https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Terima Undangan DEN Bahas Korupsi, Yusril Siap Berikan Pandangan Hukum •   Riau Keluar dari Prioritas Nasional Karhutla, SF Hariyanto Minta Kewaspadaan Tetap Dijaga •   18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif! •   Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri
Home › Daerah › Riau Keluar dari Prioritas Nasional Karhutla, SF Hariyanto Minta Kewaspadaan Tetap Dijaga
Daerah
Pekanbaru

Riau Keluar dari Prioritas Nasional Karhutla, SF Hariyanto Minta Kewaspadaan Tetap Dijaga

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Riau Keluar dari Prioritas Nasional Karhutla, SF Hariyanto Minta Kewaspadaan Tetap Dijaga

Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ist

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Provinsi Riau tidak lagi masuk dalam daftar prioritas nasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi titik panas di wilayah Riau menunjukkan penurunan signifikan berkat upaya penanganan yang dilakukan secara terpadu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, menyampaikan hal itu dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

    Baca juga:
  • 1.460 Peserta Ikuti Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026

  • Pdt Steve Marcel Hadiri KKR Pemuda Riau 2026, 17.500 Peserta Padati Hall Basket Rumbai

  • DPMPTSP Rohil Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Nasional 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, relawan, dan masyarakat dalam mengendalikan kebakaran.

"Tentu ini menjadi hal yang patut kita apresiasi. Atas kerja sama Satgas Karhutla, relawan hingga masyarakat yang membantu proses pemadaman api sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI, bahwa penanganan harus dilakukan dengan sistem gotong royong dan kerja sama. Sehingga, Riau dinyatakan keluar dari daftar prioritas nasional atas penanganan bencana Karhutla," kata SF Hariyanto, Sabtu (24/10/2026).

Meski status tersebut telah dicapai, Pemprov Riau memastikan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tetap berjalan. Koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.

SF Hariyanto menegaskan, kesiapsiagaan harus dipertahankan, terutama menjelang puncak musim kemarau. Pemerintah daerah menargetkan kondisi tanpa titik panas atau zero hotspot dapat terus dijaga.

"Pemprov Riau akan tetap siaga penuh, terutama menjelang puncak musim kemarau, agar status zero hotspot dapat dipertahankan," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas.

"Kita minta dukungan dari masyarakat. Agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Tanpa kesadaran bersama untuk berhenti membakar, upaya yang telah dilakukan Satgas Karhutla di lapangan akan sia-sia," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengungkapkan adanya penurunan jumlah titik panas di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuat jumlah provinsi yang menjadi prioritas nasional penanganan karhutla berkurang dari enam menjadi lima provinsi.

"Dari yang awalnya 6 provinsi prioritas, Riau sudah kami keluarkan, karena di Riau sudah tidak ada lagi titik api. Sehingga tersisa 5 provinsi prioritas," kata Kristomei.

Lima provinsi yang masih menjadi prioritas penanganan karhutla nasional meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

BNPB juga mencatat adanya peningkatan titik panas di Sumatera Selatan dan Jambi. Namun, kenaikan tersebut dinilai belum terlalu signifikan.

"Kami terus berkoordinasi agar penanganan Karhutla dapat berjalan maksimal di seluruh wilayah," pungkasnya.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Karhutla RiauSF HariyantoBNPBKristomei SianturiPemprov Riaukebakaran hutan dan lahan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    BNPB Kerahkan Helikopter dari Kalsel, Sejumlah Titik Karhutla di Jawa Timur Jadi Perhatian

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 10:08 WIB
  • Nasional

    Mobil Mewah Tersangka Korupsi Dana Bencana BNPB Disita KPK

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 09:46 WIB
  • Nasional

    Prabowo Kucurkan Banpres Rp240 Miliar untuk Penanganan Karhutla di Kalbar

    Jumat, 23 Okt 2026 | 19:07 WIB
  • Nasional

    Kepala BNPB Kristomei Sianturi Kerahkan Tambahan Helikopter dari Kalsel dan Pesawat OMC dari Kalbar

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:35 WIB
  • Nasional

    BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Kebakaran TPA Sorong Masih Berlangsung

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:26 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #7

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #8

    Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor

    Senin, 12 Okt 2026 - 20:18 WIB
  • #9

    Tak Tinggal Diam Hadapi Kabut Asap, Mahasiswa UMRI Turun Tangan Salurkan 500 Masker

    Jumat, 09 Okt 2026 - 22:29 WIB

HUKRIM

  • 18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif!

    18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif!

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 18:34 WIB
  • Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri

    Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 16:49 WIB
  • Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:25 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Jumat, 23 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:18 WIB
  • Wantimpres Minta Penjelasan Menkeu soal Kondisi Fiskal dan Postur APBN 2027

    Wantimpres Minta Penjelasan Menkeu soal Kondisi Fiskal dan Postur APBN 2027

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:09 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com