https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika •   Kapolri Tegas! Anggota Polri yang Kedapatan Pakai Vape Bakal Disanksi •   Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN •   Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI
Home › Peristiwa › Sindikat Pemalsu SIM di Riau Dibongkar, Polisi Sita Blangko hingga Printer
Peristiwa
Pekanbaru

Sindikat Pemalsu SIM di Riau Dibongkar, Polisi Sita Blangko hingga Printer

Kamis, 17 September 2026 | 11:57 WIB,  
Penulis : Azhar
Sindikat Pemalsu SIM di Riau Dibongkar, Polisi Sita Blangko hingga Printer

Keterangan Foto: Sindikat Pemalsu SIM di Riau Dibongkar, Polisi Sita Blangko hingga Printer. Dok. TD/Azhar

PEKANBARU, Tabloid Diksi — Bisnis ilegal pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di Riau terbongkar. Jaringan yang diduga beroperasi dari Siak hingga Pekanbaru itu menawarkan SIM palsu dengan tarif mencapai Rp1,7 juta per dokumen.

Jajaran Polres Siak mengamankan delapan tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Mereka memiliki peran berbeda, mulai dari penyedia bahan, pengedit data, pencetak, pemasaran hingga kurir. Sementara seorang terduga pelaku berinisial R alias K masih menjadi buronan dan telah ditetapkan sebagai DPO.

    Baca juga:
  • KNPI Award 2026, Tujuh Pemuda Dumai Raih Penghargaan atas Prestasi dan Kontribusi

  • ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan

  • Polda Riau-BBKSDA Riau Ganti Sawit di SM Bukit Rimbang Baling dengan Tanaman Produktif

Pengungkapan bermula ketika polisi menerima informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran SIM palsu di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Penyelidikan dilakukan dan berkembang hingga sejumlah lokasi di Kota Pekanbaru.

Polisi menemukan sedikitnya 33 SIM palsu telah beredar di wilayah hukum Kabupaten Siak. Tak berhenti di situ, hasil penyidikan mengarah pada dugaan bahwa jaringan tersebut telah memproduksi dan mengedarkan sekitar 500 SIM palsu di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Cara kerja jaringan ini terbilang terorganisasi. Pelaku menawarkan pembuatan SIM melalui WhatsApp, Facebook Marketplace dan perantara. Pemesan cukup mengirimkan foto diri serta KTP, kemudian data tersebut diedit untuk dibuat menyerupai SIM resmi.

Tak hanya tampilan kartu, pelaku juga membuat barcode yang diklaim seolah-olah dapat menampilkan data identitas pemilik. Hasil cetakan kemudian ditempelkan pada kartu atau blangko SIM bekas yang telah dibersihkan dari identitas pemilik sebelumnya.

Harga yang dipatok kepada pemesan berkisar Rp550 ribu hingga Rp1,7 juta sesuai jenis SIM. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menjalankan bisnis tersebut, di antaranya blangko SIM bekas, SIM yang diduga palsu, komputer, printer, telepon seluler dan kendaraan bermotor.

Keberhasilan Polres Siak membongkar jaringan ini mendapat penghargaan dari Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., Kamis (17/9/2026).

Penghargaan diberikan kepada Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Lantas AKP Denny Maulana, S.Tr.K., M.H., dan Kasat Reskrim AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H.

Jeki mengapresiasi kerja keras dan sinergi personel Polres Siak dalam mengungkap jaringan pemalsuan dokumen tersebut.

"Ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan sinergi jajaran Polres Siak. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," katanya.

Dia juga meminta masyarakat tidak tergoda menggunakan jasa pembuatan SIM melalui jalur ilegal. Masyarakat diimbau mengurus SIM melalui mekanisme resmi Kepolisian untuk memastikan dokumen yang diperoleh sah dan pemohon memenuhi persyaratan yang berlaku.

Delapan tersangka yang telah diamankan dijerat Pasal 391 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Penyidik Polres Siak masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam produksi maupun peredaran SIM palsu di Riau.

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

# Polda Riau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Kapolda Riau: Polisi Tak Boleh Lagi Sekadar Bereaksi, Data Harus Jadi Senjata Baca Ancaman

    Selasa, 15 Sep 2026 | 07:58 WIB
  • Hukum

    Polda Riau Jerat 55 Tersangka Karhutla, 3.378 Hektare Terbakar

    Minggu, 13 Sep 2026 | 18:30 WIB
  • Peristiwa

    X Fire Diuji di Gambut Pelalawan, Polisi Buru Bara Api yang Mengendap di Bawah Tanah

    Jumat, 11 Sep 2026 | 09:36 WIB
  • Hukum

    Kapolda Riau Buka-bukaan di Malaysia: 17.525 Hektare Karhutla Terbakar, 49 Tersangka Dijerat

    Rabu, 09 Sep 2026 | 12:53 WIB
  • Hukum

    2.958 Hektare Terbakar, Polda Riau Jerat 49 Tersangka Karhutla

    Senin, 07 Sep 2026 | 15:04 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #4

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #7

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB
  • #8

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:27 WIB
  • Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 | 13:12 WIB
  • Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Minggu, 01 Nov 2026 | 18:04 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Senin, 02 Nov 2026 | 17:04 WIB
  • Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:57 WIB
  • Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Minggu, 01 Nov 2026 | 19:55 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com