https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Pria Ditemukan Meninggal di Belakang Warung di Inhu, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan •   PKB Pekanbaru Targetkan 7 Kursi DPRD, Kasir ST Ajak Kader Solid •   17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027 •   Polisi Sisir Lokasi Diduga Sawmill Ilegal di Kampar: Salah Wilayah Hukum dan Sepi Aktivitas ?
Home › Politik › Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Data Nasional Jadi Sorotan DPR RI
Politik
Pulau Jawa & Madura

Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Data Nasional Jadi Sorotan DPR RI

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:41 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Data Nasional Jadi Sorotan DPR RI

Keterangan Foto: Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Dok : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemajuan dalam agenda legislasi. Namun, pelaksanaan kebijakan di lapangan masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait penyelesaian regulasi turunan dan tata kelola data nasional.

Karena itu, Rieke mendesak pemerintah mempercepat penyusunan dan pelaksanaan aturan turunan undang-undang agar visi pembangunan yang berlandaskan konstitusi dapat diwujudkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

    Baca juga:
  • Komisi III DPR Desak Dugaan Suap di Balik Izin Konsesi Karhutla Diusut

  • Andre Rosiade Dorong Evaluasi MBG, Standar Keamanan Pangan Tak Boleh Diabaikan

  • Habiburokhman Klaim Penanganan Demonstrasi Lebih Humanis di Era Prabowo

Hal tersebut disampaikan Rieke saat menjadi narasumber dalam Dialektika Demokrasi bertema Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat, Ekonomi Kuat hingga Kemandirian Nasional, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Rieke, evaluasi terhadap pemerintahan tidak cukup hanya didasarkan pada pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan keadilan dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Ia menegaskan, arah pembangunan nasional harus tetap berpedoman pada amanat Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Maju itu belum tentu ada keadilan dan ada kemakmuran,” ujarnya.

Rieke menilai, pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Pemenuhan hak masyarakat atas pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, jaminan sosial, perlindungan hukum, hingga lingkungan hidup yang baik harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan nasional.

Dalam hal ini, DPR memiliki tanggung jawab melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk memastikan berbagai agenda tersebut berjalan sesuai tujuan.

Data Akurat Jadi Fondasi Pembangunan

Salah satu persoalan mendasar yang disoroti Rieke adalah belum optimalnya pemanfaatan data akurat dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, data nasional harus mampu menggambarkan kondisi riil serta potensi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Ketika perencanaan pembangunan kita tidak berbasis pada data yang akurat, tidak mungkin pembangunan itu berjalan dengan baik,” katanya.

Rieke menyambut kebijakan Satu Data Indonesia sebagai langkah penting dalam memperbaiki tata kelola data nasional. Namun, ia menekankan perlunya percepatan penyelesaian aturan pelaksanaan agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal.

Selain persoalan data, politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti lambannya penyelesaian regulasi turunan sejumlah undang-undang, termasuk yang berkaitan dengan Satu Data Indonesia, reforma agraria, dan perlindungan ketenagakerjaan.

Ia menilai, keterlambatan penyusunan aturan tersebut berpotensi menghambat implementasi kebijakan yang telah disepakati pemerintah bersama DPR.

Rieke pun mempertanyakan bagaimana visi Presiden dapat diwujudkan secara efektif apabila perangkat hukum yang diperlukan belum tersedia atau belum diselesaikan.

Program Kerakyatan Perlu Tata Kelola yang Jelas

Dalam bidang ekonomi kerakyatan, Rieke menilai gagasan Koperasi Desa Merah Putih dan program pemenuhan gizi masyarakat memiliki relevansi dengan cita-cita pembangunan nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau penyaluran bantuan. Pemerintah, menurutnya, perlu memperkuat tata kelola dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya tidak anti kritik, tetapi jangan cuma menjadi tukang kritik tanpa solusi,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan sistem pemenuhan gizi yang mencakup rantai produksi serta memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Terkait koperasi, Rieke mengingatkan pentingnya menempatkan kelembagaan tersebut dalam kerangka demokrasi ekonomi. Sementara itu, kebijakan mengenai jaminan sosial harus tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, setiap program pemerintah perlu memiliki landasan regulasi yang jelas, selaras, dan tidak saling bertentangan. Oleh sebab itu, sinkronisasi peraturan presiden, instruksi presiden, serta instrumen hukum lainnya menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan kebijakan.

Kedaulatan Data Digital Perlu Diperkuat

Rieke turut menyoroti persoalan pengendalian data dan ekosistem digital pemerintah. Ia menilai, pengelolaan data strategis negara tidak boleh terfragmentasi karena dapat memengaruhi efektivitas pelayanan publik sekaligus menyangkut kedaulatan nasional.

Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi dan kendali pemerintah terhadap sistem data digital agar pengelolaannya lebih terpadu, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rieke menegaskan, keberhasilan pembangunan nasional pada akhirnya bergantung pada keselarasan antara visi konstitusional, kepastian hukum, ketersediaan data yang akurat, serta konsistensi pelaksanaan kebijakan.

Dengan demikian, percepatan penyelesaian regulasi turunan dan pembenahan tata kelola data menjadi pekerjaan penting agar berbagai program pemerintah tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

EvaluasiPemerintahData NasionalRieki Diah Pitaloka
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Cegah Kecelakaan Laut Berulang, DPR Minta Sistem Klasifikasi Kapal Dievaluasi

    Rabu, 21 Okt 2026 | 21:31 WIB
  • Nasional

    Mendagri Dorong Diskominfo Jadi Ujung Tombak Komunikasi Pemerintah

    Rabu, 14 Okt 2026 | 17:00 WIB
  • Nasional

    Pemerintah Kerahkan Satgas Darat dan Udara untuk Atasi Karhutla

    Minggu, 11 Okt 2026 | 18:50 WIB
  • Ekonomi

    SF Hariyanto Turun ke Tenayan Raya, Warga Terima Beras dan Minyak Gratis

    Kamis, 15 Okt 2026 | 16:11 WIB
  • Nasional

    Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis Mulai dari TK Hingga PTN

    Kamis, 24 Sep 2026 | 20:05 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #7

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #8

    Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor

    Senin, 12 Okt 2026 - 20:18 WIB
  • #9

    Bukan Sekadar Tanam, Polsek Batu Hampar Pantau Program Jagung Perkuat Ketahanan Pangan

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:06 WIB

HUKRIM

  • 18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif!

    18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif!

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 18:34 WIB
  • Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri

    Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 16:49 WIB
  • Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:25 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Truk Tambang Hybrid 100 Ton Diuji di Indonesia, Efisiensi BBM Jadi Fokus

    Truk Tambang Hybrid 100 Ton Diuji di Indonesia, Efisiensi BBM Jadi Fokus

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 14:35 WIB
  • Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Jumat, 23 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:18 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com