Home › Politik › DPR RI Dorong Pemanfaatan AI untuk Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
DPR RI Dorong Pemanfaatan AI untuk Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Keterangan Foto: Delegasi Indonesia dipimpin Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat, didampingi Wakil Ketua BKSAP Ravindra Airlangga serta anggota BKSAP Sigit Purnomo. Dok : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menghadiri Global Parliamentary Forum 2026 di Bangkok, Thailand, pada 12–13 Oktober 2026. Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia (World Bank Group).
Delegasi Indonesia dipimpin Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat, didampingi Wakil Ketua BKSAP Ravindra Airlangga serta anggota BKSAP Sigit Purnomo.
- Baca juga:
Forum ini mempertemukan anggota parlemen dari berbagai negara dengan pimpinan dan pejabat senior IMF serta Bank Dunia untuk membahas tantangan ekonomi dan pembangunan global. Sejumlah isu utama yang menjadi perhatian meliputi penciptaan lapangan kerja, mobilisasi investasi swasta, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam pembahasan tersebut, Bank Dunia memperkirakan sekitar 1,2 miliar anak muda di negara berkembang akan memasuki usia kerja dalam 10–15 tahun mendatang. Namun, jumlah lapangan kerja yang diproyeksikan tersedia hanya sekitar 400 juta. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kebijakan strategis untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan.
Dalam sesi diskusi, delegasi Indonesia mengangkat tiga isu strategis. Pertama, keberlanjutan lapangan kerja di tengah perkembangan AI dan otomatisasi. Kedua, kebutuhan energi dan air beserta dampaknya terhadap lingkungan. Ketiga, pentingnya mengukur keberhasilan pembangunan berdasarkan kualitas dan produktivitas pekerjaan, bukan hanya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
“Isu tersebut relevan bagi Indonesia, mengingat tantangan pemerataan infrastruktur energi sebagai negara kepulauan serta kebutuhan mempersiapkan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi digital,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Senin (20/10/2026).
Politisi Fraksi PKS tersebut menegaskan bahwa pemanfaatan AI perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Namun, penerapannya juga harus memperhatikan risiko tergantikannya pekerjaan akibat otomatisasi serta aspek keberlanjutan sumber daya.
Menanggapi hal tersebut, IMF menjelaskan bahwa kesiapan suatu negara dalam menghadapi perkembangan AI dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain infrastruktur, keterampilan tenaga kerja, akses terhadap pelatihan, dan kondisi pasar kerja.
Sementara itu, Bank Dunia menekankan bahwa AI berpotensi meningkatkan produktivitas di berbagai sektor, termasuk pertanian. Untuk mencapai manfaat optimal, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik perekonomian masing-masing negara.
Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi parlemen sekaligus memperluas pertukaran perspektif mengenai agenda pembangunan global.
Pembahasan ini menegaskan pentingnya peran parlemen dalam mendorong kebijakan yang tepat, mengawal alokasi anggaran, serta memperkuat fungsi pengawasan pembangunan. Langkah tersebut diperlukan agar transformasi digital mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperluas kesempatan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan. ***






Komentar Via Facebook :