https://tabloiddiksi.com

  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Todays

•   Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa ! •   Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis? •   Bupati Pimpin Musrenbang RKPD 2027: DPRD Kampar Tegaskan Eksekutif Akomodir Usulan di Dapil VI ! •   Kunjungan Perdana ke Desa Logas, Kapolres Kuansing Tinjau Pos Kamling, Tanam Pohon, dan Dialog dengan Tokoh Adat
Home › Pemerintah › Sungai Kerumutan Gairah Nelayan Tempatan Dalam Jihad Menafkahi Keluarga
Pemerintah
Pelalawan

Sungai Kerumutan Gairah Nelayan Tempatan Dalam Jihad Menafkahi Keluarga

Minggu, 06 Agustus 2023 | 20:36 WIB,  
Sungai Kerumutan Gairah Nelayan Tempatan Dalam Jihad Menafkahi Keluarga

Sungai Kerumutan Gairah Nelayan Tempatan Dalam Jihad Menafkahi Keluarga

Pelalawan TabloidDiksi Guntur (56) menambatkan perahu nya di tapian sungai kerumutan, sejenak ia turun dengan melompat diatas rerumputan liar. Senyum sumringah ia tebarkan kepada orang orang yang dikenalnya dalam ragam aktifitas di sungai Kerumutan. Ada warga yang tengah menabur jala sambil mengaduk aduk permukaan air sungai, ada juga beberapa orang dengan penuh kesabaran menunggu Ikan menyambar umpan di mata kail jorannya.

  • Baca juga: Capaian UHC Lampaui Target, Pemko Pekanbaru Terima Penghargaan dari Pemerintah Pusat

Aktifitas sungai Kerumutan tampak bergairah lagi, nelayan setempat pun semakin bersemangat mengais rezeki dari tambak alam yang menyediakan beraneka jenis ikan tangkapan untuk dibawa pulang guna menafkahi banyak keluarga di Tasik Kerumutan.

Sudah puluhan tahun, Sungai Kerumutan menjadi tempat bergantungnya banyak kehidupan. Dari banyak generasi yang turun temurun bekerja sebagai nelayan disana. Alam Kerumutan memang kaya akan banyak jenis ikan, selama ini menjadi nafkah andalan nelayan Tempatan.

  • Baca juga: Nikah Massal Gratis di Pekanbaru, 43 Pasangan Siap Resmi Disatukan

"Saya generasi ketiga yang jadi nelayan di sungai Kerumutan ini, kakek dan ayah saya juga nelayan, dimasa mereka ikan ikan di sungai Kerumutan ini sangat berlimpah," kata Guntur, Sabtu (5/8/2023). 

Beberapa tahun belakangan, keadaan sempat berubah suram. Rerumputan liar dan engceng gondok semakin menutupi permukaan sungai. Pendangkalan sungai terjadi dengan banyak lumpur lumpur dibawa air dari hulu sungai. Aktifitas menangkap ikan pun terdampak signifikan. Mengecilnya permukaan sungai menjadi kendala bagi nelayan takkala mengayuh sampan menuju lubuk lubuk penuh ikan.

  • Baca juga: Perkuat Sektor Perikanan, DKP Riau Salurkan Bantuan Induk Ikan ke Kampar

Rumput liar dan engceng gondok mengancam pendapatan nelayan Tempatan. Banyak nyawa yang menggantungkan dari sumber daya hayati sungai Kerumutan pasrah menunggu takdir merubah jalan hidup mereka. Ikan di dapat kadang satu dua ekor, hanya cukup menjadi lauk satu keluarga saja, tidak bisa lagi dijual untuk menutupi kebutuhan rumah tangga lainnya.

"Kalau sungai ditutupi enceng gondok, rumput liar dan sampah sampah. Susah kami mencari ikan di sungai ini. Kalau susah kami mencari nafkah, susah pula kehidupan kami satu keluarga,"lirih Guntur. 

  • Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Kampar Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban di Islamic Center Bangkinang

Kegalauan hati nelayan lokal di Sungai Kerumutan menemui titik nadirnya, sejak H Zukri Misran di amanahkan memimpin Kabupaten Pelalawan pada 2020 lalu. Dari pemikiran ia jualah, kolaborasi beberapa perusahaan yang beroperasi di Kerumutan di lakukan. 

Alat berat diturunkan pekerja dengan sekuat tenaga membersih sungai Kerumutan. Mengembalikan habitat ikan sebagai sumber pendapatan nelayan Tempatan.

  • Baca juga: Oknum eks.Kadus Desa Pangkalan Baru Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Kades Blokir WhatsApp Wartawan ! Warga Desak Tindakan Hukum

 "Alhamdulillah, pak Bupati Haji Zukri punya inisiatif untuk membersihkan sungai Kerumutan ini dari enceng gondok, rumput liar dan sampah. Sehingga bisa mencari ikan lagi, memberi semangat kami (nelayan) untuk berjuang menafkahi keluarga,"katanya

Hal senada juga diutarakan oleh nelayan lain, Johan (47). Sejak dibersihkannya sungai Kerumutan, hasil tangkapan ikan nelayan tempatan jadi bertambah. Perahu nelayan bisa dengan bebas bergerak lalu lalang mengitari seluruh penjuru sungai tanpa terhalang oleh enceng gondok, rumput liar dan tumpukan sampah.

  • Baca juga: Pansel Umumkan Rekrutmen Anggota KY Baru, Pendaftaran 2–23 Juni 2025

"Sungai nya seakan hidup lagi. Aktifitas di sungai kembali membangkitkan semangat nelayan dalam menafkahi keluarga kami," aku Johan. 

