Home › Politik › Komisi III DPR Minta Polri Serius Awasi Kampung Bahari Pascapenggerebekan
Komisi III DPR Minta Polri Serius Awasi Kampung Bahari Pascapenggerebekan
Keterangan Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru. Dok : Humas DPR RI. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, mendorong Polri memperkuat kemitraan dengan masyarakat dalam upaya memberantas peredaran narkotika, khususnya di kawasan yang rawan menjadi pusat peredaran dan produksi narkoba.
Menurutnya, pendekatan kepolisian yang intensif melalui pembinaan dan keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mencegah peredaran narkotika kembali berkembang di lingkungan yang telah ditertibkan.
- Baca juga:
Pernyataan tersebut disampaikan politisi Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Gus Falah itu menyusul penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, oleh tim gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Minggu (1/11/2026).
Gus Falah menyatakan mendukung langkah aparat dalam melakukan penindakan langsung terhadap kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran maupun produksi narkotika. Namun, ia mengingatkan bahwa penegakan hukum harus diikuti dengan langkah pencegahan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami mendukung proses penggerebekan dengan melakukan penindakan langsung. Karena Polri dan BNN sudah menyisir lokasi peredaran dan pembuatan narkoba, walaupun ini sudah sekian kalinya sejak 2013,” ujar Gus Falah kepada Parlementaria di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Dalam operasi gabungan tersebut, sekitar 1.800 personel Polri dan BNN dikerahkan untuk menyisir kawasan yang diduga menjadi pusat aktivitas narkotika. Aparat juga mengamankan puluhan orang serta sejumlah barang bukti.
Menurut Gus Falah, penggerebekan dan penindakan hukum merupakan langkah penting untuk memutus jaringan peredaran narkoba. Meski demikian, pengawasan dan pendampingan terhadap masyarakat harus terus dilakukan agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi tempat aktivitas peredaran maupun produksi narkotika.
Ia menilai penguatan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menjadi salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan Polri.
Melalui keberadaan Bhabinkamtibmas, polisi diharapkan lebih aktif menjalin komunikasi dengan warga, mendeteksi potensi peredaran narkoba sejak dini, serta membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
“Kami meminta pola kemitraan dengan masyarakat ditingkatkan dengan membentuk lembaga kemitraan polisi dan menambah penempatan Bhabinkamtibmas. Pendekatan kemitraan Polri di Kampung Bahari harus intens dan serius karena jangan sampai budaya penjualan narkoba sudah menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Selain memperkuat pendekatan preventif, Gus Falah juga meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada pelaku tindak pidana narkotika, terutama mereka yang kembali melakukan kejahatan setelah menjalani hukuman atau berstatus residivis.
Menurutnya, penanganan terhadap pelaku yang berulang kali terlibat dalam jaringan narkoba harus memberikan efek jera sehingga tidak kembali melakukan tindak pidana serupa.
“Hukum berat pelaku residivis narkoba tertangkap, ditempatkan di lapas maksimal pada saat menjalankan putusan,” tegasnya.
Penggerebekan Kampung Bahari tersebut menjadi perhatian publik lantaran aparat menggunakan strategi penyamaran untuk memasuki kawasan. Petugas Polri dan BNN diketahui menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok sebelum melakukan penyisiran.
Dalam operasi itu, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa sabu seberat ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Petugas juga menemukan mesin pencetak ekstasi yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika, selain senjata tajam dan bong atau alat untuk mengonsumsi narkoba.
Temuan mesin pencetak ekstasi tersebut semakin memperkuat dugaan adanya aktivitas produksi narkotika di kawasan Kampung Bahari.
Gus Falah berharap penindakan hukum yang dilakukan aparat dapat menjadi momentum untuk membangun pengawasan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga kawasan tersebut benar-benar terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika. ***






Komentar Via Facebook :