga ratusan ribu hingga lebih dari Rp1 juta.

SIM A ditawarkan sekitar Rp750 ribu, SIM C Rp550 ribu, SIM B1 Rp1,2 juta, SIM B1 Umum Rp1,5 juta dan SIM BII Umum Rp1,7 juta.

Calon pemesan kemudian diminta mengirimkan foto dan KTP. Data tersebut diedit menggunakan telepon seluler, termasuk foto, identitas dan format SIM. Para pelaku bahkan membuat barcode yang ketika dipindai didesain seolah-olah menampilkan data pemilik SIM serta logo Korlantas Polri.

Setelah selesai diedit, format tersebut dicetak menggunakan printer warna. Hasil cetakan kemudian ditempelkan pada blanko SIM bekas yang telah dibersihkan dari data pemilik sebelumnya.

Jaringan tersebut terbongkar setelah polisi menerima laporan masyarakat pada Jumat (28/8/2026) terkait dugaan maraknya peredaran SIM palsu di Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun.

Tim Opsnal Satreskrim Polres Siak yang dipimpin IPDA Shahum Yovino Harzi kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menangkap SWL di Dusun Wonosalam saat diduga hendak menyerahkan lima SIM C palsu dengan nilai transaksi Rp650 ribu.

Dari penangkapan itu, penyidik mengembangkan kasus hingga ke Pekanbaru. R diamankan di kawasan Jalan Pramuka, Rumbai Timur, bersama tiga SIM palsu.

Polisi selanjutnya menggunakan teknik delivery control. AY yang diduga bertugas sebagai kurir diamankan ketika membawa dua SIM palsu pesanan. Pengembangan berikutnya membawa petugas kepada H alias U.

Pengungkapan semakin terang setelah polisi mendatangi Toko Fotokopi Adib Grafika di Jalan Kayangan, Meranti Pandak. Di lokasi tersebut, HS serta MAP dan TR diamankan saat diduga akan melakukan pencetakan format SIM.

Satu per satu mata rantai jaringan kemudian terungkap. A alias DG diduga berperan sebagai pemasok utama blangko SIM. H alias U diduga menjadi perantara jual beli blangko. HS dan MAP diduga bertugas mengedit sekaligus mencetak dan memasarkan SIM palsu.

Sementara SWL dan RNF diduga aktif memasarkan jasa melalui WhatsApp. AY dan TR diduga berperan sebagai pengantar kepada pemesan. Adapun R alias K yang diduga sebagai pengedit dan pembuat SIM palsu masih diburu polisi.

A alias DG sendiri akhirnya diringkus pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB setelah bersembunyi di sebuah rumah warga di sekitar TPU SKM Masjid Nurul Ilmi, Sri Meranti, Pekanbaru.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 48 lembar blangko SIM, puluhan SIM diduga palsu, komputer, printer, delapan ponsel, mobil Toyota Innova, empat sepeda motor serta uang tunai hasil transaksi.

Kapolres menegaskan pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa praktik pembuatan dokumen palsu dilakukan secara terorganisir dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial.

Para tersangka kini dijerat Pasal 391 Ayat 1 juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Polisi masih memburu R alias K yang telah ditetapkan sebagai DPO. Masyarakat juga diminta tidak tergiur jasa pembuatan SIM instan karena dokumen yang diperoleh di luar prosedur resmi berpotensi menjadi persoalan hukum.

 

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

# Polres Siak
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #4

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #5

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #6

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #7

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #8

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB
  • #9

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB

HUKRIM

  • Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Minggu, 01 Nov 2026 | 18:04 WIB
  • Bawa Sabu 103 Gram dalam Kotak Teh Celup, Pria Asal Kuok Diciduk Polisi

    Bawa Sabu 103 Gram dalam Kotak Teh Celup, Pria Asal Kuok Diciduk Polisi

    Minggu, 01 Nov 2026 | 09:26 WIB
  • Resahkan Warga Kampar! Ajang Balap Liar Digerebek Polisi, Pelanggar Mabuk Ikut Diciduk  ?

    Resahkan Warga Kampar! Ajang Balap Liar Digerebek Polisi, Pelanggar Mabuk Ikut Diciduk ?

    Minggu, 01 Nov 2026 | 08:22 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Minggu, 01 Nov 2026 | 19:55 WIB
  • Suahasil Nazara Dorong Perpustakaan Kemenkeu Jadi Pusat Pengetahuan Modern

    Suahasil Nazara Dorong Perpustakaan Kemenkeu Jadi Pusat Pengetahuan Modern

    Minggu, 01 Nov 2026 | 19:45 WIB
  • BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Pantau Kinerja 20 Saham Berbasis Komoditas

    BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Pantau Kinerja 20 Saham Berbasis Komoditas

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 18:09 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com