Home › Ekonomi › Kemnaker Gandeng PEI Perkuat Pencegahan Risiko dan Keselamatan Kerja
Kemnaker Gandeng PEI Perkuat Pencegahan Risiko dan Keselamatan Kerja
Keterangan Foto: Penandatanganan MoU antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (3/11/2026). MC Kemnaker/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) untuk memperkuat upaya pencegahan risiko serta pengendalian faktor bahaya di lingkungan kerja melalui penerapan prinsip ergonomi.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan penerapan ergonomi menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
- Baca juga:
“Penguatan aspek ergonomi perlu menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM dan lingkungan kerja, serta meningkatkan pencegahan risiko dan pengendalian faktor bahaya di tempat kerja,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Komitmen kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, bersama Ketua PEI, Johanna Renny Octavia. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurut Yassierli, kesepakatan ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman, serta mampu mendorong produktivitas tenaga kerja Indonesia.
“Penandatanganan Kesepahaman Bersama ini bertujuan menciptakan kondisi kerja yang aman, sehat, nyaman, dan produktif bagi tenaga kerja Indonesia,” katanya.
Kerja sama Kemnaker dan PEI mencakup dua bidang utama. Pertama, peningkatan kompetensi SDM melalui pengembangan kemampuan tenaga kerja dan praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan pendekatan keilmuan ergonomi.
Kedua, penguatan kajian ilmiah melalui penyediaan basis data dan riset akademik. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan maupun program ketenagakerjaan.
Yassierli menambahkan, kolaborasi ini juga akan mengoptimalkan jaringan profesi untuk mengidentifikasi potensi bahaya fisik di berbagai sektor industri, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak bersepakat memanfaatkan jejaring profesi untuk memetakan potensi bahaya fisik di berbagai sektor industri dan mengintervensinya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, PEI turut menyerahkan penghargaan Asian Council on Ergonomics and Design (ACED) Award 2026 kepada Menaker Yassierli. Penghargaan tingkat Asia tersebut sebelumnya diumumkan dalam konferensi ACED di Singapura pada awal Agustus 2026.
Ketua PEI, Johanna Renny Octavia, menjelaskan bahwa pihaknya merekomendasikan Yassierli sebagai penerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penerapan ergonomi di Indonesia.






Komentar Via Facebook :