https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Jemput Bola Masalah Kamtibmas, Polsek Batu Hampar Sapa Warga Lewat Jumat Curhat •   Pdt Steve Marcel Hadiri KKR Pemuda Riau 2026, 17.500 Peserta Padati Hall Basket Rumbai •   BNPB Kerahkan Helikopter dari Kalsel, Sejumlah Titik Karhutla di Jawa Timur Jadi Perhatian •   Mobil Mewah Tersangka Korupsi Dana Bencana BNPB Disita KPK
Home › Nasional › 13,2 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital, Pemerintah Siapkan Skema Bansos Tunai
Nasional

13,2 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital, Pemerintah Siapkan Skema Bansos Tunai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:42 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
13,2 Juta Keluarga Terdaftar di Perlinsos Digital, Pemerintah Siapkan Skema Bansos Tunai

Keterangan Foto: Ilustrasi hasil AI

JAKARTA, Tabloid Diksi – Pemerintah terus mempersiapkan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital untuk memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial (bansos). Hingga 23 Oktober 2026, tercatat sebanyak 13.284.093 keluarga telah mendaftarkan diri melalui sistem tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pendaftaran dilakukan melalui dua jalur, yakni secara mandiri dan dengan bantuan agen Perlinsos Digital.

    Baca juga:
  • BNPB Kerahkan Helikopter dari Kalsel, Sejumlah Titik Karhutla di Jawa Timur Jadi Perhatian

  • Mobil Mewah Tersangka Korupsi Dana Bencana BNPB Disita KPK

  • Prabowo Kucurkan Banpres Rp240 Miliar untuk Penanganan Karhutla di Kalbar

"Per hari ini, 23 Oktober 2026, lewat agen-agen Perlinsos maupun mandiri, sudah ada 13.284.093 keluarga telah terdaftar di Perlinsos Digital," ujar Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pemerintah menjadwalkan peluncuran program Perlinsos Digital secara nasional pada 10 November 2026. Sistem ini diharapkan dapat memperbaiki pendataan sekaligus mendukung kebijakan penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan perubahan pendekatan dalam pemberian subsidi. Ke depan, bantuan akan lebih diarahkan langsung kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat melalui skema transfer tunai.

"Tadi ada kita laporkan mengenai perlinsos yang akan di roll out atau di-launching oleh Presiden pada tanggal 10 November," kata Luhut seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, pemerintah ingin mengubah pola subsidi yang selama ini diberikan melalui produk menjadi bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat sasaran.

"Yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer. Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi," ucapnya.

Meski jumlah pendaftar telah melampaui 13,2 juta keluarga, angka tersebut belum dapat diartikan sebagai jumlah penerima bansos tunai. Pemerintah masih harus melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Data Penerima Akan Diperiksa Ulang

Gus Ipul menjelaskan, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat basis data penerima bantuan sosial melalui proses registrasi ulang. Pemeriksaan dilakukan dengan melengkapi data berdasarkan nama dan alamat serta memanfaatkan teknologi biometrik, termasuk pengenalan wajah.

"Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang," ujarnya.

Selain memutakhirkan data penerima yang telah terdaftar, sistem ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial untuk melakukan pendaftaran.

"Jadi kami meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar," kata Gus Ipul.

Namun, ia mengingatkan bahwa pendaftaran bukan berarti seseorang otomatis ditetapkan sebagai penerima bantuan. Data yang masuk tetap harus melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mendukung proses tersebut, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah, perangkat wilayah, operator data, serta pendamping sosial. Masyarakat juga diajak membantu keluarga maupun tetangga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital.

"Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat," tutur Gus Ipul.

Lebih dari 816 Ribu Agen Terlibat

Kementerian Sosial mencatat sebanyak 816.674 orang telah bergabung sebagai agen Perlinsos Digital hingga 23 Oktober 2026. Para agen ini bertugas membantu warga melakukan pendaftaran serta memberikan informasi mengenai program perlindungan sosial tersebut.

