Home › Daerah › Hujan Lebat Belum Pulihkan Kualitas Udara Pelalawan, PM2.5 Masih Tidak Sehat
Hujan Lebat Belum Pulihkan Kualitas Udara Pelalawan, PM2.5 Masih Tidak Sehat
Keterangan Foto: Kabut asap tebal menyelimuti gerbang Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (25/10/2026). TD/YS
PELALAWAN, Tabloid Diksi – Kualitas udara di Kabupaten Pelalawan, Riau, masih berada pada kategori tidak sehat meskipun wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Minggu (25/10/2026), dua parameter pencemaran udara tercatat berada pada level tidak sehat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra, mengatakan kualitas udara sempat memburuk pada pagi hari sebelum berangsur turun menjelang siang.
- Baca juga:
Menurutnya, pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, ISPU sempat menunjukkan kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut kemudian menurun mulai sekitar pukul 10.00 WIB.
“Pada jam 7 sampai jam 9 pagi tadi sudah sempat di level sangat tidak sehat, ISPU berwarna merah. Namun kembali turun mulai jam 10 sampai siang ini,” ujar Eko, Minggu (25/10/2026).
Berdasarkan data pemantauan yang disampaikan, parameter PM10 tercatat pada angka 131, masuk kategori tidak sehat. Angka ini meningkat dibandingkan pengukuran sebelumnya yang berada di angka 97 atau kategori sedang.
Sementara itu, parameter PM2.5 mencapai angka 192 dan masih berada pada kategori tidak sehat. Nilai tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebesar 162.
Eko menjelaskan, kondisi udara di Pelalawan masih dipengaruhi kabut asap yang berasal dari luar daerah, terutama dari wilayah Palembang dan Jambi.
“Sampai sekarang kualitas udara kita masih dipengaruhi kabut asap kiriman dari Palembang dan Jambi,” katanya.
Adapun tiga parameter lainnya yang dipantau, yakni SO2, O2, dan NO2, dilaporkan tidak banyak mengalami perubahan selama kabut asap melanda wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan dalam laporan, ketiganya masih ditunjukkan dengan indikator warna hijau.
Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang mengguyur Pelalawan belum sepenuhnya mengatasi persoalan pencemaran udara akibat kabut asap. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi paparan asap, terutama ketika konsentrasi polutan meningkat.






Komentar Via Facebook :