https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun •   Bupati-Wabup Kampar Turun Langsung, Bantuan Beras Disalurkan ke Warga Rentan •   Jalur Lama Ditutup, Arus Dialihkan! Ditlantas Polda Riau Pastikan Overpass STA 203+285 Siap Dilintasi •   Siapkan Anggaran 2027, Biro Rena Polda Riau Periksa Kebutuhan Polres Kampar
Home › Internasional › Raksasa Yang Jatuh Terjungkal Itu Bergelar NOKIA
Internasional
Pekanbaru

Kenangan Terindah 3310

Raksasa Yang Jatuh Terjungkal Itu Bergelar NOKIA

Rabu, 24 Mei 2023 | 19:33 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Raksasa Yang Jatuh Terjungkal Itu Bergelar NOKIA

Keterangan Foto: Nokia 3310 ponsel jadul tahan banting dan mengagumkan pada masa kejayaannya.

 

Jakarta, Tabloid Diksi - Booming menjadi primadona di masa keemasannya.  Sekarang divisi produsen ponsel asal Finlandia tersebut benar-benar bangkrut.

    Baca juga:
  • Indonesia Ungkap Strategi Lawan Ekstremisme Online pada Forum Kontra-Terorisme Regional

  • Hubungan Indonesia-Jerman Kian Erat, Steinmeier Soroti Potensi Besar IEU-CEPA

  • Prabowo Puji Macron, Dorong Bahasa Prancis Masuk Sekolah hingga Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Nokia muncul untuk memimpin revolusi ponsel. Pada puncaknya, Nokia menguasai pangsa pasar ponsel global lebih dari 40 persen.

Namun posisinya di puncak hanya sebentar, penurunan bisnis Nokia dimulai dengan penjualan bisnis telepon selulernya ke Microsoft pada tahun 2013.

Kehadiran pesaing seperti Apple, Samsung dan produsen lainnya bisa saja disalahkan atas kematian Nokia. Namun jika dilihat Nokia mulai runtuh dari dalam, jauh sebelum perusahaan-perusahaan ini memasuki pasar ponsel.

Banyak Orang Bodoh Diberi Uang

Pada masa kemajuan teknologi ini, perubahan pasar yang cepat, dan kompleksitas yang berkembang, menganalisis kisah Nokia memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi perusahaan manapun yang ingin mempertahankan posisi dalam industri ini. 

Kesuksesan awal Nokia merupakan hasil dari pilihan manajemen yang visioner dan berani yang memanfaatkan teknologi inovatif perusahaan saat digitalisasi dan deregulasi jaringan telekomunikasi menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa.

Salah satu ponsel Nokia yang paling banyak diingat oleh orang-orang adalah Nokia 3310. Memiliki ketahanan tingkat tinggi ketika tidak sengaja dijatuhkan. Ditambah Layar tipe monochrome graphic yang dilengkapi empat permainan andalan seperti Snake II, Pairs II, Space Impact, hingga Bantumi.

Ditambah baterai berkapasitas 900 mAh dengan stand by time mencapai 55-260 jam dan talk time mencapai 4 jam 30 menit. Selayaknya ponsel standar di masa itu, Nokia 3310 dibekali fitur telepon, SMS, kalkulator, maupun currency converter.

Itu dia beberapa hp nokia yang paling laris sepanjang masa dengan banyak kenangan bagi sebagian orang. Kini, Nokia sendiri memang masih terus beroperasi dan menciptakan smartphone yang dibekali spesifikasi serta fitur canggih di dalamnya. Hanya saja, animonya tidak sebesar beberapa tahun lalu saat produk-produk Nokia menguasai pasar.

Bicara tentang ponsel saat ini sudah menjadi smartphone yang dibekali fitur dan spesifikasi tinggi, memang pada dasarnya mampu memenuhi berbagai kebutuhan, tidak hanya untuk mengirim pesan atau menelepon saja. Apalagi kini mendapatkan smartphone bisa dilakukan secara online dan mudah melalui Eraspace.

Namun pada pertengahan 1990-an, rantai pasokan yang hampir runtuh membuat Nokia berada di landasan pacu kesuksesannya. Sebagai tanggapan, sistem dan proses yang disiplin diterapkan, yang memungkinkan Nokia menjadi sangat efisien dan meningkatkan produksi dan penjualan lebih jauh lebih cepat daripada para pesaingnya.

Tahun 1996 hingga 2000, jumlah pegawai di Nokia Mobile Phones (NMP) meningkat 150 persen menjadi 27.353, sedangkan pendapatan selama periode tersebut naik 503 persen, Fantastis.

Pertumbuhan yang cepat ini membutuhkan biaya. Biaya yang tinggi membuat para manajer di pusat pengembangan utama Nokia mendapati diri mereka berada di bawah tekanan kinerja jangka pendek yang makin meningkat dan tidak dapat mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk inovasi.

Para pemimpin Nokia menyadari pentingnya menemukan apa yang mereka sebut " KAKI KETIGA ", sebuah area pertumbuhan baru untuk melengkapi bisnis telepon seluler dan jaringan yang sangat sukses.

Upaya mereka dimulai pada tahun 1995 dengan New Venture Board tetapi gagal mendapatkan daya tarik karena bisnis inti menjalankan aktivitas investasi mereka sendiri dan eksekutif TERLALU ASYIK dengan mengelola pertumbuhan di area yang ada, untuk fokus menemukan pertumbuhan baru.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Rapat Komisi II DPRD Pelalawan, Humas Zona 1 Riau-Jambi Diminta Tunaikan Kesepakatan CSR Aspal Pertamina di Kerumutan

    Rabu, 24 Mei 2023 | 18:51 WIB
  • Sorotan

    Sukses Laksanakan SPMB Gelombang I 2023, UNIKS Siap Menerima Calon Mahasiswa Baru Gelombang II 

    Rabu, 24 Mei 2023 | 16:36 WIB
  • Peristiwa

    GRANAT Pekanbaru Bersama Ketua DPD Silahturahmi dengan BNNP Riau

    Rabu, 24 Mei 2023 | 15:26 WIB
  • Hukum

    Polres kuansing Ungkap Kasus Narkoba dalam Kurun waktu 2 Bulan

    Rabu, 24 Mei 2023 | 13:52 WIB
  • Daerah

    Menjalin Kebersamaan Babinkamtibmas Sabangi ke Desa Binaan.

    Rabu, 24 Mei 2023 | 13:42 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #8

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Selasa, 22 Sep 2026 | 09:03 WIB
  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com