Home › Daerah › Misharti Saksikan Penobatan Ketua LAK dan Pengukuhan Siompu Kampar Periode 2026–2031
Misharti Saksikan Penobatan Ketua LAK dan Pengukuhan Siompu Kampar Periode 2026–2031
Keterangan Foto: Wakil Bupati Kampar sekaligus Siompu Payung Panji Adat Kampar, Dr. Hj. Misharti, menyaksikan prosesi penobatan Ketua LAK dan pengukuhan Siompu Kabupaten Kampar periode 2026–2031 di Balai Adat Kampar. MC Kampar/TD-YS
BANGKINANG KOTA, Tabloid Diksi – Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) resmi dinobatkan dan pengurus Siompu Kabupaten Kampar dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi adat tersebut berlangsung di Balai Adat Kampar, Minggu (8/11/2026), dan disaksikan langsung Wakil Bupati Kampar sekaligus Siompu Payung Panji Adat Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si.
Penobatan Ketua LAK dilakukan oleh Nasrul Dt. Ajo Dubalai selaku Pucuk Adat/Panguasa Ulayat Andiko 44 wilayah XIII Koto Kampar. Sementara itu, Hj. Junaidah Rahim dikukuhkan sebagai Siompu Kampar oleh Ketua LAK Datuk Bosou Marwas. Prosesi ditandai dengan pemasangan keris dan selempang oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar.
- Baca juga:
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat, Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, unsur Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, kepala OPD, camat, ninik mamak, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Misharti berharap LAK tidak sekadar menjadi simbol pelestarian tradisi, tetapi juga berperan aktif menjaga marwah adat, memperkuat persatuan masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan yang berbudaya dan bermartabat.
Ia mengingatkan pentingnya mempertahankan prinsip adat masyarakat Kampar, yakni “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.”
Misharti juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga kekompakan dan mengesampingkan perbedaan yang tidak perlu.
“Saya mengajak seluruh pengurus yang baru dinobatkan dan dikukuhkan mari kita bekerja bersama, menjaga kekompakan, menghilangkan perbedaan yang tidak perlu, dan menjadikan lembaga adat sebagai rumah besar bagi seluruh masyarakat adat Kabupaten Kampar,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalin kerja sama yang kuat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter, moral, serta peradaban masyarakat.






Komentar Via Facebook :