Home › Politik › Hadapi Kekeringan, DPR Dorong Sinergi Kementan dan Pemda Perkuat Irigasi
Hadapi Kekeringan, DPR Dorong Sinergi Kementan dan Pemda Perkuat Irigasi
Keterangan Foto: Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan saat melakukan kunker ke MTI CA. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi — Anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Hal itu disampaikan Herry saat ditemui di tempat pemeriksaan Karantina, Multi Terminal Indonesia Common Area (MTI CA), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026).
- Baca juga:
Herry menanggapi data Kementerian Pertanian yang mencatat sekitar 50 ribu hektare sawah di Indonesia terdampak kekeringan. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, di antaranya melalui pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan.
Namun, pelaksanaan program tersebut di daerah dinilai masih perlu diperkuat, terutama dari sisi koordinasi dan penyerapan.
“Jadi tinggal komunikasi. Sebenarnya pemerintah sudah siap, tapi pelaksanaannya belum. Di kementerian mungkin juga ada masalah irigasi perpompaan, terus irigasi perpipaan, di samping irigasi tersier,” ujar Herry.
Ia menjelaskan, irigasi perpompaan dilakukan dengan mengambil sumber air menggunakan pompa. Sementara irigasi perpipaan memanfaatkan sistem pemompaan yang kemudian menyalurkan air melalui jaringan pipa.
Menurut Herry, persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah tingkat penyerapan kedua program tersebut yang dinilai belum sesuai harapan.
“Kalau irigasi tersier kan harus ada sumber air yang besar. Kalau irigasi perpompaan itu ngebor. Kalau irigasi perpipaan juga begitu, ngebor, namun dialihkan dengan pipa. Kemungkinan daya serapnya, penyerapan dua program itu sangat tidak seperti yang kita harapkan,” jelasnya.
Herry menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kesiapan pemerintah pusat, tetapi juga komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah kabupaten dan provinsi, kata dia, perlu lebih aktif menyampaikan kebutuhan wilayahnya kepada Kementerian Pertanian agar program yang telah disiapkan dapat direalisasikan sesuai kondisi di lapangan.
“Ini kan nantinya komunikasi antara yang di bawah dengan yang di atas. Dari kabupaten, Dinas Pertanian Kabupaten, provinsi, sama Kementan. Nah, ini yang perlu kita tingkatkan. Kalau persiapannya sudah, di awal tahun itu sudah disiapkan semua,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah pusat tidak dapat membangun seluruh kebutuhan infrastruktur pertanian tanpa adanya usulan dari pemerintah daerah. Karena itu, daerah diminta tidak ragu menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi di lapangan.
“Cuma mungkin pelaksanaannya di daerah, karena pusat juga enggak berani bangun tanpa ada permintaan daerah. Sebaiknya daerah mungkin mau minta ke pusat juga ada halangan yang apa, itu enggak tahu, nanti kita akan bahas,” ujar Herry.
Menurut Herry, berbagai hambatan yang menyebabkan rendahnya penyerapan program irigasi perlu dibahas bersama untuk menemukan solusi. Sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar program penyediaan air bagi lahan pertanian dapat berjalan optimal.
“Yang paling penting sinergi itu. Karena peralatannya dan lain sebagainya sudah disiapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. ***






Komentar Via Facebook :