https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika •   Kapolri Tegas! Anggota Polri yang Kedapatan Pakai Vape Bakal Disanksi •   Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN •   Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI
Home › Daerah › UNRI-Polda Riau Dorong Green Policing Berbasis Riset Hadapi Karhutla hingga Kerusakan Lingkungan
Daerah
Pekanbaru

UNRI-Polda Riau Dorong Green Policing Berbasis Riset Hadapi Karhutla hingga Kerusakan Lingkungan

Jumat, 18 September 2026 | 13:38 WIB,  
Penulis : Azhar
UNRI-Polda Riau Dorong Green Policing Berbasis Riset Hadapi Karhutla hingga Kerusakan Lingkungan

Keterangan Foto: UNRI-Polda Riau Dorong Green Policing Berbasis Riset Hadapi Karhutla hingga Kerusakan Lingkungan. Dok. Humas.TD/Azhar

PEKANBARU, Tabloid Diksi — Penanganan persoalan lingkungan di Riau kini didorong tidak berhenti pada aksi lapangan. Universitas Riau (UNRI) bersama Polda Riau meresmikan Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan sebagai wadah mempertemukan riset akademik dengan pengalaman kepolisian dalam menghadapi Karhutla, kerusakan lingkungan, dan berbagai persoalan keamanan masyarakat.

Pusat studi tersebut diresmikan di Universitas Riau, Jumat (18/9/2026), bersamaan dengan kuliah umum bertema “Pemolisian dalam Social Engineering” yang menghadirkan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian Komjen Chryshnanda Dwilaksana.

    Baca juga:
  • GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

  • Wabup Hendrizal Tutup Inhu Expo 2026, Apresiasi Antusiasme Masyarakat

  • Sekda Inhil Minta Perangkat Daerah Segera Sesuaikan Kegiatan dengan APBD Perubahan 2026

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan pusat studi itu dibentuk untuk menjawab kebutuhan pemolisian yang semakin kompleks. Polisi berhadapan langsung dengan persoalan hukum dan keamanan, sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam penelitian dan pengembangan pengetahuan.

Menurut Herry, kedua kekuatan tersebut perlu dipertemukan agar berbagai persoalan masyarakat tidak hanya ditangani secara praktis, tetapi juga dikaji berdasarkan data dan bukti.

“Persoalan yang ditemukan di lapangan harus dikaji secara bersama dengan universitas untuk kemudian menghadirkan strategi dan solusi yang aktif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujarnya.

Riau disebut memiliki posisi penting sebagai laboratorium pengembangan kajian kepolisian dan lingkungan. Sejumlah persoalan seperti Karhutla, penambangan emas tanpa izin, kerusakan mangrove dan ancaman terhadap satwa liar memiliki dampak langsung terhadap keamanan dan kehidupan masyarakat.

Data Polda Riau mencatat, sepanjang 2025-2026 terdapat 119 laporan polisi terkait Karhutla dengan 131 tersangka, sedangkan total luas lahan terbakar mencapai 3.853,23 hektare.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kebakaran lahan tidak hanya berkaitan dengan api dan kawasan yang terbakar. Dampaknya dapat merembet ke kesehatan, pendidikan, perekonomian, aktivitas masyarakat, serta kondisi sosial.

Karena itu, Polda Riau mendorong penguatan Green Policing dengan pendekatan yang mencakup pencegahan, penegakan hukum, edukasi, kolaborasi, pembangunan kesadaran hingga pemulihan lingkungan.

Herry berharap pusat studi tersebut dapat memastikan Green Policing berkembang menjadi pendekatan kelembagaan yang memiliki dasar keilmuan dan tidak bergantung pada figur tertentu.

“Data menjadi dasar penelitian, penelitian melahirkan pengetahuan, pengetahuan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan, dan kebijakan kembali memperkuat praktik kepolisian,” kata Herry.

Rektor UNRI Sri Indarti menilai persoalan lingkungan dan keamanan membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Perguruan tinggi, kata dia, tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga membangun karakter, integritas, kepedulian dan tanggung jawab generasi muda.

Melalui pusat studi tersebut, akademisi, kepolisian, pemerintah, masyarakat dan mahasiswa diharapkan dapat terlibat dalam mengkaji persoalan nyata sekaligus menyusun solusi berbasis penelitian.

Sementara itu, Komjen Chryshnanda Dwilaksana menegaskan Green Policing tidak boleh dipahami sebatas aktivitas penghijauan.

“Green Policing atau Pusat Studi Lingkungan ini bukan sekadar gerakan tanam, tapi ini gerakan menumbuhkan rasa, rasa memiliki, rasa ikut bertanggung jawab, rasa mencintai, rasa untuk bagaimana ada kepekaan, kepedulian, dan bela rasa,” ujarnya.

Ia menyebut kolaborasi UNRI dan Polda Riau sebagai bagian dari social engineering yang menyasar perubahan manusia dan kehidupan sosial, bukan hanya pembangunan fisik.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, Chryshnanda juga menilai pendidikan dan penguatan kualitas manusia tetap menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang beradab.

Ia menekankan praktik kepolisian membutuhkan fondasi konseptual dan teoretis agar tidak berhenti pada tindakan pragmatis.

“Tindakan-tindakan pragmatis ini ketika hanya level aplikasi atau pelaksanaan tugas di lapangan tanpa didukung konseptual, apalagi teoretikal, ini tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Dengan berdirinya Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan, UNRI dan Polda Riau mendorong pengalaman di lapangan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi diolah menjadi data, diteliti menjadi pengetahuan, dan digunakan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan serta memperkuat praktik pemolisian.

Kolaborasi tersebut sekaligus menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat Riau.

 

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

# Polda Riau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Kamis, 17 Sep 2026 | 17:53 WIB
  • Peristiwa

    Sindikat Pemalsu SIM di Riau Dibongkar, Polisi Sita Blangko hingga Printer

    Kamis, 17 Sep 2026 | 11:57 WIB
  • Daerah

    Kapolda Riau: Polisi Tak Boleh Lagi Sekadar Bereaksi, Data Harus Jadi Senjata Baca Ancaman

    Selasa, 15 Sep 2026 | 07:58 WIB
  • Hukum

    Polda Riau Jerat 55 Tersangka Karhutla, 3.378 Hektare Terbakar

    Minggu, 13 Sep 2026 | 18:30 WIB
  • Peristiwa

    X Fire Diuji di Gambut Pelalawan, Polisi Buru Bara Api yang Mengendap di Bawah Tanah

    Jumat, 11 Sep 2026 | 09:36 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #4

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #7

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB
  • #8

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Rp4,63 Miliar, Dua Pejabat Inspektorat Papua Barat Daya Tersangka

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:27 WIB
  • Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 | 13:12 WIB
  • Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Tabrakan Beruntun Maut di Perawang: Sopir Land Cruiser Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan

    Minggu, 01 Nov 2026 | 18:04 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Pajak Digital Mulai Diperbincangkan, DJP Tegaskan Transfer Dana Tak Otomatis Kena PPN

    Senin, 02 Nov 2026 | 17:04 WIB
  • Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Mulai 2027, Ekspor SDA Indonesia Ditargetkan Lewat Satu Pintu Melalui DSI

    Senin, 02 Nov 2026 | 16:57 WIB
  • Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

    Minggu, 01 Nov 2026 | 19:55 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com