Home › Daerah › Antisipasi Titik Api, Polsek Batu Hampar Evaluasi Mitigasi Karhutla, Data dan Pemetaan Wilayah
Antisipasi Titik Api, Polsek Batu Hampar Evaluasi Mitigasi Karhutla, Data dan Pemetaan Wilayah
Keterangan Foto: Antisipasi Titik Api, Polsek Batu Hampar Evaluasi Mitigasi Karhutla, Data dan Pemetaan Wilayah. Dok. Humas.TD/Azhar
ROKAN HILIR, Tabloid Diksi – Penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada akurasi data serta pemetaan wilayah rawan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus Supervisi Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Penanggulangan Karhutla Lancang Kuning 2026 di wilayah hukum Polsek Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (13/10/2026).
Tim supervisi yang dipimpin Kompol Budi Pramana, S.Psi., turun langsung melakukan pemeriksaan dan validasi sarana mitigasi karhutla. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu turut didampingi Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., personel Polsek, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim pemadam kebakaran PT Sindora Seraya.
- Baca juga:
Dalam pendataan, terdapat 14 unit sarana mitigasi yang terdiri atas dua embung, 11 sekat kanal, dan satu menara pantau. Sarana tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung langkah pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Tim juga memeriksa dukungan personel gabungan yang berjumlah 20 orang, terdiri atas delapan personel Polri, 10 anggota MPA, dan dua personel perusahaan.
Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto menyampaikan bahwa langkah pencegahan karhutla perlu didukung data lapangan yang akurat, sarana yang berfungsi, dan kesiapan seluruh unsur yang terlibat.
"Data sarana mitigasi harus sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemetaan wilayah rawan juga penting agar patroli, kesiapsiagaan personel, dan penempatan peralatan dapat diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan," kata Irfan.
Dalam supervisi tersebut, tim melakukan verifikasi titik koordinat dan pemeriksaan kondisi fisik sarana mitigasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberadaan serta kesiapan sarana sesuai dengan data administrasi.
Evaluasi juga mengidentifikasi perlunya pembaruan data teknis, seperti luas dan kedalaman embung, serta panjang dan kondisi sekat kanal. Pemutakhiran data diperlukan agar kemampuan setiap sarana dapat diketahui secara lebih terukur.
Pemetaan tingkat kerawanan dengan kategori rendah (low), sedang (medium), dan tinggi (high) juga menjadi perhatian. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas patroli, penempatan personel, dan distribusi peralatan penanggulangan karhutla.
Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap sekat kanal dan menara pantau perlu dilakukan untuk memastikan kondisi, aksesibilitas, dan kesiapan penggunaannya. Tim juga merekomendasikan penambahan sarana mitigasi di lokasi rawan, termasuk embung, sekat kanal, sumur bor, dan menara pantau sesuai kebutuhan lapangan.
Melalui kegiatan ini, Polres Rokan Hilir dan Polsek Batu Hampar diharapkan dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan penanggulangan karhutla. Akurasi data, kesiapan sarana, serta sinergi antara polisi, masyarakat, dan perusahaan menjadi faktor penting untuk mempercepat deteksi dini dan meminimalkan risiko kebakaran.






Komentar Via Facebook :