https://tabloiddiksi.com

  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Todays

•   Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa ! •   Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis? •   Bupati Pimpin Musrenbang RKPD 2027: DPRD Kampar Tegaskan Eksekutif Akomodir Usulan di Dapil VI ! •   Kunjungan Perdana ke Desa Logas, Kapolres Kuansing Tinjau Pos Kamling, Tanam Pohon, dan Dialog dengan Tokoh Adat
Home › Internasional › Raksasa Yang Jatuh Terjungkal Itu Bergelar NOKIA
Internasional
Pekanbaru

Kenangan Terindah 3310

Raksasa Yang Jatuh Terjungkal Itu Bergelar NOKIA

Rabu, 24 Mei 2023 | 19:33 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Raksasa Yang Jatuh Terjungkal Itu Bergelar NOKIA

Nokia 3310 ponsel jadul tahan banting dan mengagumkan pada masa kejayaannya.

 

Jakarta, Tabloid Diksi - Booming menjadi primadona di masa keemasannya.  Sekarang divisi produsen ponsel asal Finlandia tersebut benar-benar bangkrut.

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Nokia muncul untuk memimpin revolusi ponsel. Pada puncaknya, Nokia menguasai pangsa pasar ponsel global lebih dari 40 persen.

  • Baca juga: Jepang Krisis Tenaga Kerja Usia Muda 

Namun posisinya di puncak hanya sebentar, penurunan bisnis Nokia dimulai dengan penjualan bisnis telepon selulernya ke Microsoft pada tahun 2013.

Kehadiran pesaing seperti Apple, Samsung dan produsen lainnya bisa saja disalahkan atas kematian Nokia. Namun jika dilihat Nokia mulai runtuh dari dalam, jauh sebelum perusahaan-perusahaan ini memasuki pasar ponsel.

  • Baca juga: Seruan MUI, Boikot Kurma Israel

Banyak Orang Bodoh Diberi Uang

Pada masa kemajuan teknologi ini, perubahan pasar yang cepat, dan kompleksitas yang berkembang, menganalisis kisah Nokia memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi perusahaan manapun yang ingin mempertahankan posisi dalam industri ini. 

  • Baca juga: Polisi India Tahan Burung Merpati 8 Bulan

Kesuksesan awal Nokia merupakan hasil dari pilihan manajemen yang visioner dan berani yang memanfaatkan teknologi inovatif perusahaan saat digitalisasi dan deregulasi jaringan telekomunikasi menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa.

Salah satu ponsel Nokia yang paling banyak diingat oleh orang-orang adalah Nokia 3310. Memiliki ketahanan tingkat tinggi ketika tidak sengaja dijatuhkan. Ditambah Layar tipe monochrome graphic yang dilengkapi empat permainan andalan seperti Snake II, Pairs II, Space Impact, hingga Bantumi.

Ditambah baterai berkapasitas 900 mAh dengan stand by time mencapai 55-260 jam dan talk time mencapai 4 jam 30 menit. Selayaknya ponsel standar di masa itu, Nokia 3310 dibekali fitur telepon, SMS, kalkulator, maupun currency converter.

  • Baca juga: Bantuan Masyarakat Riau 5,6 M Untuk Palestina 

Itu dia beberapa hp nokia yang paling laris sepanjang masa dengan banyak kenangan bagi sebagian orang. Kini, Nokia sendiri memang masih terus beroperasi dan menciptakan smartphone yang dibekali spesifikasi serta fitur canggih di dalamnya. Hanya saja, animonya tidak sebesar beberapa tahun lalu saat produk-produk Nokia menguasai pasar.

Bicara tentang ponsel saat ini sudah menjadi smartphone yang dibekali fitur dan spesifikasi tinggi, memang pada dasarnya mampu memenuhi berbagai kebutuhan, tidak hanya untuk mengirim pesan atau menelepon saja. Apalagi kini mendapatkan smartphone bisa dilakukan secara online dan mudah melalui Eraspace.

  • Baca juga: Tokoh Nato Pro Rusia Menang Pemilu 

Namun pada pertengahan 1990-an, rantai pasokan yang hampir runtuh membuat Nokia berada di landasan pacu kesuksesannya. Sebagai tanggapan, sistem dan proses yang disiplin diterapkan, yang memungkinkan Nokia menjadi sangat efisien dan meningkatkan produksi dan penjualan lebih jauh lebih cepat daripada para pesaingnya.

Tahun 1996 hingga 2000, jumlah pegawai di Nokia Mobile Phones (NMP) meningkat 150 persen menjadi 27.353, sedangkan pendapatan selama periode tersebut naik 503 persen, Fantastis.