"Ini tentu berkah campur tangan pak bupati dalam mengumpulkan beberapa perusahaan disini untuk mencari solusi atas permasalahan kami masyarakat kecil yang menggantungkan hidup di sungai Kerumutan ini," imbuhnya

  • Baca juga: Sinergi Lintas Sektor, Rohil Gugah Kesiapsiagaan Hadapi Malaria

Sementara itu, Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Pelalawan (Hipmawan) Pekanbaru Muhammad Firdaus mencoba menyikapi bijak persoalan Sungai Kerumutan. Ia menuturkan bahwa aktifitas ekonomis masyarakatnya banyak bergantung kepada sungai Kerumutan. Sebagai nelayan tradisional, ikan ikan di tersedia di dasar sungai memberi energi dalam menggerakkan kehidupan masyarakat Tempatan.

"Puluhan tahun, sejak dari nenek moyang kami menggantungkan hidup di sungai ini," kata Muhammad Firdaus mahasiswa asli Kerumutan ini. 

  • Baca juga: 2.840 Honorer Diverifikasi Ulang, Gaji Tertunda Segera Cair

Tak dapat dipungkiri, meluasnya habitat enceng gondok dan rumput liar di sungai Kerumutan mengancam nelayan lokal dalam aktifitas melaut.

"Dengan dibersihkannya sungai ini, berdampak positif bagi nelayan, tangkapannya jadi lebih baik,"ungkapnya

  • Baca juga: Desa Lipat Kain Selatan di Bawah Sorotan: Transparansi Pembangunan Dipertanyakan

Bagi Pemuda disapa Daus ini, menyelamatkannya banyak keluarga yang terancam penghasilannya dari sektor perikanan sungai Kerumutan jauh lebih bermanfaat dari debat boleh tidaknya hal itu dilakukan.

"Kalau masyarakat, taunya manfaat itu menyentuh mereka atau tidak, pembersihan sungai Kerumutan dirasakan sendiri dampaknya bagi ekonomi keluarga nelayan disini,"pungkas Daus.

Editor : Bujang P

TOPIK TERKAIT

Pelalawan
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sorotan

    Diduga ada Markup LSM Anti Korupsi Surati Kejari Terkait Tiga Proyek Fisik Dinas PUPR Pelalawan

    Senin, 31 Jul 2023 | 12:36 WIB
  • Pemerintah

    Isu Gizi Buruk di Pelalawan! Ini Tanggapan Kadinkes Asril

    Senin, 24 Jul 2023 | 12:02 WIB
  • Pemerintah

    H Zukri SE Tunjuk Plh Pengganti Kadis PUPR yang Tersangkut Kasus Viral

    Rabu, 19 Jul 2023 | 10:49 WIB
  • Sorotan

    Tim Gabungan Lakukan Operasi Penertiban Warung Remang remang yang Meresahkan Masyarakat

    Selasa, 18 Jul 2023 | 15:28 WIB
  • Pemerintah

    Raih Delapan Emas, SMPN Bernas Sabet Juara Umum O2SN SMP se Kabupaten Pelalawan

    Senin, 17 Jul 2023 | 15:49 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kegiatan Sosial Danyon A Pelopor Satbrimobda Riau di Masjid Siti Aminah: Contoh Kepedulian dan Inspirasi!

    Minggu, 25 Jan 2026 - 11:55 WIB
  • #2

    Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung 'Dijual': Ada Apa Ninik Mamak dan Kepala Desa IV Koto Setingkai?

    Rabu, 28 Jan 2026 - 13:36 WIB
  • #3

    Bupati Pimpin Musrenbang RKPD 2027: DPRD Kampar Tegaskan Eksekutif Akomodir Usulan di Dapil VI !

    Kamis, 29 Jan 2026 - 20:51 WIB
  • #4

    Dugaan Komersialisasi LKS di Satuan Dikdasmen di Kampar, Plh.Kadisdik Akan Tindak Tegas !

    Selasa, 27 Jan 2026 - 19:47 WIB
  • #5

    Upacara Tradisi Penyambutan Baja Taja: AKBP Jhon Firdaus Tekankan Semangat Kesatuan!

    Selasa, 27 Jan 2026 - 15:27 WIB

SOROTAN

  • Kades dan Vendor

    Kades dan Vendor 'Main Mata', Inspektorat 'Bungkam' Korupsi Dana Digitalisasi Desa !

    Sabtu, 07 Feb 2026 | 09:19 WIB
  • Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis?

    Kawasan Hutan di Kampar Kiri: Pertarungan antara Kemakmuran dan Bisnis?

    Selasa, 03 Feb 2026 | 13:04 WIB
  • Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung

    Tanah Ulayat Kenegerian Lubuk Agung 'Dijual': Ada Apa Ninik Mamak dan Kepala Desa IV Koto Setingkai?

    Rabu, 28 Jan 2026 | 13:36 WIB

HUKRIM

  • Polsek Tambang Tangkap Pelaku Curanmor Yang Beraksi di 18 TKP!

    Polsek Tambang Tangkap Pelaku Curanmor Yang Beraksi di 18 TKP!

    Sabtu, 17 Jan 2026 | 14:22 WIB
  • Aktivitas PETI Masih Marak, Polres Kuansing Gagal Jaga Ekosistem Alam di Kuansing, Mahasiswa: “Kami Siapkan Laporan ke Propam”

    Aktivitas PETI Masih Marak, Polres Kuansing Gagal Jaga Ekosistem Alam di Kuansing, Mahasiswa: “Kami Siapkan Laporan ke Propam”

    Kamis, 15 Jan 2026 | 01:07 WIB
  • Tak Ada Ampun!!!, Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Sungai Geringging 

    Tak Ada Ampun!!!, Polsek Kampar Kiri Tangkap Pelaku Narkoba di Desa Sungai Geringging 

    Rabu, 14 Jan 2026 | 15:09 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com