Home › Ekonomi › Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Meningkat, Kemendag Bidik Pasar Dunia
Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Meningkat, Kemendag Bidik Pasar Dunia
Keterangan Foto: Ilustrasi ekspor produk hijau
TANGERANG, Tabloid Diksi – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha Indonesia memperluas ekspor produk ramah lingkungan untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. Dalam rilis resmi yang diterbitkan Selasa (20/10/2026), Kemendag menyoroti peluang ekspor produk hijau melalui forum bisnis dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (17/10/2026).
Forum bertajuk Unlocking Green Export Opportunities: Optimalisasi Produk Environmental Goods untuk Pasar Internasional tersebut diikuti pelaku usaha yang ingin mengembangkan ekspor produk ramah lingkungan.
- Baca juga:
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan pelaku usaha perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan perdagangan global yang semakin memperhatikan keberlanjutan lingkungan, ketelusuran rantai pasok, efisiensi sumber daya, dan transparansi proses produksi.
Menurut Tommy, pemahaman terhadap regulasi dan standar lingkungan menjadi faktor penting untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.
Data Trade Map yang diolah Kemendag mencatat nilai ekspor produk ramah lingkungan Indonesia mencapai USD 8,03 miliar sepanjang 2024, meningkat dari USD 7,03 miliar pada 2023. Sementara itu, pada Januari–Agustus 2025, nilainya mencapai USD 6,65 miliar atau naik sekitar 59,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejumlah produk yang berkontribusi terhadap ekspor tersebut meliputi komponen kendaraan bermotor, tungku dan oven listrik untuk kebutuhan industri atau laboratorium, serta komponen mesin dan peralatan listrik.
Dalam forum tersebut, Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Dewi Muliana, menjelaskan bahwa pemerintah mendorong penerapan Standar Industri Hijau, pengembangan ekonomi sirkular, serta dukungan pembiayaan dan insentif bagi pelaku usaha.
Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Sri Mulatsih, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekspor komoditas pertanian, seperti kopi, kakao, kelapa, kelapa sawit, karet, dan rempah-rempah.
Dari sisi pasar, Atase Perdagangan RI di Brussels, Belgia, Lusyana Halmiati, mengingatkan eksportir agar memperhatikan persyaratan lingkungan yang berlaku di Uni Eropa. Menurutnya, pembeli di kawasan tersebut semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam menentukan produk yang akan dipasarkan.
Sustainability Director Cargill Indonesia, Yunita Widiastuti, menambahkan bahwa klaim ramah lingkungan harus dapat dibuktikan melalui data yang jelas dan sistem ketelusuran yang memadai. Kesiapan ekspor hijau, katanya, mencakup seluruh proses usaha, mulai dari sumber bahan baku hingga produksi.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Kakao Indonesia-Cocoa Sustainability Partnership (ASKINDO-CSP), Jason Sutjiawan. Ia berharap Kemendag terus membantu membuka akses pasar internasional bagi produk Indonesia, khususnya kakao, yang memiliki peluang untuk dikembangkan di Eropa, Amerika, Tiongkok, dan India.






Komentar Via Facebook :