https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global •   Yuliarso Resmi Jabat Kepala BPBD Pekanbaru, Agung Minta Fokus Tangani Karhutla dan Banjir •   ASEAN-Korea Perkuat Kemitraan Pariwisata, Kemenpar Bidik 20 Juta Wisatawan •   Babak Baru Penegakan Hukum di Bengkalis: Kapolres Sambangi Ketua PN, Sikat Kendala Sidang
Home › Ekonomi › Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Stok Cabai dan Telur di Mataram Surplus Jelang Nataru
Ekonomi

Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Stok Cabai dan Telur di Mataram Surplus Jelang Nataru

Kamis, 05 November 2026 | 17:27 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Stok Cabai dan Telur di Mataram Surplus Jelang Nataru

Keterangan Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah). MC Kemendag/TD-YS

MATARAM, Tabloid Diksi – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terkendali menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Kepastian tersebut disampaikan Mendag saat meninjau Pasar Kebon Roek, Mataram, Kamis (5/11/2026). Dalam pemantauan itu, ia menemukan sebagian besar harga kebutuhan pokok dijual di bawah Harga Acuan (HA) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Baca juga:
  • Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

  • Tujuh Produk Indonesia Raih Penghargaan Desain Internasional di Jepang

  • DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit dan telur ayam. Kedua komoditas tersebut memiliki ketersediaan pasokan yang cukup, bahkan mengalami surplus di wilayah Mataram.

“Secara umum, harga cukup bagus. Beberapa bahkan dijual di bawah harga acuan, seperti cabai rawit yang dijual Rp40.000/kg sementara harga acuannya Rp57.000/kg, serta telur dan berbagai komoditas lainnya. Semua terkendali, pasokannya juga cukup,” ujar Budi Santoso.

Menurutnya, surplus pasokan cabai dan telur di Mataram berpeluang dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan daerah lain yang mengalami keterbatasan pasokan. Upaya pemerataan distribusi tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga antarwilayah.

Budi mengungkapkan, Kemendag sebelumnya telah memfasilitasi pengiriman tujuh ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Halmahera Utara, Maluku Utara, pada 30 Oktober 2026.

“Kemendag telah mengirim tujuh ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Untuk selanjutnya, kami upayakan daerah-daerah surplus cabai dapat membantu memasok daerah lain yang membutuhkan, terutama di daerah dengan harga cabai lebih tinggi,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan di Pasar Kebon Roek, sejumlah komoditas tercatat dijual dengan harga relatif terkendali. Beras medium Rp13.000 per kilogram, telur ayam ras Rp26.200 per kilogram, bawang merah Rp26.000 per kilogram, bawang putih Rp28.000 per kilogram, serta cabai rawit merah Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, MINYAKITA dijual Rp15.700 per liter atau sesuai HET. Harga daging sapi tercatat Rp150.000 per kilogram dan gula pasir Rp18.500 per kilogram.

Kondisi tersebut juga dibenarkan Hairiyah, salah seorang pedagang di Pasar Kebon Roek. Ia menyebut distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar dan harga sejumlah komoditas masih relatif normal.

“Sekarang harga berbagai jenis cabai, ayam, dan bapok lainnya normal, distribusinya juga lancar. Harapannya, sampai puasa nanti harga tetap stabil dan tidak ada kenaikan,” ungkap Hairiyah.

Selain melakukan pemantauan langsung, Kemendag juga mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memonitor perkembangan harga setiap hari.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi daerah yang mengalami kenaikan harga maupun wilayah dengan pasokan berlebih sehingga langkah pengendalian dapat segera dilakukan.

“Kami menggunakan SP2KP untuk memantau harga bapok setiap hari. Dengan demikian, kita dapat mengetahui daerah mana yang harganya sedang tinggi dan daerah mana yang harganya lebih rendah,” pungkas Budi.

