Home › Daerah › 21 Puskesmas Pekanbaru Tetap Buka Akhir Pekan, Tangani Kesehatan Akibat Asap
21 Puskesmas Pekanbaru Tetap Buka Akhir Pekan, Tangani Kesehatan Akibat Asap
Keterangan Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto. MC Pekanbaru/TD-YS
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru menjadi perhatian pemerintah daerah. Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru memastikan pelayanan di seluruh 21 puskesmas tetap beroperasi, termasuk pada Sabtu dan Minggu.
Berdasarkan informasi kualitas udara yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (17/10/2026) pukul 15.00 WIB, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Pekanbaru berada dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang terpapar asap dalam waktu lama.
- Baca juga:
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan pihaknya tetap menyiagakan seluruh puskesmas untuk memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu hari kerja untuk mendapatkan penanganan medis. Pelayanan kesehatan tetap tersedia selama akhir pekan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan lainnya bisa segera memperoleh pertolongan.
"Kami masih menyiagakan Puskesmas untuk melayani warga yang membutuhkan pengobatan akibat paparan asap ini. Selain di hari kerja, Sabtu dan Minggu Puskesmas tetap buka melayani warga," kata Hazli, Sabtu (17/10/2026).
Ia mengimbau warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap agar mendatangi puskesmas terdekat di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Selain memberikan pelayanan pengobatan secara gratis, puskesmas juga menyediakan obat-obatan dan masker bagi masyarakat. Fasilitas oksigen turut disiapkan untuk membantu pasien yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan penanganan sesuai kondisi medisnya.
"Warga yang mau masker juga bisa datang ke Puskesmas," ucapnya.
Hazli menegaskan, kesiapan layanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Ketersediaan fasilitas kesehatan diharapkan dapat memudahkan warga memperoleh pertolongan tanpa terkendala waktu pelayanan.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah warga Pekanbaru yang mengalami gangguan kesehatan selama periode kabut asap telah melampaui 11 ribu orang. Sebagian besar keluhan yang ditemukan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Besarnya jumlah kasus tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan, mengingat paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Untuk mengurangi risiko kesehatan, Hazli mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga juga dianjurkan menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengonsumsi makanan bergizi serta vitamin sesuai kebutuhan.
"Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan banyak mengkonsumsi air putih dan vitamin," pungkasnya.
Pemerintah mengharapkan masyarakat tetap waspada terhadap dampak kabut asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan. Sementara itu, keberadaan 21 puskesmas yang tetap beroperasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga selama kondisi udara belum membaik.






Komentar Via Facebook :