Home › Daerah › Tak Ada Lagi Titik Api di Riau, Asap Masih Mengintai: Polda Perkuat Mitigasi hingga 2027
Tak Ada Lagi Titik Api di Riau, Asap Masih Mengintai: Polda Perkuat Mitigasi hingga 2027
Keterangan Foto: Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi
PEKANBARU, Tabloid Diksi — Riau saat ini berada dalam kondisi nihil karhutla aktif. Hingga Senin (5/10/2026), seluruh titik kebakaran yang sebelumnya muncul di sejumlah wilayah telah berhasil dipadamkan. Namun, kabut asap yang masih terlihat membuat kewaspadaan belum boleh diturunkan.
Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal menyebut hujan yang mulai turun hampir merata menjadi salah satu faktor penting dalam meredam potensi kebakaran. Meski begitu, asap yang masih terpantau di beberapa daerah diduga berasal dari wilayah di luar Riau.
- Baca juga:
“Seluruh titik karhutla yang sebelumnya sempat terdeteksi di Riau telah berhasil dipadamkan,” kata Edy.
Dia menjelaskan, pergerakan asap dari luar wilayah Riau sangat dipengaruhi kondisi kebakaran di daerah lain serta arah angin. Karena itu, kondisi udara yang masih berkabut tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran baru di Riau.
Meski seluruh titik api telah padam, Satgas Karhutla tetap siaga. Pemantauan difokuskan pada kawasan rawan, terutama lahan gambut yang memiliki potensi kembali terbakar apabila kondisi cuaca kembali panas dan kering.
Personel gabungan juga tetap disiapkan untuk melakukan penanganan cepat jika ditemukan titik api baru. Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan menggunakan api.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi memastikan jajaran Polda Riau dan Polres terus bergerak melakukan pencegahan di lapangan.
“Polda Riau dan seluruh jajaran tetap melakukan langkah pencegahan meskipun saat ini tidak terdapat karhutla aktif,” ujar Akmadi.
Patroli di wilayah rawan, pemantauan lahan dan koordinasi lintas sektor tetap dilakukan. Polisi juga memperkuat strategi pencegahan dengan memetakan serta memverifikasi infrastruktur pengendalian karhutla seperti sekat kanal, embung dan menara pantau.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari sistem mitigasi di tingkat tapak sekaligus persiapan menghadapi ancaman karhutla pada 2027.
Polda Riau kini mendorong agar penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan dini, pemetaan wilayah rawan dan kesiapan personel menjadi strategi utama untuk memutus potensi kebakaran sejak awal.
Dengan kondisi Riau yang kini nihil karhutla, seluruh pihak diminta tidak terlena. Sebab, perubahan cuaca dan aktivitas pembukaan lahan tetap menjadi faktor yang dapat memicu munculnya titik api kembali.
Pesannya jelas: api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam.






Komentar Via Facebook :