  • Baca juga: Ciuman Sesama Jenis, Konser Musik "The 1975" Dihentikan 

Pertumbuhan yang cepat ini membutuhkan biaya. Biaya yang tinggi membuat para manajer di pusat pengembangan utama Nokia mendapati diri mereka berada di bawah tekanan kinerja jangka pendek yang makin meningkat dan tidak dapat mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk inovasi.

Para pemimpin Nokia menyadari pentingnya menemukan apa yang mereka sebut " KAKI KETIGA ", sebuah area pertumbuhan baru untuk melengkapi bisnis telepon seluler dan jaringan yang sangat sukses.

  • Baca juga: Manchester City Juara Liga Primer Inggris Lima Kali Dalam Enam Musim

Upaya mereka dimulai pada tahun 1995 dengan New Venture Board tetapi gagal mendapatkan daya tarik karena bisnis inti menjalankan aktivitas investasi mereka sendiri dan eksekutif TERLALU ASYIK dengan mengelola pertumbuhan di area yang ada, untuk fokus menemukan pertumbuhan baru.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Pemerintah

    Rapat Komisi II DPRD Pelalawan, Humas Zona 1 Riau-Jambi Diminta Tunaikan Kesepakatan CSR Aspal Pertamina di Kerumutan

    Rabu, 24 Mei 2023 | 18:51 WIB
  • Sorotan

    Sukses Laksanakan SPMB Gelombang I 2023, UNIKS Siap Menerima Calon Mahasiswa Baru Gelombang II 

    Rabu, 24 Mei 2023 | 16:36 WIB
  • Peristiwa

    GRANAT Pekanbaru Bersama Ketua DPD Silahturahmi dengan BNNP Riau

    Rabu, 24 Mei 2023 | 15:26 WIB
  • Hukrim

    Polres kuansing Ungkap Kasus Narkoba dalam Kurun waktu 2 Bulan

    Rabu, 24 Mei 2023 | 13:52 WIB
  • Pemerintah

    Menjalin Kebersamaan Babinkamtibmas Sabangi ke Desa Binaan.

    Rabu, 24 Mei 2023 | 13:42 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kegiatan Sosial Danyon A Pelopor Satbrimobda Riau di Masjid Siti Aminah: Contoh Kepedulian dan Inspirasi!

    Minggu, 25 Jan 2026 - 11:55 WIB
  • #2

    Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung 'Dijual': Ada Apa Ninik Mamak dan Kepala Desa IV Koto Setingkai?

    Rabu, 28 Jan 2026 - 13:36 WIB
  • #3

    Bupati Pimpin Musrenbang RKPD 2027: DPRD Kampar Tegaskan Eksekutif Akomodir Usulan di Dapil VI !

    Kamis, 29 Jan 2026 - 20:51 WIB
  • #4

    Dugaan Komersialisasi LKS di Satuan Dikdasmen di Kampar, Plh.Kadisdik Akan Tindak Tegas !

    Selasa, 27 Jan 2026 - 19:47 WIB
  • #5

    Upacara Tradisi Penyambutan Baja Taja: AKBP Jhon Firdaus Tekankan Semangat Kesatuan!

    Selasa, 27 Jan 2026 - 15:27 WIB

SOROTAN

  • Kades dan Vendor

    Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa !

    Sabtu, 07 Feb 2026 | 09:19 WIB
  • Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis?

    Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis?

    Selasa, 03 Feb 2026 | 13:04 WIB
  • Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung

    Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung 'Dijual': Ada Apa Ninik Mamak dan Kepala Desa IV Koto Setingkai?

    Rabu, 28 Jan 2026 | 13:36 WIB

HUKRIM

  • Polsek Tambang Tangkap Pelaku Curanmor Yang Beraksi di 18 TKP!

    Polsek Tambang Tangkap Pelaku Curanmor Yang Beraksi di 18 TKP!

    Sabtu, 17 Jan 2026 | 14:22 WIB
  • Aktivitas PETI Masih Marak, Polres Kuansing Gagal Jaga Ekosistem Alam di Kuansing, Mahasiswa: “Kami Siapkan Laporan ke Propam”

    Aktivitas PETI Masih Marak, Polres Kuansing Gagal Jaga Ekosistem Alam di Kuansing, Mahasiswa: “Kami Siapkan Laporan ke Propam”

    Kamis, 15 Jan 2026 | 01:07 WIB
  • Tak Ada Ampun!!!, Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Sungai Geringging 

    Tak Ada Ampun!!!, Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Sungai Geringging 

    Rabu, 14 Jan 2026 | 15:09 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com