https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Pria Ditemukan Meninggal di Belakang Warung di Inhu, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan •   PKB Pekanbaru Targetkan 7 Kursi DPRD, Kasir ST Ajak Kader Solid •   17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027 •   Polisi Sisir Lokasi Diduga Sawmill Ilegal di Kampar: Salah Wilayah Hukum dan Sepi Aktivitas ?
Home › Politik › Andre Rosiade Dorong Evaluasi MBG, Standar Keamanan Pangan Tak Boleh Diabaikan
Politik
Pulau Jawa & Madura

Andre Rosiade Dorong Evaluasi MBG, Standar Keamanan Pangan Tak Boleh Diabaikan

Jumat, 23 Oktober 2026 | 15:52 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Andre Rosiade Dorong Evaluasi MBG, Standar Keamanan Pangan Tak Boleh Diabaikan

Keterangan Foto: Anggota DPR RI, Andre Rosiade. Dok : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota DPR RI Andre Rosiade menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah. Namun, ia menegaskan pelaksanaan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut harus terus dievaluasi, khususnya terkait keamanan pangan, pengawasan, dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Hal itu disampaikan Andre dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/10/2026), saat membahas evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo.

    Baca juga:
  • Komisi III DPR Desak Dugaan Suap di Balik Izin Konsesi Karhutla Diusut

  • Habiburokhman Klaim Penanganan Demonstrasi Lebih Humanis di Era Prabowo

  • PKB Pekanbaru Targetkan 7 Kursi DPRD, Kasir ST Ajak Kader Solid

Menurut Andre, penolakan terhadap MBG yang ramai diperbincangkan di Jakarta belum tentu mencerminkan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Berdasarkan kunjungannya ke sejumlah wilayah, ia mengaku bertemu dengan siswa dan orang tua yang berharap dapat merasakan manfaat program tersebut.

“Kalau di Jakarta mungkin ramai penolakan (MBG). Namun, ketika saya berkeliling ke daerah pemilihan dan berbagai provinsi, saya bertemu dengan siswa serta masyarakat yang justru membutuhkan MBG,” kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Kebutuhan Masyarakat Daerah Perlu Diperhatikan

Andre menceritakan pengalamannya saat mendampingi Presiden Prabowo meresmikan jembatan darurat di Sumatera Barat pada Desember 2025, setelah wilayah tersebut terdampak bencana alam.

Saat itu, sejumlah anak sekolah dasar menghampiri Presiden dan menyampaikan bahwa mereka belum menerima MBG serta berharap dapat memperoleh program tersebut.

Menurut Andre, pengalaman itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat di daerah perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi keberlanjutan program. Ia menyebut masih ada sekolah dan orang tua di Sumatera Barat yang menantikan pelaksanaan MBG.

Karena itu, evaluasi program perlu memperhatikan pemerataan penerima manfaat sekaligus kualitas layanan yang diberikan.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Andre mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Ia menilai berbagai persoalan tersebut harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan, bukan diabaikan ataupun langsung dijadikan alasan untuk menghentikan program.

Keamanan Pangan Harus Menjadi Prioritas

Andre secara khusus menyoroti kasus keracunan yang terjadi di sejumlah wilayah dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, setiap insiden harus ditangani secara serius dan dijadikan bahan evaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan setiap dapur penyedia MBG memenuhi standar kebersihan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi pangan. Kepatuhan terhadap SOP juga harus menjadi perhatian utama untuk meminimalkan risiko yang dapat membahayakan penerima manfaat.

Selain memperketat pengawasan, Andre mendorong penindakan terhadap dapur penyedia MBG yang terbukti melanggar ketentuan operasional. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar setiap pelanggaran dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti.

Ia juga mendukung pemanfaatan teknologi, termasuk kamera pengawas atau CCTV dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk membantu memantau operasional dapur serta mendeteksi potensi pelanggaran.

“Kalau ada pelanggaran SOP, harus segera diketahui dan ditindaklanjuti. Keamanan makanan bagi anak-anak harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Evaluasi Harus Sejalan dengan Penanganan Masalah Gizi

Andre menyebut jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 59 juta orang. Menurutnya, besarnya cakupan program tersebut perlu menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh, tanpa mengurangi keseriusan pemerintah dalam menangani setiap kasus keracunan.

Ia menilai peningkatan kualitas pengolahan dan distribusi makanan sangat penting agar penerima manfaat memperoleh makanan yang aman dan memenuhi standar gizi.

Andre juga mengaitkan keberlanjutan program MBG dengan tantangan pemenuhan gizi masyarakat. Ia mengutip angka prevalensi stunting nasional sebesar 19 persen dan Sumatera Barat sebesar 24 persen sebagai gambaran persoalan gizi yang masih perlu mendapat perhatian.

Karena itu, program pemenuhan gizi harus dilaksanakan melalui perencanaan yang matang, pengawasan ketat, serta evaluasi berkala untuk memastikan tujuan program tercapai.

“Program ini harus terus diperbaiki. Kekurangan harus dibenahi, pengawasan harus diperketat, dan standar operasional harus dipatuhi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Andre.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga keberlanjutan program MBG sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaannya. Dengan demikian, perluasan akses terhadap makanan bergizi dapat berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan penerima manfaat.

Andre menegaskan, evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo perlu mempertimbangkan tidak hanya jumlah penerima manfaat, tetapi juga mutu layanan, keamanan pangan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Habiburokhman Klaim Penanganan Demonstrasi Lebih Humanis di Era Prabowo

    Jumat, 23 Okt 2026 | 14:46 WIB
  • Daerah

    Pria Ditemukan Meninggal di Belakang Warung di Inhu, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

    Minggu, 25 Okt 2026 | 18:35 WIB
  • Politik

    PKB Pekanbaru Targetkan 7 Kursi DPRD, Kasir ST Ajak Kader Solid

    Minggu, 25 Okt 2026 | 18:29 WIB
  • Daerah

    Konferda III PA GMNI Riau, Pemprov Dorong Kedaulatan Ekonomi dan Pendidikan

    Minggu, 25 Okt 2026 | 09:23 WIB
  • Peristiwa

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 | 18:00 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #7

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #8

    Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor

    Senin, 12 Okt 2026 - 20:18 WIB
  • #9

    Bukan Sekadar Tanam, Polsek Batu Hampar Pantau Program Jagung Perkuat Ketahanan Pangan

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:06 WIB

HUKRIM

  • 18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif!

    18 Paket Sabu Disita saat Polisi Sisir Gang Sempit Pangeran Hidayat Pekanbaru, 4 Pria Dites Positif!

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 18:34 WIB
  • Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri

    Sempat Ditindak, Tambang Emas Ilegal di Kampar Kiri Beroperasi Lagi Lalu Dibakar Polsek Kampar Kiri

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 16:49 WIB
  • Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Urine Negatif Tapi Simpan Ratusan Ekstasi dan Sabu, Pengedar Wanita di Rohil Dibekuk Polisi

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:25 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Truk Tambang Hybrid 100 Ton Diuji di Indonesia, Efisiensi BBM Jadi Fokus

    Truk Tambang Hybrid 100 Ton Diuji di Indonesia, Efisiensi BBM Jadi Fokus

    Sabtu, 24 Okt 2026 | 14:35 WIB
  • Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Menkes Siapkan Skema Self Declare untuk Label Nutri-Level PKL

    Jumat, 23 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Indonesia, Ekspor Berpeluang Meningkat

    Jumat, 23 Okt 2026 | 16:18 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com