https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Luhut Usul Kerugian Negara Tak Jadi Tolok Ukur Utama Kasus Korupsi •   DPR RI Soroti Perundungan Anak Berujung Kematian •   Maruli Simanjuntak Dorong Program Ekonomi Nyata di Wilayah Perbatasan •   PDI-P Pecat Bupati Klaten Hamenang Usai Jadi Tersangka Korupsi
Home › Politik › Komisi VIII DPR Dorong BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Politik
Pulau Jawa & Madura

Komisi VIII DPR Dorong BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:21 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Komisi VIII DPR Dorong BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Keterangan Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina. Dok : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, penanganan bencana harus mengutamakan pencegahan dan deteksi dini, bukan hanya pemadaman setelah api meluas.

Selly mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan langkah yang serius, terukur, dan terkoordinasi, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan dan kebakaran. BNPB juga diminta memastikan kesiapan personel, peralatan, serta dukungan operasional di daerah sebelum kondisi darurat terjadi.

    Baca juga:
  • DPR RI Soroti Perundungan Anak Berujung Kematian

  • PDI-P Pecat Bupati Klaten Hamenang Usai Jadi Tersangka Korupsi

  • DPR Dorong Peningkatan Investasi Jerman dan Kunjungan Wisatawan ke Indonesia

“Penanganan karhutla harus dilakukan secara serius, terukur, dan tidak semata-mata berorientasi pada pemadaman setelah api meluas. BNPB perlu memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini, terutama di wilayah rawan kekeringan dan kebakaran,” tegas Selly dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut turut menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor antara BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya.

Menurutnya, informasi mengenai kondisi cuaca, titik panas (hotspot), dan potensi kekeringan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan. Upaya antisipasi juga perlu mencakup kesiapan personel dan peralatan, ketersediaan sumber air, pengawasan wilayah rawan, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Dengan langkah tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat terdeteksi lebih awal sehingga risiko meluasnya api dapat ditekan.

Selly menegaskan, keberhasilan BNPB tidak cukup diukur dari banyaknya operasi penanggulangan bencana yang dilakukan. Kinerja lembaga tersebut juga harus dilihat dari dampak nyata terhadap keselamatan dan kehidupan masyarakat.

“Dari perspektif Komisi VIII DPR RI, kinerja BNPB harus diukur dari hasil nyata, bukan hanya jumlah operasi yang dilakukan. Indikatornya antara lain kecepatan respons, kesiapan logistik dan peralatan, efektivitas koordinasi pusat dan daerah, serta kemampuan menekan luas kebakaran, korban, dan dampak terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, deteksi dini yang disertai pengerahan personel dan sarana-prasarana secara tepat merupakan kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

BNPB juga diminta memastikan dukungan kepada pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan berjalan efektif, baik melalui kesiapan operasional maupun penyediaan kebutuhan penanganan bencana.

“BNPB perlu memastikan langkah pencegahan dilakukan sebelum kebakaran meluas, melalui deteksi dini, pengerahan personel dan peralatan secara cepat, serta dukungan nyata kepada pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan. Dengan begitu, potensi bencana dapat ditekan sejak awal dan keselamatan masyarakat lebih terjamin,” kata legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII tersebut.

Anggaran BNPB 2027 Capai Rp1,003 Triliun

Dari sisi pendanaan, Selly mengungkapkan bahwa Komisi VIII DPR RI telah menyetujui pagu anggaran BNPB Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,003 triliun dalam rapat kerja bersama Kepala BNPB pada 1 September 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan pagu anggaran BNPB secara keseluruhan, bukan alokasi khusus untuk penanganan karhutla ataupun dampak fenomena El Niño.

Karena itu, Selly mendorong agar pengalokasian anggaran mitigasi dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan masing-masing daerah. Wilayah rawan bencana dengan kapasitas fiskal terbatas perlu menjadi salah satu prioritas agar upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dapat berjalan optimal.

“Menurut saya, anggaran mitigasi perlu diperkuat secara proporsional dan berbasis risiko. Dalam kesimpulan rapat yang sama, Komisi VIII secara tegas meminta BNPB memprioritaskan daerah rawan bencana yang memiliki kapasitas fiskal terbatas, memastikan ketersediaan logistik dan peralatan yang memadai, serta meningkatkan kapasitas BPBD, relawan, dan masyarakat,” jelasnya.

