Home › Nasional › BNPB Catat Karhutla di Morowali Utara, Kekeringan Klaten dan Banjir Aceh Selatan
BNPB Catat Karhutla di Morowali Utara, Kekeringan Klaten dan Banjir Aceh Selatan
Keterangan Foto: Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D. MC BNPB/TD-YS
JAKARTA, Tabloid Diksi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak terhadap masyarakat di berbagai wilayah Indonesia hingga Kamis (5/11/2026). Bencana tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah, kekeringan di Jawa Tengah, serta banjir di Provinsi Aceh.
Berdasarkan keterangan resmi Berton SP Panjaitan, Ph.D., selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (5/11/2026), kejadian karhutla terbaru dilaporkan terjadi di Desa Bintangor Mukti, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Rabu (4/11).
- Baca juga:
Kebakaran tersebut mengakibatkan lahan seluas 5,5 hektare terdampak. Menindaklanjuti kejadian itu, BPBD Kabupaten Morowali Utara menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparatur desa setempat.
BPBD juga menyiapkan mobil tangki air guna mendukung pemadaman oleh tim gabungan. Hingga laporan diterima, petugas masih melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi.
Sementara itu, penanganan kekeringan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih terus dilakukan. BPBD setempat kembali menyalurkan tujuh tangki atau setara 35.000 liter air bersih pada Rabu (4/11).
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 537 kepala keluarga (KK) atau 1.314 jiwa yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Bawak, Desa Burikan, dan Desa Krakitan.
Kekeringan yang berlangsung sejak Juni 2026 itu telah berdampak pada 15 desa di tujuh kecamatan. Total masyarakat terdampak mencapai 19.588 jiwa atau 5.775 KK.
Di Provinsi Aceh, BNPB juga melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Selatan. Banjir yang terjadi pada Rabu (28/10) sebelumnya berdampak terhadap 222 KK atau 794 jiwa di tiga gampong, yakni Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah serta Padang Harapan di Kecamatan Trumon.
Berdasarkan laporan BPBD setempat pada Rabu (4/11), genangan air yang sebelumnya merendam rumah warga berangsur surut. Meski demikian, tim gabungan masih bersiaga untuk memantau perkembangan tinggi muka air.
BPBD juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang masih mengungsi di dua lokasi, yakni Kompi Brimob Gampong Lhok Raya yang menampung 40 KK dan Masjid Cot Bayu di Gampong Cot Bayu sebanyak 18 KK.
BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan
Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi karhutla dan bencana hidrometeorologi.
Dalam keterangannya, BNPB mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan serta mengawasi aktivitas pembukaan lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar. Langkah mitigasi juga perlu dioptimalkan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla diminta menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diingatkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah di kawasan rawan kebakaran, maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, menjelang peralihan musim dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi basah, masyarakat bersama pemerintah daerah diminta membersihkan saluran air dan drainase melalui kegiatan gotong royong.
BNPB juga mengingatkan pentingnya mengenali jalur evakuasi dan lokasi aman serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan selama minimal tiga hari.
Pemeriksaan kondisi bendungan, lanjut BNPB, harus dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilaksanakan oleh petugas yang kompeten.






Komentar Via Facebook :