https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Pantau Kinerja 20 Saham Berbasis Komoditas •   Muklisin Hadiri Pelayuran Jalur Cahaya Baru, Ajak Masyarakat Lestarikan Pacu Jalur •   KBRI Tokyo Siapkan Pekerja Indonesia Hadapi Perubahan Sistem Magang Jepang 2027 •   Diplomasi Keagamaan Jadi Strategi Indonesia-Maroko Redakan Ketegangan Global
Home › Ekonomi › PLN Gandeng Kemendes, Limbah Pertanian Desa Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Ekonomi

PLN Gandeng Kemendes, Limbah Pertanian Desa Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
PLN Gandeng Kemendes, Limbah Pertanian Desa Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Keterangan Foto: Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Rakhmad Dewanto, Sabtu (31/10/2026). Dok. PLN/TD-YS

SERANG, Tabloid Diksi – PT PLN Indonesia Power bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengembangkan program pemanfaatan limbah pertanian dan industri pedesaan menjadi biomassa untuk bahan bakar campuran pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Program tersebut melibatkan masyarakat desa sebagai penyedia bahan baku biomassa. Selain mendukung transisi energi, langkah ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

    Baca juga:
  • BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Pantau Kinerja 20 Saham Berbasis Komoditas

  • Harga Cabai Tembus Rp250 Ribu per Kg, Wamentan Dorong Kerja Sama BUMD

  • The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp18.129 per Dolar AS

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Rakhmad Dewanto, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya PLN mengurangi emisi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah.

Menurutnya, sejumlah limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung hingga cangkang sawit, dapat diolah menjadi biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara melalui skema co-firing.

"Tahun ini PLN merencanakan sekitar 2,4 juta ton bahan bakar batu bara digantikan dengan biomassa. Artinya, kita sudah mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2," ujar Rakhmad di Serang, Banten, Sabtu (31/10/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan program tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, PLN menargetkan penerapan di tiga lokasi, kemudian meningkat menjadi enam lokasi pada tahun berikutnya dan sepuluh lokasi pada tahap selanjutnya.

Rakhmad berharap kerja sama tersebut tidak hanya membantu menekan emisi, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat desa yang memasok bahan baku biomassa.

"Insya Allah kita yakin kolaborasi PLN bersama masyarakat sekitar ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga dan mengurangi emisi, tetapi juga mendorong kemandirian energi nasional sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan industri sebagai sumber energi alternatif.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperluas pemerataan ekonomi hingga ke wilayah pedesaan.

Yandri juga menyebut penyerapan biomassa dari desa merupakan bentuk keberpihakan negara dalam menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat, sekaligus mendukung Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan dari desa dan dari bawah.

"Selama ini PLN menerima pasokan dari perusahaan swasta maupun BUMN untuk batu bara dan lain-lain. Hadirnya biomassa yang sumbernya dari desa ini menjadi bentuk keberpihakan negara untuk memastikan ada instrumen yang sampai ke desa sebagai sumber ekonomi baru," ungkap Yandri.

Menurutnya, kepastian pasar bagi hasil pengolahan limbah tersebut berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Di situ artinya ada kegiatan ekonomi, ada yang bekerja, ada yang mendapatkan uang, serta lingkungan menjadi lebih bersih. Intinya efek dominonya banyak," tutupnya.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

PLNKemendes PDTBiomassaEnergi TerbarukanPLTUCo-firingEkonomi Desa
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    DEN dan UNSOED Dorong Pengembangan Energi Terbarukan

    Selasa, 27 Okt 2026 | 17:32 WIB
  • Nasional

    Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Batam Karena Kelelawar dan Petir

    Rabu, 14 Okt 2026 | 19:55 WIB
  • Nasional

    Blackout Batam, PLN Akui Pemeliharaan Listrik Perlu Ditingkatkan

    Rabu, 14 Okt 2026 | 19:10 WIB
  • Ekonomi

    Limbah Sawit Diolah Jadi Biometana, Emisi Karbon Ditargetkan Turun 28.000 Ton per Tahun

    Sabtu, 17 Okt 2026 | 22:53 WIB
  • Nasional

    PLN Ukir Prestasi, Raih Sector Champion dan Runner Up di CX100 Award 2026

    Kamis, 15 Okt 2026 | 18:39 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #3

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #4

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #7

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #8

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #9

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB

HUKRIM

  • Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 13:12 WIB
  • Polsek Kampar Kiri Sikat Pengedar Sabu di Perbatasan Kampar Kiri  ?

    Polsek Kampar Kiri Sikat Pengedar Sabu di Perbatasan Kampar Kiri ?

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 10:22 WIB
  • Polsek Kampar Kiri Sikat Pengedar Sabu di Perbatasan Kampar Kiri  ?

    Polsek Kampar Kiri Sikat Pengedar Sabu di Perbatasan Kampar Kiri ?

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 10:20 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Pantau Kinerja 20 Saham Berbasis Komoditas

    BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Pantau Kinerja 20 Saham Berbasis Komoditas

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 18:09 WIB
  • PLN Gandeng Kemendes, Limbah Pertanian Desa Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

    PLN Gandeng Kemendes, Limbah Pertanian Desa Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 15:48 WIB
  • Harga Cabai Tembus Rp250 Ribu per Kg, Wamentan Dorong Kerja Sama BUMD

    Harga Cabai Tembus Rp250 Ribu per Kg, Wamentan Dorong Kerja Sama BUMD

    Sabtu, 31 Okt 2026 | 15:37 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com