Home › Nasional › Sebelum Deklarasi Alma Ata, Indonesia Sudah Punya Konsep Pelayanan Kesehatan Primer
Sebelum Deklarasi Alma Ata, Indonesia Sudah Punya Konsep Pelayanan Kesehatan Primer
Keterangan Foto: Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dalam acara KKI, di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026). Kompas/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia telah lebih dahulu mengembangkan konsep pelayanan kesehatan primer dibandingkan deklarasi internasional Alma Ata yang selama ini dikenal sebagai tonggak sejarah layanan kesehatan dasar dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat menghadiri Kongres Nasional XVI Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Kompleks DPR/MPR, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
- Baca juga:
Ia menceritakan, dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Kazakhstan, dirinya mendapat undangan untuk mengunjungi Kota Almaty dalam rangka memperingati 50 tahun Deklarasi Alma Ata.
Namun, Budi menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya telah memulai gagasan pelayanan kesehatan primer sejak 1951, jauh sebelum deklarasi tersebut disepakati pada 1978.
"Jadi sebenarnya yang pertama itu bukan Alma Ata. Yang pertama itu Indonesia," ungkap Budi.
Menurutnya, gagasan tersebut bermula dari Bandung melalui inisiatif Bandung Plan 1951 yang dicetuskan Menteri Kesehatan saat itu, Johannes Leimena.
Konsep tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan pelayanan kesehatan primer, termasuk pembentukan Puskesmas yang secara resmi mulai diperkenalkan pada 1968.
"Bandung Plan itu mencetuskan ide mengenai primary care, Puskesmas. Kemudian diresmikan 10 tahun sebelum Alma Ata, di tahun 1968 oleh Leimena kalau enggak salah, Menteri Kesehatan," jelasnya.
Budi menyayangkan gagasan Indonesia tersebut belum banyak dikenal di tingkat internasional dibandingkan Deklarasi Alma Ata.
Karena itu, ia mendorong kalangan akademisi dan praktisi kesehatan masyarakat agar lebih percaya diri mengambil peran strategis dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.
"Saya hadir di acara ini ingin mengimbau teman-teman di kesehatan masyarakat. Bahwa kesempatannya sekarang adalah kesempatan yang sangat besar untuk teman-teman kesehatan masyarakat untuk lebih berani, lebih percaya diri untuk take the lead (memimpin) lah di sektor kesehatan di Indonesia," tutupnya.






Komentar Via Facebook :