Home › Ekonomi › MSCI Soroti Pasar Saham RI, Airlangga Desak Reformasi Nyata
MSCI Soroti Pasar Saham RI, Airlangga Desak Reformasi Nyata
Keterangan Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ist/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan perlunya percepatan reformasi pasar modal Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Airlangga menilai, persoalan utama yang menjadi perhatian investor internasional tidak cukup diselesaikan melalui perubahan aturan. Pemerintah dan otoritas bursa juga harus memastikan kebijakan tersebut benar-benar diterapkan dan menunjukkan hasil yang dapat diukur.
- Baca juga:
“Reform itu harus dijalankan. Dan progresnya itu harus kelihatan. Terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
MSCI sebelumnya mengumumkan konsultasi perubahan klasifikasi tersebut pada 15 Oktober 2026. Lembaga penyedia indeks global itu menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari transparansi kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, hingga dugaan praktik perdagangan saham yang terkoordinasi.
Menurut Airlangga, salah satu perhatian utama MSCI berkaitan dengan pelaksanaan regulasi dan langkah konkret yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses implementasi perbaikan yang dinilai berjalan lambat perlu menjadi evaluasi bagi pemerintah dan otoritas pasar modal.
“Concern paling utama implementing regulation, implementing langkah action dari bursa,” katanya.
Airlangga juga mempertanyakan waktu pengumuman MSCI karena sebelumnya telah berlangsung pertemuan antara pihak MSCI dan sejumlah pejabat Indonesia di Thailand. Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru berprasangka negatif.
“Ya tentu kita lihat saja, tapi kita tidak boleh suudzon,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Airlangga, akan berkomunikasi dengan BEI guna memastikan langkah pembenahan pasar modal berjalan nyata dan memiliki jadwal pelaksanaan yang jelas.
Di tengah tekanan pasar keuangan, Airlangga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Ia meminta investor membedakan kondisi ekonomi nasional dengan sentimen pasar yang muncul akibat pengumuman MSCI.
“Kembali lagi, kemarin kita sudah sampaikan bahwa sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat, tetapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimental,” tuturnya.
MSCI membuka periode konsultasi untuk menghimpun masukan dari pelaku pasar sebelum mengambil keputusan akhir. Keputusan mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia ditargetkan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027.
Perkembangan ini menjadi perhatian pemerintah karena transparansi, kredibilitas perdagangan, serta konsistensi penerapan regulasi merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor domestik maupun global.






Komentar Via Facebook :