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Budi Santoso Mendag Pasar Kebon Roek Mataram NTB Harga Bapok Cabai Telur Ayam Nataru 2026
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Mendag Budi Santoso: Manfaat Integrasi Ekonomi APEC Harus Dirasakan UMKM

    Rabu, 04 Nov 2026 | 21:03 WIB
  • Ekonomi

    Surplus Perdagangan RI Tembus 10,61 Miliar Dolar AS, Mendag Sebut Ekonomi Tetap Tangguh

    Rabu, 04 Nov 2026 | 09:10 WIB
  • Ekonomi

    Kemenhub Bentuk Posko Terpadu Nataru 2026/2027, Pemantauan Transportasi Dimulai 18 Desember

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:44 WIB
  • Ekonomi

    Cuaca Ekstrem Tekan Produksi, Harga Cabai Rawit Merah Sempat Tembus Rp124 Ribu per Kg

    Selasa, 03 Nov 2026 | 15:35 WIB
  • Daerah

    Harga Cabai dan Ayam Ras di Meranti Turun pada Akhir Oktober 2026

    Minggu, 01 Nov 2026 | 18:49 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dugaan Tambang Ilegal di Kampar Disorot, Polsek Tambang Turun ke Parit Baru

    Kamis, 29 Okt 2026 - 17:28 WIB
  • #2

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #3

    GRANAT Apresiasi Konsistensi Polresta Pekanbaru dalam Pemberantasan dan Pencegahan Narkotika

    Senin, 02 Nov 2026 - 21:13 WIB
  • #4

    Pilkades Siarang-arang Disorot, Warga Mengaku Kehilangan Hak Pilih

    Selasa, 27 Okt 2026 - 01:08 WIB
  • #5

    Dukung Green Policing Polda Riau, Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Gandeng Warga Hijaukan Pekanbaru

    Rabu, 28 Okt 2026 - 13:22 WIB
  • #6

    Sikat Habis Narkoba! Razia 6 THM di Pekanbaru Jaring Pekerja Positif Sabu Dini Hari

    Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:12 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Bersih-Bersih Internal! Kapolda Riau Ancam Pecat Polisi Pengedar Narkoba

    Senin, 02 Nov 2026 - 13:12 WIB
  • #9

    Mahasiswa HMI Geruduk DPRD Riau, Polresta Pekanbaru Kawal hingga Audiensi

    Selasa, 27 Okt 2026 - 19:25 WIB

HUKRIM

  • Babak Baru Penegakan Hukum di Bengkalis: Kapolres Sambangi Ketua PN, Sikat Kendala Sidang

    Babak Baru Penegakan Hukum di Bengkalis: Kapolres Sambangi Ketua PN, Sikat Kendala Sidang

    Kamis, 05 Nov 2026 | 20:56 WIB
  • Rapikan Barisan APH di Bengkalis, Kapolres dan Kajari Garansi Kepastian Hukum

    Rapikan Barisan APH di Bengkalis, Kapolres dan Kajari Garansi Kepastian Hukum

    Kamis, 05 Nov 2026 | 14:58 WIB
  • Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Polda Riau Bongkar Sindikat Pupuk Ilegal 45,8 Ton, 926 Karung Palsu Siap Tipu Petani Sawit

    Kamis, 05 Nov 2026 | 12:20 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

    DEN Cermati Teknologi AI dan Komputasi Kuantum, Jajaki Peluang Kerja Sama Global

    Kamis, 05 Nov 2026 | 21:11 WIB
  • Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

    Kemendag Tetapkan Minyak Nilam sebagai Komoditas Sistem Resi Gudang

    Kamis, 05 Nov 2026 | 19:35 WIB
  • Tujuh Produk Indonesia Raih Penghargaan Desain Internasional di Jepang

    Tujuh Produk Indonesia Raih Penghargaan Desain Internasional di Jepang

    Kamis, 05 Nov 2026 | 19:22 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com