Home › Daerah › Tak Tinggal Diam Hadapi Kabut Asap, Mahasiswa UMRI Turun Tangan Salurkan 500 Masker
Tak Tinggal Diam Hadapi Kabut Asap, Mahasiswa UMRI Turun Tangan Salurkan 500 Masker
Keterangan Foto: Dokumentasi Pembagian Masker Di kelas.
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Persoalan kabut asap yang melanda Provinsi Riau mendorong Keluarga Mahasiswa Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kesehatan (FMIPAKES) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengambil langkah nyata. Sebanyak 500 masker dibagikan kepada mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap risiko paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Aksi ini memperlihatkan peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang kuliah dan aktivitas organisasi. Di tengah persoalan lingkungan yang berdampak terhadap kehidupan sehari-hari, mahasiswa berupaya hadir melalui gerakan sosial yang menyentuh kebutuhan sesama.
- Baca juga:
Gubernur Mahasiswa BEM KM FMIPAKES UMRI, Nanang Riyaldi, menegaskan bahwa pembagian masker tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa dalam merespons kondisi kabut asap di Riau.
Nanang menyebut persoalan kabut asap harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Aksi pembagian 500 masker ini merupakan bentuk kepedulian Keluarga Mahasiswa FMIPAKES UMRI terhadap kesehatan mahasiswa di tengah kondisi kabut asap yang melanda Provinsi Riau. Kami menyadari bahwa persoalan kabut asap bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan kita bersama,” ungkapnya.
Ia menilai kepedulian terhadap persoalan lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan konkret. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami persoalan yang terjadi di sekitarnya, tetapi juga mampu mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk membantu sesama.
Selain membagikan masker, Nanang mengajak mahasiswa agar lebih waspada terhadap kondisi udara. Mahasiswa diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Pembagian 500 masker tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengurangi paparan langsung terhadap debu dan asap selama beraktivitas. Meski demikian, penggunaan masker bukan satu-satunya langkah perlindungan, sehingga kewaspadaan terhadap kualitas udara dan pembatasan aktivitas di luar ruangan tetap diperlukan ketika kondisi udara tidak sehat.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya solidaritas di lingkungan kampus sekaligus memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di Riau.
Keluarga Mahasiswa FMIPAKES UMRI berkomitmen mendorong gerakan mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di tengah ancaman kabut asap, aksi pembagian masker ini menjadi wujud kepedulian yang sederhana, tetapi bermakna. Pesannya jelas: mahasiswa tidak boleh menutup mata terhadap persoalan di sekitarnya, melainkan harus hadir, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi sesama.
Keluarga Mahasiswa FMIPAKES UMRI: Bergerak, Peduli, dan Berdampak untuk Sesama.




Komentar Via Facebook :