Home › Politik › DPR RI Dorong Pemenuhan Air Bersih di Sumedang
DPR RI Dorong Pemenuhan Air Bersih di Sumedang
Keterangan Foto: Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa saat menindaklanjuti kelurahan warga tentang krisis air bersih. Ket : Ist. TD.YS
SUMEDANG, Tabloid Diksi – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa, segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dalam kunjungan kerjanya di Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (31/10/2026), Saan menjelaskan bahwa penanganan persoalan air bersih tidak cukup hanya dengan membangun sumur bor. Diperlukan pula fasilitas penampungan serta jaringan distribusi agar air dapat dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat.
- Baca juga:
"Jadi, kita tidak hanya membangun sumur bor untuk mendapatkan sumber air, tetapi juga menyiapkan penampungan dan mendistribusikannya kepada warga, termasuk fasilitas publik seperti sekolah dasar. Kita juga melakukan pipanisasi," ujar Saan saat meninjau langsung kondisi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama ketika musim kemarau.
Sebagai langkah awal, Saan menghadirkan tenaga ahli geodesi untuk melakukan survei dan menentukan titik pengeboran yang berpotensi menghasilkan sumber air. Berdasarkan perkiraan awal, sumber air diperkirakan dapat ditemukan pada kedalaman sekitar 70 hingga 80 meter.
"Rencananya, air dari sumur bor akan kita tampung dalam penampungan utama, kemudian didistribusikan ke sejumlah RW melalui pemasangan toren atau tangki penampungan. Tidak hanya itu, fasilitas serupa juga akan kita siapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah," jelas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII tersebut.
Saan menambahkan, pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini. Meski demikian, DPR RI tetap membuka peluang untuk mengembangkan solusi lain yang lebih efektif agar pemenuhan kebutuhan air bersih dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Saan juga menemukan bahwa krisis air bersih tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat, tetapi turut mengganggu aktivitas fasilitas pendidikan. Bahkan, siswa di salah satu sekolah dasar (SD) setempat terkadang harus membawa air bersih dari rumah untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sekolah, seperti membersihkan toilet dan menyiram tanaman.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX, Ujang Bey, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPR RI terhadap persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, aspirasi warga tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui koordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI hingga akhirnya ditindaklanjuti melalui kunjungan spesifik dan pembangunan sarana sumber air bersih.
"Tentunya kami berharap dengan pembangunan sumur bor yang dilengkapi penampungan dan jaringan pipa, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi. Upaya ini juga diharapkan mampu mendukung aktivitas pendidikan serta pelayanan fasilitas publik di wilayah tersebut," ujarnya. ***



Komentar Via Facebook :