Home › Ekonomi › Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan
Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan
Keterangan Foto: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berdialog dengan para pelaku usaha, Senin (26/10/2026). MC Wapres/TD-YS
CILACAP, Tabloid Diksi – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendorong penguatan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja.
Dorongan tersebut disampaikan Gibran saat berdialog dengan pelaku UMKM di Gedung Patra Graha, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026).
- Baca juga:
Dalam pertemuan itu, Wapres mengapresiasi kreativitas kelompok usaha yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan warga sekitar.
“Saya juga mengapresiasi kreativitas UMKM binaan Pertamina yang terus berinovasi, mengolah bahan menjadi produk bernilai tambah, dan membuka peluang usaha serta lapangan kerja,” ujar Gibran.
Ia berharap Pertamina bersama para mitranya terus memperluas akses pasar dan memastikan program pendampingan UMKM berjalan secara berkelanjutan.
Salah satu pelaku usaha, Novi Haryani, menceritakan manfaat pembinaan yang diterima kelompoknya, khususnya dalam pengolahan lidah buaya menjadi produk unggulan.
Melalui pelatihan dari Pertamina, Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Lestari mengembangkan berbagai olahan, di antaranya minuman dan puding lidah buaya yang diberi nama Nata de Vera.
“Untuk lidah buaya itu kita mendapat binaan dari Pertamina dengan pelatihan-pelatihan, jadi untuk lidah buaya kita menjadi produk unggulan KWT Subur Lestari,” ungkap Novi.
Cerita lainnya disampaikan Nunung, pelaku usaha budi daya dan pengolahan kepiting lunak yang telah berjalan selama empat tahun. Usaha tersebut melibatkan anggota kelompok laki-laki dan perempuan, mulai dari proses budi daya hingga pengolahan menjadi produk siap jual.
Selain memproduksi kepiting lunak crispy, kelompok tersebut turut mengembangkan wisata kuliner berbasis potensi pesisir. Pengunjung dapat menikmati perjalanan menggunakan perahu sebelum mencicipi aneka hidangan laut di kawasan Kutawaru.
Nunung menjelaskan, pendampingan yang diterima juga mendorong kelompoknya mengembangkan metode budi daya menggunakan galon bekas sebagai alternatif wadah pemeliharaan kepiting. Inovasi tersebut membantu meningkatkan persediaan produk di tengah bertambahnya permintaan.
Menurutnya, pelanggan dan pengunjung yang datang kini tidak hanya berasal dari Cilacap, tetapi juga sejumlah daerah lain, seperti Bandung, Semarang, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
Pertamina Diminta Bantu Susun Rencana Bisnis
Mendengar perkembangan usaha tersebut, Gibran meminta Pertamina memberikan pendampingan lebih lanjut, termasuk membantu pelaku UMKM menyusun rencana bisnis atau business plan sebagai dasar pengembangan usaha.
Ia menyampaikan, rencana bisnis yang disusun dengan baik dapat menjadi landasan untuk menjajaki dukungan bantuan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini mungkin nanti dari Pertamina sebagai perusahaan yang mendampingi UMKM dan ibu-ibu yang ada di sini untuk memberikan guidance untuk pembuatan business plan. Nanti kalau sudah business plan-nya jadi, mungkin kita bisa bantu dari Banmas (Bantuan Masyarakat), ya,” katanya.
Gibran menegaskan, pengembangan UMKM perlu diarahkan agar mampu meningkatkan skala produksi, membuka kesempatan kerja, serta memperbaiki kesejahteraan para pelaku usaha dan keluarganya.
Ia pun meminta Pertamina menjalankan peran pendampingan secara serius dengan membangun kolaborasi bersama pemerintah.
Wapres menilai, keunggulan UMKM binaan Pertamina tidak hanya terletak pada nilai ekonomi produk yang dihasilkan, tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan dan keterlibatan masyarakat, terutama perempuan.
Kunjungan Wapres ke Cilacap tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi akses solar bagi nelayan, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan berbasis minyak jelantah, penguatan layanan desa, bantuan sosial, akses air bersih, serta pemerataan pelayanan bagi masyarakat.
Melalui pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.






Komentar Via Facebook :