Home › Nasional › Pascabencana, Kementerian PU Benahi 7 TPA di Aceh
Pascabencana, Kementerian PU Benahi 7 TPA di Aceh
Keterangan Foto: Salah satu TPA di Aceh pascabencana. MC PU/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sanitasi di tujuh kabupaten di Aceh yang terdampak bencana. Perbaikan difokuskan pada tempat pemrosesan akhir (TPA) untuk memulihkan layanan persampahan sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.
Tujuh daerah tersebut meliputi Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Pekerjaan mencakup peningkatan kapasitas landfill, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, perbaikan jalan akses, serta penambahan fasilitas pendukung.
- Baca juga:
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh pelayanan dasar.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Dody.
Sejumlah proyek yang ditangani antara lain rehabilitasi TPA Kampung Durian di Aceh Tamiang, TPA Blang Beururu di Bireuen, serta TPA Teupin Keubeu di Aceh Utara. Khusus TPA Teupin Keubeu, fasilitas tersebut melayani sekitar 641 ribu jiwa di 25 kecamatan dengan volume sampah mencapai 85 ton per hari.
Perbaikan juga dilakukan di TPA Blang Awe, Pidie Jaya; TPA Uwer Tetemi, Aceh Tengah; TPA Selamat Indah, Aceh Tenggara; dan TPA Lhok Tujoh, Aceh Timur.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Tommy Permadhi, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar pelayanan persampahan kembali berjalan optimal.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai kebutuhan di lapangan dan target yang ditetapkan.
Kementerian PU menargetkan seluruh rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sanitasi di tujuh kabupaten tersebut rampung pada akhir November 2026. Pengerjaan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keberlanjutan fungsi fasilitas.
Pemulihan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan persampahan, menjaga kualitas lingkungan, serta mendukung aktivitas masyarakat kembali normal setelah bencana.






Komentar Via Facebook :