https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker •   Wabup Yuliantini Antar Jenazah Wakil Ketua DPRD Inhil H. Andi Rusli ke Pemakaman •   Nyamar Pakai Motor PCX, Bandar Narkoba Dumai Diciduk Saat Bawa 15,3 Gram Sabu ? •   TFPK Siak Tegaskan Klaim 291 Hektare di Dayun Harus Lewati Verifikasi Hukum
Home › Politik › Syafruddin : Keselamatan Rakyat Lebih Utama, Pemerintah Tak Perlu Gengsi Terima Bantuan
Politik
Pulau Jawa & Madura

Syafruddin : Keselamatan Rakyat Lebih Utama, Pemerintah Tak Perlu Gengsi Terima Bantuan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:23 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Syafruddin : Keselamatan Rakyat Lebih Utama, Pemerintah Tak Perlu Gengsi Terima Bantuan

Keterangan Foto: Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin. Foto : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin meminta pemerintah memaksimalkan seluruh upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia. Ia mendorong pemerintah mempertimbangkan bantuan dari negara lain guna mempercepat proses pemadaman.

Menurut Syafruddin, karhutla yang berkepanjangan bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan telah menjadi masalah kemanusiaan. Masyarakat di wilayah terdampak harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kepungan asap yang mengancam kesehatan serta mengganggu pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan sosial.

    Baca juga:
  • BAM DPR Soroti Dugaan Keterlibatan Tiga Pegawai BNI dalam Transaksi Belasan Miliar

  • Irma Suryani Soroti Perlindungan Pekerja di Tengah Karhutla

  • Setjen DPR RI Perkuat Pengawasan Aset Negara Lewat Aplikasi SATRIA dan Sensus BMN

"Karhutla ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Masyarakat terus-menerus berada dalam kepungan asap dan harus menanggung dampaknya setiap hari. Kita tidak bisa membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Pemerintah harus mengerahkan seluruh kemampuan yang ada dan tidak perlu ragu mempertimbangkan bantuan negara lain apabila itu dapat mempercepat pemadaman," ujar Syafruddin dalam keterangan yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ketika kebakaran meluas dan sulit dikendalikan, pemerintah perlu terbuka terhadap berbagai bentuk dukungan internasional, mulai dari pesawat pemadam, teknologi pemantauan titik api, peralatan penanggulangan kebakaran, hingga tenaga ahli yang berpengalaman menangani kebakaran hutan berskala besar.

Syafruddin menjelaskan, penerimaan bantuan asing bukan berarti Indonesia tidak mampu menangani karhutla secara mandiri. Namun, dalam situasi darurat yang berkepanjangan, kerja sama internasional dapat memperkuat kapasitas nasional, memperluas jangkauan pemadaman, dan membantu menangani titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, apalagi soal gengsi. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana api bisa segera dipadamkan dan masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih. Kalau ada negara sahabat yang memiliki teknologi, peralatan, atau kapasitas yang bisa membantu, pemerintah perlu mempertimbangkannya secara serius," tegas legislator dari Kalimantan Timur tersebut.

Politikus Fraksi PKB itu menambahkan, pemadaman karhutla di wilayah yang luas membutuhkan sumber daya memadai dan strategi terpadu. Petugas di lapangan menghadapi berbagai kendala, mulai dari medan yang sulit, keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran, hingga potensi munculnya kembali titik api.

Dalam kondisi tersebut, dukungan udara dan teknologi pemantauan dapat membantu mengidentifikasi lokasi kebakaran, menentukan prioritas penanganan, serta menjangkau kawasan yang sulit diakses.

Karena itu, Syafruddin meminta pemerintah mengevaluasi kebutuhan operasional di setiap wilayah terdampak dan memastikan seluruh sumber daya yang tersedia dimanfaatkan secara optimal. Apabila kapasitas dalam negeri belum mencukupi untuk menangani kebakaran secara cepat dan menyeluruh, bantuan internasional perlu dipertimbangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Kita melihat petugas pemadam, aparat, relawan, dan masyarakat sudah berjibaku untuk mengendalikan kebakaran. Mereka tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi ini dengan sumber daya yang terbatas. Negara harus memastikan mereka mendapatkan peralatan, dukungan logistik, teknologi, dan perlindungan yang memadai. Jika bantuan dari luar negeri dibutuhkan untuk memperkuat upaya tersebut, jangan sampai kesempatan itu terhambat oleh birokrasi yang berlarut-larut," katanya.

