Home › Daerah › Sumpah Pemuda di Pekanbaru Disambut Langit Cerah, Pelajar Berharap Karhutla Tak Terulang
Sumpah Pemuda di Pekanbaru Disambut Langit Cerah, Pelajar Berharap Karhutla Tak Terulang
Keterangan Foto: Damara Gantari Amalina, siswi kelas VII SMP Negeri 5 Pekanbaru, MC Riau/TD-YS
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) berlangsung di tengah membaiknya kondisi udara di Kota Pekanbaru setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur menghilang dalam sepekan terakhir.
Perbaikan kondisi tersebut disambut lega oleh para pelajar yang sebelumnya sempat menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kualitas udara yang memburuk.
- Baca juga:
Damara Gantari Amalina, siswi kelas VII SMP Negeri 5 Pekanbaru, mengaku bersyukur karena aktivitas belajar mulai kembali normal.
“Beberapa minggu lalu, asap Karhutla lumayan pekat di Pekanbaru. Kondisi udara sangat tidak sehat, sampai sekolah kami memberlakukan pembelajaran jarak jauh, belajar tidak maksimal. Namun, Alhamdulillah sekarang kondisi sudah mulai pulih. Langit tampak biru cerah, kualitas udara pun sudah baik,” ujar Damara.
Dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, para siswa juga didorong menyalurkan kreativitas melalui pembuatan konten digital. Setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba yang dipublikasikan melalui Instagram dan TikTok.
Harapan agar kebakaran lahan tidak kembali terjadi turut disampaikan Nyala Widia, siswi kelas X SMA Negeri 9 Pekanbaru. Menurutnya, kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas pendidikan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kualitas udara di Pekanbaru sudah berangsur baik. Semoga ke depannya jangan ada lagi orang-orang jahat yang sengaja membakar lahan. Asap Karhutla sangat berbahaya, banyak warga Pekanbaru yang terpapar ISPA. Sekolah pun terpaksa harus menjalani PJJ,” katanya.
Titik Panas dan Dampak Kesehatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan tidak terdapat titik panas di wilayah Riau berdasarkan pemantauan hingga tengah malam menjelang Rabu (28/10). Sementara itu, titik panas masih terdeteksi di sejumlah provinsi lain di Sumatera.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, menyebutkan titik panas terpantau di Bangka Belitung sebanyak delapan titik, Bengkulu dua titik, dan Sumatera Barat satu titik.
Meski kondisi udara mulai membaik, dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat masih menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Provinsi Riau sebelumnya mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus dilakukan, termasuk melalui penyediaan dukungan medis di fasilitas kesehatan.
“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah pusat menyatakan Riau telah dikeluarkan dari daftar provinsi prioritas nasional dalam penanganan karhutla setelah kondisi kebakaran dinilai membaik.
Kepala BNPB, Letjen Kristomei Sianturi, menyampaikan hal tersebut pada Jumat (23/10/2026).
“Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari lima provinsi prioritas, awalnya enam provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau sudah tidak ada titik api lagi,” ungkapnya dalam siaran di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, turut mengapresiasi kerja sama satuan tugas, relawan, dan masyarakat dalam penanganan kebakaran.
“Tentu ini menjadi hal yang patut kita apresiasi. Atas kerja sama Satgas Karhutla, relawan hingga masyarakat yang membantu proses pemadaman api sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI, bahwa penanganan harus dilakukan dengan sistem gotong royong dan kerja sama. Sehingga, Riau dinyatakan keluar dari daftar prioritas nasional atas penanganan bencana Karhutla,” tuturnya.



Komentar Via Facebook :