Home › Politik › Setjen DPR RI Perkuat Pengawasan Aset Negara Lewat Aplikasi SATRIA dan Sensus BMN
Setjen DPR RI Perkuat Pengawasan Aset Negara Lewat Aplikasi SATRIA dan Sensus BMN
Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt.) Sekjen DPR RI Suprihartini menghadiri kegiatan sosialisasi aplikasi SATRIA yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan Pengelolaan Keuangan di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Suprihartini menegaskan pentingnya komitmen seluruh pimpinan unit kerja dalam mentransformasi tata kelola Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI.
Menurutnya, pengelolaan aset negara bukan hanya menjadi tanggung jawab unit yang menangani BMN, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh pimpinan unit kerja.
- Baca juga:
"Kami sangat mengapresiasi peluncuran aplikasi SATRIA ini sebagai bagian dari transformasi tata kelola pengelolaan BMN. Ini adalah upaya kita untuk menata kembali BMN yang ada di seluruh unit kerja di lingkungan Setjen DPR RI," ujar Suprihartini seusai menghadiri sosialisasi aplikasi SATRIA (Strategic Asset Management) di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Suprihartini menyampaikan tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian seluruh jajaran Setjen DPR RI dalam mendukung optimalisasi pengelolaan BMN.
Pertama, ia meminta seluruh pimpinan unit kerja berkomitmen melakukan pemutakhiran data serta memeriksa kembali keberadaan aset negara di lingkungan kerja masing-masing. Langkah ini penting untuk memastikan data BMN tercatat secara akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kedua, ia mendorong tumbuhnya budaya sadar aset di kalangan pegawai. Menurutnya, menjaga, mengawasi, dan mendata BMN secara tepat harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas unit pengelola aset.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Setjen DPR RI juga akan melaksanakan sensus BMN di seluruh unit kerja untuk memverifikasi kesesuaian antara data administrasi dan kondisi fisik aset di lapangan.
"Kadang-kadang kita lihat dalam catatan administrasi barangnya ada, tetapi secara fisik tidak ada. Melalui sensus BMN ini, kita ingin menyinkronkan antara data yang tercatat dengan data fisik yang ada di lapangan. Saya berharap seluruh pimpinan unit dapat menyukseskan agenda sensus ini," tegasnya.
Ketiga, Suprihartini menekankan agar aplikasi SATRIA tidak sekadar diluncurkan secara seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh unit kerja. Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan BMN yang lebih tertib, akurat, dan transparan.
Ke depan, ia juga berharap aplikasi SATRIA dapat terus dikembangkan hingga terintegrasi langsung dengan sistem pengelolaan BMN di Kementerian Keuangan.
Melalui pemanfaatan aplikasi SATRIA dan pelaksanaan sensus BMN, Setjen DPR RI diharapkan dapat memperkuat akurasi data, meningkatkan pengawasan, serta mewujudkan tata kelola aset negara yang lebih efektif dan akuntabel. ***






Komentar Via Facebook :