Selain upaya pemadaman, Syafruddin menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki penyakit pernapasan. Paparan asap kebakaran berpotensi memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Kabut asap juga dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar, transportasi, serta mata pencaharian masyarakat. Oleh karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Meski mendorong keterlibatan negara lain, Syafruddin menekankan bahwa seluruh bantuan internasional harus berada di bawah koordinasi pemerintah Indonesia. Pembagian tugas yang jelas dan penyesuaian bantuan dengan kebutuhan di lapangan diperlukan agar dukungan tersebut dapat memperkuat operasi nasional tanpa mengganggu koordinasi antarlembaga.

Ia menyebut Singapura sebagai salah satu negara yang telah menyatakan kesiapan membantu Indonesia menangani karhutla. Syafruddin meminta pemerintah segera menindaklanjuti setiap tawaran bantuan secara terukur dan transparan, dengan mengutamakan jenis dukungan yang paling dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman.

"Setiap hari kebakaran belum tertangani berarti masyarakat harus kembali menghirup asap dan menghadapi risiko kesehatan. Karena itu, semua pilihan yang dapat mempercepat pemadaman harus dikaji secara serius. Prioritas kita jelas, yakni menghentikan kebakaran, melindungi masyarakat, dan memulihkan kondisi lingkungan agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman," pungkasnya. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komisi XIIDPR RIKarhutla
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Irma Suryani Soroti Perlindungan Pekerja di Tengah Karhutla

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 14:35 WIB
  • Politik

    Setjen DPR RI Perkuat Pengawasan Aset Negara Lewat Aplikasi SATRIA dan Sensus BMN

    Rabu, 14 Okt 2026 | 15:10 WIB
  • Politik

    Irma Suryani Desak Kemenkes Turun Tangan Bantu Ratusan Ribu Warga Terdampak ISPA Akibat Karhutla

    Jumat, 16 Okt 2026 | 15:04 WIB
  • Daerah

    Hotspot Nihil, BPBD Pekanbaru Tetap Gencarkan Patroli Karhutla

    Jumat, 16 Okt 2026 | 10:49 WIB
  • Nasional

    Kristomei Sianturi Prioritaskan Penanganan Karhutla, Banjir dan Erupsi Gunung Api

    Kamis, 15 Okt 2026 | 22:01 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #4

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #5

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #6

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #7

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB
  • #8

    Ayah Selebgram Pekanbaru Jadi Tersangka, Diduga Tipu Korban Modus Proyek Batu Bara

    Selasa, 06 Okt 2026 - 15:21 WIB
  • #9

    Bukan Sekadar Tanam, Polsek Payung Sekaki Kawal Jagung hingga Masa Panen

    Rabu, 07 Okt 2026 - 10:52 WIB

HUKRIM

  • Nyamar Pakai Motor PCX, Bandar Narkoba Dumai Diciduk Saat Bawa 15,3 Gram Sabu  ?

    Nyamar Pakai Motor PCX, Bandar Narkoba Dumai Diciduk Saat Bawa 15,3 Gram Sabu ?

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 15:50 WIB
  • Sah! Kombes Ronny Riantoko Resmi Jabat Kapolresta Pekanbaru Gantikan Muharman Arta  ?

    Sah! Kombes Ronny Riantoko Resmi Jabat Kapolresta Pekanbaru Gantikan Muharman Arta ?

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 15:27 WIB
  • Polisi Gerebek Lokasi Rawan Narkoba di Pekanbaru, 3 Pria Positif Sabu dan Bong Disita

    Polisi Gerebek Lokasi Rawan Narkoba di Pekanbaru, 3 Pria Positif Sabu dan Bong Disita

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 10:05 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • MSCI Soroti Pasar Saham RI, Airlangga Desak Reformasi Nyata

    MSCI Soroti Pasar Saham RI, Airlangga Desak Reformasi Nyata

    Jumat, 16 Okt 2026 | 21:21 WIB
  • SF Hariyanto Turun ke Tenayan Raya, Warga Terima Beras dan Minyak Gratis

    SF Hariyanto Turun ke Tenayan Raya, Warga Terima Beras dan Minyak Gratis

    Kamis, 15 Okt 2026 | 16:11 WIB
  • Pelatihan Merajut di Pekanbaru Bidik Peserta dari 15 Kecamatan

    Pelatihan Merajut di Pekanbaru Bidik Peserta dari 15 Kecamatan

    Selasa, 13 Okt 2026 | 21:01 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com