Selly juga mengingatkan bahwa penguatan anggaran harus diikuti dengan akuntabilitas, pengawasan realisasi, dan evaluasi hasil pelaksanaan. Dengan demikian, dana kebencanaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko bencana dan mencegah jatuhnya korban.

“Penguatan anggaran harus diikuti target kinerja yang jelas, pengawasan realisasi, dan evaluasi dampak. Ukuran keberhasilan anggaran bukan sekadar seberapa besar dana yang terserap, melainkan seberapa efektif anggaran tersebut mengurangi risiko bencana, mencegah korban, dan melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Luas Karhutla Meningkat

Urgensi penguatan mitigasi tersebut juga tercermin dalam data Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam naskah sumber, luas indikatif karhutla mencapai 202.004 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026, atau meningkat sekitar 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Angka tersebut memperkuat pentingnya penentuan prioritas penanggulangan bencana berdasarkan tingkat risiko, kesiapan daerah, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui perencanaan anggaran yang tepat sasaran serta koordinasi lintas sektor yang efektif, upaya mitigasi diharapkan dapat menekan luas kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komisi VIIIDPR RIBNBPKarhutla
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    DPR Dorong Peningkatan Investasi Jerman dan Kunjungan Wisatawan ke Indonesia

    Selasa, 20 Okt 2026 | 19:14 WIB
  • Politik

    Komisi III DPR RI Dukung Usulan Kapolri, MUI Diminta Kaji Fatwa Vape

    Selasa, 20 Okt 2026 | 17:05 WIB
  • Politik

    Ahmad Sahroni Desak Kapolri Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Pasar Modal

    Selasa, 20 Okt 2026 | 16:02 WIB
  • Politik

    Ketua Komisi II DPR Dorong Pencabutan HGU Perusahaan Pelaku Karhutla di Kalsel

    Selasa, 20 Okt 2026 | 13:58 WIB
  • Politik

    Antisipasi Lonjakan DBD, Puan Dorong Gerakan 3M Plus Digencarkan

    Selasa, 20 Okt 2026 | 11:52 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #5

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #6

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #7

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #8

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #9

    Ayah Selebgram Pekanbaru Jadi Tersangka, Diduga Tipu Korban Modus Proyek Batu Bara

    Selasa, 06 Okt 2026 - 15:21 WIB

HUKRIM

  • Sembunyikan Korban, Pria di Kampar Gaet dan Gagahi Pacar Bawah Umur 10 Kali

    Sembunyikan Korban, Pria di Kampar Gaet dan Gagahi Pacar Bawah Umur 10 Kali

    Rabu, 21 Okt 2026 | 15:29 WIB
  • Bisnis Haram Penimbun Bio Solar Subsidi Terbongkar, Polda Riau Sikat 2 Pelaku dan 6.500 Liter BBM

    Bisnis Haram Penimbun Bio Solar Subsidi Terbongkar, Polda Riau Sikat 2 Pelaku dan 6.500 Liter BBM

    Rabu, 21 Okt 2026 | 14:51 WIB
  • Tuding Polisi Beking Mafia Solar di Kampar, Pemilik Akun TikTok Ini Diburu  ?

    Tuding Polisi Beking Mafia Solar di Kampar, Pemilik Akun TikTok Ini Diburu ?

    Rabu, 21 Okt 2026 | 13:26 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Meningkat, Kemendag Bidik Pasar Dunia

    Ekspor Produk Ramah Lingkungan Indonesia Meningkat, Kemendag Bidik Pasar Dunia

    Selasa, 20 Okt 2026 | 22:56 WIB
  • S’RASA Raup Potensi Transaksi Rp560 Miliar di TEI ke-41

    S’RASA Raup Potensi Transaksi Rp560 Miliar di TEI ke-41

    Selasa, 20 Okt 2026 | 21:47 WIB
  • Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi ke Daerah Dipercepat

    Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi ke Daerah Dipercepat

    Senin, 19 Okt 2026 | 23:04 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com