Keterlibatan agen diharapkan mempermudah masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital atau menghadapi kendala dalam mengakses teknologi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Percepatan Program Prioritas Ekonomi DEN, Mochammad Firman Hidayat, menyampaikan bahwa pelaksanaan Perlinsos Digital telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Dalam laporan terdahulu, Firman menyebutkan sekitar 11,5 juta kepala keluarga telah terdaftar. Saat itu, pemerintah juga melibatkan sekitar 775.000 agen untuk membantu proses pendaftaran, dengan jumlah pengakses portal yang mencapai lebih dari 600.000 orang setiap hari.

Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan waktu pelaporan. Data Kemensos per 23 Oktober 2026 menunjukkan jumlah pendaftar telah meningkat menjadi lebih dari 13,2 juta keluarga.

Uji Coba Tunjukkan Perbaikan Ketepatan Sasaran

Pemerintah juga mengevaluasi hasil uji coba Perlinsos Digital yang dilaksanakan di Bali. Berdasarkan laporan DEN, penerapan sistem tersebut menunjukkan perbaikan dalam ketepatan pendataan penerima manfaat.

Firman menyebutkan, kesalahan berupa masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan tetapi tidak terdata (exclusion error) mengalami penurunan sebesar 24,1 persen.

Sementara itu, inclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat yang tidak memenuhi kriteria justru masuk dalam data penerima bantuan, juga dilaporkan mengalami penurunan dari angka 4,1 persen.

Menurut Firman, hasil uji coba tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menyempurnakan sistem sebelum diterapkan secara nasional.

"Dengan menggunakan Perlinsos Digital ini, exclusion error itu bisa turun sebesar 24,1 persen dan inclusion error juga bisa turun dari 4,1 persen," kata Firman.

Ia menilai digitalisasi perlindungan sosial berpotensi meningkatkan transparansi serta memperbaiki ketepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Artinya Digitalisasi Perlinsos ini mampu membuat proses (penyaluran) bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran," ujarnya.

Dengan peluncuran nasional yang direncanakan pada 10 November 2026, pemerintah masih memiliki tahapan pendataan dan verifikasi yang perlu diselesaikan agar penyaluran bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat sesuai kriteria yang ditetapkan.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Perlinsos Digital bansos tunai Kementerian Sosial Gus Ipul Luhut Binsar Pandjaitan Prabowo Subianto
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia Dinilai Perkuat Peran Diplomasi Prabowo

    Selasa, 20 Okt 2026 | 21:25 WIB
  • Nasional

    Wapres Gibran Minta Doa Kiai untuk Presiden Prabowo, Tinjau Pelatihan AI di Ponpes Dalwa

    Jumat, 16 Okt 2026 | 22:20 WIB
  • Nasional

    Resmi Jadi Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto Fokus Perkuat Pelayanan dan Penegakan Hukum

    Kamis, 01 Okt 2026 | 17:22 WIB
  • Nasional

    Prabowo Dukung PSSI Persiapkan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

    Jumat, 19 Jun 2026 | 21:58 WIB
  • Nasional

    Layanan Haji 2026 Diperbaiki, DPR Apresiasi Kinerja Kementerian Haji dan Umrah

    Rabu, 17 Jun 2026 | 22:05 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #7

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #8

    Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor

    Senin, 12 Okt 2026 - 20:18 WIB
  • #9

    Tak Tinggal Diam Hadapi Kabut Asap, Mahasiswa UMRI Turun Tangan Salurkan 500 Masker

    Jumat, 09 Okt 2026 - 22:29 WIB

HUKRIM

  • Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:25 WIB
  • Dapat Narkoba dari Pekanbaru, Pengedar Sabu di Tambang Diringkus Polsek Tambang

    Dapat Narkoba dari Pekanbaru, Pengedar Sabu di Tambang Diringkus Polsek Tambang

    Jumat, 23 Okt 2026 | 13:48 WIB
  • Laporan Warga Manjur! Polres Kampar Cokok Mafia Solar Subsidi  ?

    Laporan Warga Manjur! Polres Kampar Cokok Mafia Solar Subsidi ?

    Jumat, 23 Okt 2026 | 08:08 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Jumat, 23 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:18 WIB
  • Wantimpres Minta Penjelasan Menkeu soal Kondisi Fiskal dan Postur APBN 2027

    Wantimpres Minta Penjelasan Menkeu soal Kondisi Fiskal dan Postur APBN 2027

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:09 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com