Home › Politik › Bramantyo Suwondo Dorong PBB Kaji Sumber Pendanaan Alternatif
Bramantyo Suwondo Dorong PBB Kaji Sumber Pendanaan Alternatif
Keterangan Foto: Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Bramantyo Suwondo. Foto : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Bramantyo Suwondo, mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkaji sumber pembiayaan alternatif untuk memperkuat keberlanjutan keuangan organisasi internasional tersebut di tengah tekanan finansial yang dihadapi.
Bramantyo menyampaikan pandangan tersebut dalam forum Bureau Standing Committee on UN Affairs pada Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania, Selasa (6/10/2026). Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota tetap memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban kontribusi sesuai ketentuan, secara penuh dan tepat waktu.
- Baca juga:
"Namun, upaya menjaga keberlanjutan keuangan PBB perlu disertai pembahasan yang lebih luas, termasuk kemungkinan mengembangkan sumber pendanaan tambahan di luar sistem kontribusi negara anggota yang berlaku saat ini," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, Senin (19/10/2026).
Menurut Bramantyo, berbagai mekanisme pembiayaan inovatif telah dibahas dan diterapkan selama bertahun-tahun di sejumlah bidang kerja sama internasional. Mekanisme tersebut dinilai dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung kebutuhan pendanaan PBB secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, pembiayaan alternatif bukan untuk menggantikan kewajiban negara anggota, melainkan melengkapi sistem kontribusi yang sudah ada. Dengan demikian, PBB diharapkan memiliki sumber daya tambahan yang lebih stabil dan dapat diprediksi, terutama untuk mendukung program-program yang menjadi kepentingan bersama masyarakat internasional.
Dari perspektif parlemen, Bramantyo menilai pembahasan mengenai pembiayaan PBB penting karena parlemen nasional turut memiliki kepentingan dalam menentukan bagaimana komitmen internasional didukung melalui pendanaan.
Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan agar Standing Committee on UN Affairs (SCUNA) memprakarsai diskusi atau kajian mengenai berbagai kemungkinan mekanisme pembiayaan alternatif bagi PBB.
Kajian tersebut dapat mencakup pemetaan model pembiayaan yang telah tersedia, penilaian kelayakan penerapannya, serta analisis mengenai potensi mekanisme baru dalam melengkapi sistem kontribusi negara anggota yang berlaku saat ini.
Bramantyo berharap pendekatan tersebut dapat mengarahkan pembahasan dari sekadar mengatasi kekurangan dana yang berulang menuju upaya membangun sistem pembiayaan PBB yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ia menambahkan, melalui forum parlemen internasional, Indonesia mendorong penguatan keberlanjutan keuangan PBB melalui kajian dan dialog mengenai sumber pendanaan alternatif, tanpa mengurangi tanggung jawab negara anggota dalam memenuhi kewajiban kontribusinya. ***






Komentar Via Facebook :