Home › Daerah › BNPB Catat Karhutla di Tiga Provinsi, Lebih dari 7 Hektare Lahan Terbakar
BNPB Catat Karhutla di Tiga Provinsi, Lebih dari 7 Hektare Lahan Terbakar
Keterangan Foto: Salah satu kondisi lahan pasca kebakaran. MC BNPB/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung, pada 17–18 Oktober 2026.
Berdasarkan rilis BNPB yang disampaikan pada Senin (19/10/2026), total lahan yang terbakar dalam sejumlah kejadian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari tujuh hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
- Baca juga:
Di Sulawesi Tengah, kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga di Dusun IV, Desa Lembah Bomban, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu (18/10).
Api menghanguskan sekitar dua hektare perkebunan yang ditanami kakao dan cengkeh. Petugas bersama masyarakat berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.00 WITA, setelah kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 11.00 WITA.
Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, tepatnya di Kelurahan Labia Bae, Kecamatan Ampana, serta Desa Uekuli, Kecamatan Tojo. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai dua hektare.
Peristiwa tersebut diketahui setelah warga melihat asap dan api dari kawasan lahan dan hutan. BPBD setempat bersama petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan pada hari yang sama, sementara pemantauan dilanjutkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Sementara itu, di Sulawesi Selatan, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Sekitar satu hektare lahan dilaporkan terbakar sebelum api berhasil dipadamkan oleh BPBD bersama petugas pemadam kebakaran.
Penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui. Petugas juga melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Kabupaten Sidenreng Rappang sendiri masih berada dalam status perpanjangan keadaan darurat bencana kekeringan dan karhutla selama 60 hari, terhitung sejak 3 September hingga 1 November 2026.
Kejadian lainnya dilaporkan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran melanda lahan di Desa Padang, Kecamatan Manggar, dan Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, pada Sabtu (17/10).
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Belitung Timur yang diperbarui pada Minggu (18/10), luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2,22 hektare.
Kebakaran pertama kali dilaporkan warga yang melihat kepulan asap tebal dari lokasi kejadian. Warga khawatir api meluas hingga mendekati permukiman sehingga segera melaporkannya kepada petugas.
BPBD bersama pemadam kebakaran, Satpol PP, Pos SAR Belitung Timur, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman serta pendinginan. Penanganan selesai pada Sabtu malam sekitar pukul 20.48 WIB. Kondisi di lokasi kemudian dilaporkan aman dan terkendali.
Menanggapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat kondisi lahan kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman maupun lahan di sekitarnya.
Rilis tersebut disampaikan oleh Berton SP Panjaitan, Ph.D., Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.






Komentar Via Facebook :