Home › Peristiwa › Herry Heryawan Pamit dari Polda Riau: Jabatan Ada Batasnya, Kebaikan dan Pengabdian Akan Selamanya
Herry Heryawan Pamit dari Polda Riau: Jabatan Ada Batasnya, Kebaikan dan Pengabdian Akan Selamanya
Keterangan Foto: Herry Heryawan Pamit dari Polda Riau: Jabatan Ada Batasnya, Kebaikan dan Pengabdian Akan Selamanya. Dok. TD/Azhar
PEKANBARU, Tabloid Diksi — Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Herry Heryawan menyampaikan pesan mendalam saat mengikuti Upacara Welcome and Farewell Parade Kapolda Riau di Mapolda Riau, Minggu (11/10/2026). Dalam momen serah terima kepemimpinan tersebut, Herry berpamitan kepada keluarga besar Polda Riau sekaligus menitipkan pesan kepada Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol Arman Achdiat, untuk menjaga marwah Bumi Lancang Kuning dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Herry mengaku momen tersebut menjadi salah satu hari yang tidak mudah dalam perjalanan pengabdiannya. Berdiri di hadapan jajaran personel Polda Riau sambil menyerahkan pataka kepada pemimpin berikutnya, ia mengenang perjuangan, kebersamaan, serta berbagai tantangan yang telah dilalui bersama selama bertugas di Riau.
- Baca juga:
Herry menegaskan, jabatan dan kekuasaan memiliki batas waktu. Namun, kenangan tentang orang-orang yang pernah berjuang bersama serta kebaikan yang dilakukan untuk masyarakat akan tetap hidup meskipun masa jabatan telah berakhir.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Riau, mulai dari para perwira, bintara, tamtama, hingga seluruh anggota yang telah memberikan dukungan selama dirinya memimpin institusi kepolisian di Provinsi Riau.
“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi kenangan tentang orang-orang yang pernah berjuang bersama saya tidak mengenal batas waktu,” demikian pesan Herry dalam sambutannya.
Mantan Kapolda Riau tersebut juga mengingatkan seluruh personel agar tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk menempatkan diri lebih tinggi daripada masyarakat. Menurutnya, polisi harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sosok yang ingin dilayani.
Ia menekankan bahwa masyarakat harus diperlakukan sebagai subjek yang memiliki hak, martabat, dan kedudukan yang harus dihormati. Karena itu, setiap anggota Polri dituntut untuk bekerja dengan hati, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Jadilah pelayan masyarakat. Jangan menganggap kita harus duduk di atas kursi untuk dilayani. Jika sudah begitu, kita akan mengkhianati amanah yang diberikan,” tegasnya dalam pesan yang disampaikan kepada jajaran Polda Riau.
Titip Marwah Riau dan Lanjutkan Green Policing
Dalam kesempatan tersebut, Herry secara khusus menitipkan marwah negeri Melayu kepada Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol Arman Achdiat. Ia berharap kepemimpinan baru dapat merawat kebersamaan, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta meneruskan program dan semangat Green Policing yang selama ini dikembangkan di Riau.
Menurut Herry, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga mencakup tanggung jawab melindungi lingkungan hidup. Keadilan, kata dia, harus diberikan tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga hutan tetap hijau, sungai tetap jernih, dan udara tetap bersih agar generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat. Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perlindungan lingkungan merupakan bagian penting dari pengabdian kepolisian kepada masyarakat.
Herry juga berharap Riau dapat terus dijaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Baginya, menjaga Bumi Lancang Kuning bukan sekadar memastikan situasi keamanan tetap kondusif hari ini, melainkan juga menjaga keberlanjutan lingkungan bagi anak cucu pada masa mendatang.
Pesan Terakhir untuk Personel Polda Riau
Menjelang akhir sambutannya, Herry berpesan agar seluruh personel tetap menjadi polisi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan, menjaga integritas meskipun tidak ada yang mengawasi, serta terus bekerja dengan hati meskipun tidak selalu mendapatkan penghargaan.
Ia juga meminta keluarga besar Polda Riau tetap menjaga solidaritas dan saling mendukung dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, setelah pangkat dan jabatan ditinggalkan, hal yang paling berarti adalah kebaikan yang pernah dilakukan serta kenangan yang ditinggalkan di hati orang lain.
“Setelah semua pangkat dan jabatan kita tinggalkan, yang akan tinggal hanyalah kebaikan yang pernah kita lakukan dan kenangan yang pernah kita tinggalkan di hati orang lain,” ungkapnya.
Herry turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama memimpin terdapat perkataan, tindakan, maupun keputusan yang menyinggung perasaan atau belum memenuhi harapan personel.
Ia mengakhiri sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Polda Riau atas kebersamaan dan dukungan selama menjalankan amanah di Bumi Lancang Kuning.
Meski kini melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang berbeda, Herry menegaskan bahwa ikatan emosional dengan Riau tidak akan hilang.
Pesan yang ditinggalkannya menjadi pengingat bagi jajaran Polda Riau bahwa keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari jabatan atau kewenangan, tetapi juga dari integritas, keadilan, kepedulian terhadap lingkungan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.






Komentar Via Facebook :