Home › Ekonomi › Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Stok Cabai dan Telur di Mataram Surplus Jelang Nataru
Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Stok Cabai dan Telur di Mataram Surplus Jelang Nataru
Keterangan Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah). MC Kemendag/TD-YS
MATARAM, Tabloid Diksi – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terkendali menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Kepastian tersebut disampaikan Mendag saat meninjau Pasar Kebon Roek, Mataram, Kamis (5/11/2026). Dalam pemantauan itu, ia menemukan sebagian besar harga kebutuhan pokok dijual di bawah Harga Acuan (HA) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
- Baca juga:
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit dan telur ayam. Kedua komoditas tersebut memiliki ketersediaan pasokan yang cukup, bahkan mengalami surplus di wilayah Mataram.
“Secara umum, harga cukup bagus. Beberapa bahkan dijual di bawah harga acuan, seperti cabai rawit yang dijual Rp40.000/kg sementara harga acuannya Rp57.000/kg, serta telur dan berbagai komoditas lainnya. Semua terkendali, pasokannya juga cukup,” ujar Budi Santoso.
Menurutnya, surplus pasokan cabai dan telur di Mataram berpeluang dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan daerah lain yang mengalami keterbatasan pasokan. Upaya pemerataan distribusi tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga antarwilayah.
Budi mengungkapkan, Kemendag sebelumnya telah memfasilitasi pengiriman tujuh ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Halmahera Utara, Maluku Utara, pada 30 Oktober 2026.
“Kemendag telah mengirim tujuh ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Untuk selanjutnya, kami upayakan daerah-daerah surplus cabai dapat membantu memasok daerah lain yang membutuhkan, terutama di daerah dengan harga cabai lebih tinggi,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di Pasar Kebon Roek, sejumlah komoditas tercatat dijual dengan harga relatif terkendali. Beras medium Rp13.000 per kilogram, telur ayam ras Rp26.200 per kilogram, bawang merah Rp26.000 per kilogram, bawang putih Rp28.000 per kilogram, serta cabai rawit merah Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, MINYAKITA dijual Rp15.700 per liter atau sesuai HET. Harga daging sapi tercatat Rp150.000 per kilogram dan gula pasir Rp18.500 per kilogram.
Kondisi tersebut juga dibenarkan Hairiyah, salah seorang pedagang di Pasar Kebon Roek. Ia menyebut distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar dan harga sejumlah komoditas masih relatif normal.
“Sekarang harga berbagai jenis cabai, ayam, dan bapok lainnya normal, distribusinya juga lancar. Harapannya, sampai puasa nanti harga tetap stabil dan tidak ada kenaikan,” ungkap Hairiyah.
Selain melakukan pemantauan langsung, Kemendag juga mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memonitor perkembangan harga setiap hari.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi daerah yang mengalami kenaikan harga maupun wilayah dengan pasokan berlebih sehingga langkah pengendalian dapat segera dilakukan.
“Kami menggunakan SP2KP untuk memantau harga bapok setiap hari. Dengan demikian, kita dapat mengetahui daerah mana yang harganya sedang tinggi dan daerah mana yang harganya lebih rendah,” pungkas Budi.






Komentar Via Facebook :