Home › Nasional › Kemenpar Manfaatkan WITF 2026 untuk Perluas Pasar Pariwisata Indonesia
Kemenpar Manfaatkan WITF 2026 untuk Perluas Pasar Pariwisata Indonesia
Keterangan Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat membuka WITF 2026 di JIExpo Kemayoran. MC Kemenpar. TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong penguatan promosi pariwisata Indonesia melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku industri pariwisata untuk memperluas jaringan bisnis, menjangkau pasar internasional, serta membangun kemitraan dengan calon mitra dari berbagai negara.
Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Kementerian Pariwisata pada Minggu (18/10/2026), disebutkan bahwa WITF 2026 berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran tersebut didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra kolaborator.
- Baca juga:
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat membuka kegiatan pada Kamis (15/10/2026) menyampaikan bahwa WITF merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan industri dalam memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Menurut Widiyanti, penyelenggaraan tahun ini mempertemukan sekitar 250 hingga 300 pembeli (buyer) dari 45 negara. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama baru bagi industri pariwisata Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi bahwa WITF digerakkan langsung oleh industri. Tahun ini, WITF mempertemukan sekitar 250 hingga 300 buyer dari 45 negara. Kami senang dapat mendukung inisiatif ini serta menantikan terjalinnya kemitraan dan peluang baru dalam perluasan promosi dan akses pasar pariwisata Indonesia melalui kegiatan ini," kata Widiyanti.
WITF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk wisata, tetapi juga memfasilitasi pertemuan bisnis antarpelaku industri atau business-to-business (B2B) serta promosi langsung kepada konsumen melalui konsep business-to-consumer (B2C).
Sejumlah agenda turut melengkapi kegiatan tersebut, di antaranya diskusi pariwisata, jamuan makan malam, serta program kunjungan sebelum dan sesudah pameran untuk memperkenalkan potensi destinasi wisata Indonesia.
Kemenpar menilai kegiatan ini penting di tengah pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Berdasarkan data yang disampaikan kementerian, kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 10,58 juta kunjungan, atau meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada semester pertama 2026, devisa sektor pariwisata tercatat sebesar 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp140,95 triliun. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara hingga Agustus 2026 telah melampaui 840 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Widiyanti mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pariwisata memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, menciptakan peluang usaha, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisatawan harus disertai perbaikan kualitas layanan, produk, dan pengalaman berwisata. Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia mampu bersaing di tengah perubahan tren perjalanan dunia.
Wisatawan saat ini semakin tertarik pada pengalaman yang unik, autentik, dan memiliki nilai tersendiri. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai produk unggulan, mulai dari wisata alam, budaya, gastronomi, bahari, hingga wisata kebugaran atau wellness tourism.
Widiyanti juga menekankan bahwa WITF memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar sarana promosi. Melalui kegiatan business matching, pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan calon mitra, mempelajari kebutuhan pasar, serta menyusun peluang kerja sama yang lebih konkret.
Pemerintah berharap forum tersebut dapat membantu pelaku industri memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan distribusi produk, dan menyesuaikan paket wisata dengan kebutuhan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Widiyanti, keberhasilan sektor pariwisata tidak cukup dinilai dari banyaknya wisatawan yang datang ke Indonesia. Kualitas pengalaman perjalanan dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.
Ia berharap pertumbuhan pariwisata dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja sektor pariwisata, serta masyarakat yang berada di sekitar destinasi wisata.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kementeriannya turut memfasilitasi sejumlah pelaku industri pariwisata terpilih melalui stan Wonderful Indonesia seluas 18 meter persegi di area B2C WITF 2026.
Stan tersebut menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha yang menawarkan beragam pengalaman wisata, mulai dari wisata pendidikan, wisata berbasis alam dan desa, jasa perjalanan, hingga wisata kebugaran.
Pelaku industri yang berpartisipasi antara lain Wisata Sekolah (educational travel), Taman Wisata Lebah Madu Pramuka, Desa Wisata Les di Bali, Desa Wisata Ketapanrame di Jawa Timur, Gemilang Wisata Persada, serta Arum Sari Langit.
Desa Wisata Les tercatat masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, sedangkan Desa Wisata Ketapanrame masuk dalam 75 besar ADWI 2023.
Melalui fasilitas tersebut, para pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan keunggulan produk, menawarkan paket perjalanan, serta menjalin komunikasi langsung dengan calon mitra dan pengunjung pameran.
Ni Made Ayu Marthini menilai keberagaman produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia menawarkan lebih dari sekadar destinasi untuk dikunjungi. Berbagai aktivitas dan pengalaman wisata dapat dikembangkan sesuai minat pengunjung, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.
"Keragaman industri pariwisata yang dihadirkan ini menunjukkan bahwa produk pariwisata Indonesia tidak hanya menawarkan tempat untuk dikunjungi, tetapi juga aktivitas dan pengalaman yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan minat berwisata, dengan tetap mengutamakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan," ujar Made.
Melalui WITF 2026, Kemenpar berharap promosi pariwisata Indonesia semakin efektif, kemitraan industri semakin luas, dan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.






Komentar Via Facebook :