Home › Politik › DPR RI Perkuat Kompetensi Pengelolaan Konten Media Sosial
DPR RI Perkuat Kompetensi Pengelolaan Konten Media Sosial
Keterangan Foto: Plt Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi — Plt Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pengelolaan media sosial bagi jajaran Biro Pemberitaan Parlemen (BPP) DPR RI. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat penyampaian informasi mengenai kinerja DPR agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal itu disampaikan Suprihartini saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial Biro Pemberitaan Parlemen bekerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), di Jakarta.
- Baca juga:
Bimtek yang berlangsung pada 14-18 September 2026 tersebut diikuti jajaran di lingkungan Biro Pemberitaan Parlemen.
Menurut Suprihartini, peningkatan kompetensi diarahkan pada kemampuan peserta dalam menghasilkan konten yang mampu menyampaikan informasi mengenai kinerja DPR RI secara efektif kepada masyarakat.
“Utamanya adalah kegiatan ini bagaimana nanti teman-teman ini dapat meningkatkan kemampuan dalam membuat konten terkait dengan bagaimana pendistribusian informasi kinerja dari DPR sebagai lembaga tinggi negara, khususnya kita lebih mendekatkan kepada para generasi muda,” ujar Suprihartini.
Ia menilai bahasa dan tampilan konten menjadi bagian penting agar informasi yang disampaikan dapat lebih mudah dicerna sekaligus menarik perhatian publik.
“Bahasa-bahasa konten itu sangat harus kita perhatikan bagaimana nanti publik juga lebih mudah mencerna informasi yang kita sampaikan dan juga tampilan dari informasi itu sendiri juga dapat menarik perhatian publik,” katanya.
Suprihartini juga mengapresiasi dukungan IKJ dalam pelaksanaan Bimtek. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi pegawai, khususnya dalam mengelola konten media sosial.
Sementara itu, Rektor IKJ Syamsul Maarif mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan pelatihan tidak hanya berhenti pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi menghasilkan karya nyata yang sesuai dengan kebutuhan audiens.
“Komitmennya sangat tinggi agar peserta pelatihan bukan sekadar duduk pelatihan, tapi setelah selesai ada hasil yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan audiens,” ujar Syamsul.
Ia menjelaskan, peserta akan menjalani asesmen untuk mengetahui kemampuan masing-masing. Selain pre-test dan post-test, asesmen juga dilakukan selama proses pembelajaran pada setiap materi yang diberikan.
Setelah pelatihan berakhir pada Jumat (18/9/2026), peserta akan menampilkan karya yang dihasilkan. IKJ kemudian memberikan pendampingan selama satu bulan untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan karya tersebut.
“Setelah pelatihan, mungkin Jumat nanti ada karya yang harus ditunjukkan. Setelah itu ada sebulan pendampingan. Kalau ada yang kurang-kurang kita perbaiki,” jelasnya.
Pendampingan tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran langsung di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI dan lingkungan DPR RI. Dengan demikian, peserta dapat menerapkan kemampuan yang diperoleh dalam situasi kerja nyata.
Syamsul menambahkan, hasil asesmen individu dapat menjadi dasar untuk menentukan materi pelatihan lanjutan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta. Langkah tersebut diharapkan membuat peningkatan kompetensi berjalan lebih terarah.
Ia berharap pengelolaan pemberitaan dan konten DPR RI, termasuk melalui media sosial, ke depan semakin menarik dan mampu menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan serta kelompok usia. ***






Komentar Via Facebook :