Home › Nasional › BNPB Catat 2.285 Kejadian Bencana di Indonesia, Banjir dan Karhutla Masih Terjadi
BNPB Catat 2.285 Kejadian Bencana di Indonesia, Banjir dan Karhutla Masih Terjadi
Keterangan Foto: Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan. Dok. BNPB/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.285 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga 2 November 2026. Angka tersebut mengalami penambahan tujuh kejadian dari laporan sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa tambahan bencana tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta cuaca ekstrem.
- Baca juga:
"2 November 2026 kejadian ini kami catat kemarin menjadi 2.285 kejadian sehingga dapat kami juga menyampaikan ada tujuh kejadian," ujar Berton dalam konferensi pers di Studio BNPB, Selasa (3/11/2026).
Dari tujuh kejadian terbaru, dua di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Sementara itu, empat kejadian banjir dilaporkan melanda sejumlah daerah, yakni Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur; serta Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Adapun satu kejadian cuaca ekstrem tercatat berlangsung di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Dua Orang Meninggal Akibat Bencana di Lumajang
BNPB juga melaporkan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Rangkaian bencana berupa banjir bandang, banjir genangan, tanah longsor, dan cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.567 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain itu, tercatat 13 unit rumah mengalami kerusakan.
Berton menjelaskan bahwa jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
"Ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih tetap dalam pendataan," katanya.
Penanganan Karhutla Terus Dilakukan
Di sisi lain, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung di sejumlah provinsi. BNPB mencatat luas area penanganan karhutla di Kalimantan Tengah mencapai 547 hektare atau mengalami peningkatan 56 persen.
Di Kalimantan Timur, luas penanganan tercatat 60 hektare dengan kenaikan 80 persen. Sedangkan di Papua Selatan, luas penanganan mencapai 455 hektare atau mengalami penurunan sebesar 25 persen.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan sejumlah sarana pendukung, termasuk pesawat dan helikopter. Operasi yang dilakukan mencakup pemadaman melalui udara atau water bombing, patroli udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Secara keseluruhan, BNPB menyiagakan 51 unit pesawat dan helikopter guna mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
"Dari antara 51 ini ada 30 untuk water bombing dan 21 untuk patroli maupun OMC," jelas Berton.
BNPB terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi perkembangan bencana, terutama di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.






Komentar Via Facebook :