Home › Politik › Peringati 98 Tahun Sumpah Pemuda, Dasco Soroti Empat Agenda Strategis
Peringati 98 Tahun Sumpah Pemuda, Dasco Soroti Empat Agenda Strategis
Keterangan Foto: Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menjumpai aksi demonstrasi di peringatan hari sumpah pemuda, 28 Oktober 2026 di Jakarta. Dok : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa semangat 98 Tahun Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tanggung jawab yang relevan dengan tantangan zaman modern. Salah satunya dengan memperkuat kedaulatan data dan membangun ekosistem digital nasional yang aman, terintegrasi, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurut Dasco, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diteruskan melalui komitmen bersama membangun Indonesia yang berdaulat dalam pengelolaan data.
- Baca juga:
“Dengan semangat itulah, Parlemen dapat meneruskan ikrar 1928 dengan tanggung jawab zaman ini, yakni Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia,” ujar Dasco dalam pernyataannya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
Pernyataan tersebut disampaikan Dasco selaku Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam). Dalam rekaman video yang diterima Parlementaria, Dasco tampak didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.
Memasuki masa persidangan kedua Tahun Sidang 2026–2027, Dasco menyampaikan terdapat empat agenda legislasi penting yang perlu dibahas secara cermat dan saling terintegrasi.
Agenda pertama adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan dan Ketahanan Siber untuk memperkuat ketahanan infrastruktur digital. Regulasi ini diharapkan mengatur pembagian kewenangan secara jelas sekaligus memastikan pengawasan yang melindungi privasi, kebebasan berekspresi, dan batas kewenangan aparat di ruang sipil.
Kedua, RUU tentang Masyarakat Adat yang bertujuan memastikan pengakuan terhadap masyarakat adat, wilayah, pengetahuan, serta hak-hak kolektif mereka. Dasco menegaskan, masyarakat adat tidak boleh sekadar menjadi objek pencatatan, tetapi harus mendapatkan pengakuan dan perlindungan atas hak-haknya.
Ketiga, RUU tentang Administrasi Kependudukan yang diharapkan menjamin identitas hukum dan akses terhadap pelayanan publik bagi setiap warga negara tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi.
Keempat, RUU tentang Perampasan Aset terkait tindak pidana korupsi dan kejahatan lainnya sebagai usul inisiatif DPR. Regulasi ini diharapkan memperkuat kemampuan negara dalam menelusuri dan merampas hasil kejahatan secara efektif melalui sistem peradilan pidana terpadu, selaras dengan KUHP dan KUHAP nasional yang baru, serta tetap menjunjung prinsip due process of law atau proses hukum yang adil.
Dasco menekankan, keempat agenda legislasi tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruhnya harus terhubung dalam kerangka Satu Data Indonesia agar pengelolaan data nasional berlangsung secara akurat, aman, dan bertanggung jawab.
Integrasi tersebut mencakup pemanfaatan data kependudukan yang akurat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pengakuan terhadap masyarakat adat beserta hak kolektifnya, pertukaran informasi yang aman guna memperkuat ketahanan siber, hingga penelusuran aset berdasarkan kewenangan hukum yang sah dan dapat diaudit.
“Integrasi bukan berarti izin membuka seluruh data kepada semua pihak. Akses harus dibatasi menurut tujuan, kewenangan, keamanan, dan hak warga negara,” tegas politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Dasco juga memaparkan capaian kinerja DPR RI bersama Pemerintah selama Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027. Ia menyebut, DPR RI dan Pemerintah telah menyetujui rancangan undang-undang terkait pengaturan reforma agraria, perlindungan ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.
Menutup pernyataannya bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dasco mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, merawat karakter bangsa yang berani dan kritis, serta berkomitmen menjaga Indonesia tetap teguh pada konstitusi dan siap menghadapi masa depan.
“Pemuda adalah denyut nadi Indonesia dan menjaga persatuan adalah sumpah abadi kita bersama untuk Indonesia tetap abadi dan jaya: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Hidup pemuda Indonesia! Hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia!” pungkas Dasco. ***






Komentar Via Facebook :