Home › Ekonomi › Menekraf Dukung Pembentukan OPD Ekraf untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Menekraf Dukung Pembentukan OPD Ekraf untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Keterangan Foto: Rencana pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD). MC Kemen Ekraf/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara khusus menangani sektor ekonomi kreatif dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Keberadaan perangkat khusus tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut positif rencana Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk membentuk struktur organisasi yang menangani pengembangan ekonomi kreatif.
- Baca juga:
Menurut Riefky, setiap daerah memiliki kekayaan potensi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara terarah.
“Ekonomi kreatif ini lagi berkembang pesat di berbagai daerah dan kami melihat potensi Kabupaten Pidie Jaya yang cukup tinggi. Nanti output-nya bisa memberikan kontribusi terhadap PDRB dan lapangan kerja,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan sektor ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung penguatan sumber daya manusia, pemasaran, serta perluasan jaringan usaha.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kerja sama melalui sejumlah program unggulan, di antaranya Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan talenta lokal, memperkuat jaringan antarpelaku usaha kreatif, sekaligus membantu produk daerah menembus pasar yang lebih luas.
“Nanti ada dua yang bisa kita intervensi, baik itu pengembangan talenta maupun brand-nya terkait akses pasar,” kata Riefky.
Sementara itu, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRK Pidie Jaya, Nazarudin Ismail, menyebutkan bahwa daerahnya mempunyai sejumlah potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan, termasuk sektor fesyen dan kuliner.
Beberapa produk unggulan lokal seperti Batik Kakao dan sepatu kulit dinilai memiliki peluang untuk ditingkatkan melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pemasaran.
Nazarudin mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan pembentukan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang secara khusus mengakomodasi urusan ekonomi kreatif.
Rencananya, bidang tersebut akan ditempatkan dalam Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pidie Jaya.
Dengan adanya struktur organisasi tersebut, koordinasi program diharapkan lebih terarah dan pelaku usaha kreatif memperoleh akses dukungan yang lebih mudah, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Tentu mereka (talenta kreatif) ini sangat menginginkan pelatihan, pendampingan hingga akses pasar sehingga mereka bisa ekspansi lebih lanjut. Sehingga pengembangan ekonomi kreatif di Pidie Jaya dapat terwujud dengan adanya dinas dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah,” jelas Nazarudin.






Komentar Via Facebook :