https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Beranda

Nasional

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Air Jamban, 21 Paket Disita dan Pemasok Diburu •   9 Paket Sabu 2,85 Gram Disita, Pria 52 Tahun Ditangkap di Bengkalis •   Terungkap! Paman-Tante Jadi Tersangka Kekerasan Dua Bocah di Siak •   Komisi II DPR RI Soroti Pengkavlingan Kawasan Laut di Batam
Home › Internasional › Warga Australia Tolak Akui Penduduk Asli 
Internasional

Referendum Pilu Masyarkat Aborigin 

Warga Australia Tolak Akui Penduduk Asli 

Senin, 16 Oktober 2023 | 21:44 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Warga Australia Tolak Akui Penduduk Asli 

Keterangan Foto: Masyarakat Aborigin mendapat penolakan tegas 60% dari hasil referendum pengakuan sebagai penduduk asli.

JAKARTA // Para pemimpin masyarakat adat Australia pada Minggu, 15 Oktober 2023, menyerukan keheningan dan refleksi selama seminggu setelah referendum untuk mengakui Penduduk Asli dalam konstitusi ditolak dengan tegas oleh mayoritas penduduk.

Lebih dari 60% warga Australia memilih "Tidak" dalam referendum penting pada hari Sabtu, yang pertama dalam hampir seperempat abad, yang menanyakan apakah akan mengubah konstitusi untuk mengakui masyarakat Aborigin dan Pulau Selat Torres melalui pembentukan badan penasehat Masyarakat Adat "Suara kepada Parlemen" yang dapat memberikan nasihat kepada parlemen mengenai hal-hal yang menyangkut masyarakat.

    Baca juga:
  • Indonesia Ungkap Strategi Lawan Ekstremisme Online pada Forum Kontra-Terorisme Regional

  • Hubungan Indonesia-Jerman Kian Erat, Steinmeier Soroti Potensi Besar IEU-CEPA

  • Prabowo Puji Macron, Dorong Bahasa Prancis Masuk Sekolah hingga Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina

Hasil ini merupakan kemunduran besar bagi upaya rekonsiliasi dengan komunitas Pribumi di negara tersebut, dan juga merusak citra Australia di mata dunia mengenai cara mereka memperlakukan penduduk aslinya.

Berbeda dengan negara-negara lain yang memiliki sejarah serupa seperti Kanada dan Selandia Baru, Australia belum secara formal mengakui atau mencapai perjanjian dengan Penduduk Aslinya.  

Penduduk Aborigin dan Pulau Selat Torres merupakan 3,8% dari 26 juta penduduk Australia dan telah mendiami negara tersebut selama sekitar 60.000 tahun. Namun mereka tidak disebutkan dalam konstitusi dan berdasarkan sebagian besar ukuran sosial-ekonomi, mereka adalah kelompok masyarakat yang paling dirugikan di negara ini.

"Ini adalah sebuah ironi yang pahit. Bahwa orang-orang yang baru berada di benua ini selama 235 tahun menolak untuk mengakui mereka yang telah tinggal di benua ini selama 60.000 tahun atau lebih adalah hal yang tidak masuk akal," kata para pemimpin dalam sebuah pernyataan yang dirilis di platform media sosial.

Para pemimpin mengatakan mereka akan menurunkan bendera Aborigin dan Pulau Selat Torres menjadi setengah tiang selama seminggu dan mendesak negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Pemimpin Masyarakat Adat Australia dan mantan pemain rugby nasional Lloyd Walker mengatakan jalan menuju rekonsiliasi tampaknya sulit saat ini, namun masyarakat harus terus berjuang.

“Kami dapat mengatakan bahwa hal tersebut tidak mendapat dukungan suara, namun masih ada 40% orang yang menginginkannya. Bertahun-tahun yang lalu kami tidak akan mendapatkan persentase tersebut secara pasti,” kata Walker.

Jade Ritchie, seorang juru kampanye “Ya” mengatakan setelah hasil pemilu pada Sabtu malam bahwa seluruh bangsa harus berduka atas hilangnya kesempatan tersebut.

“Kami mempunyai kesempatan untuk membuat perubahan nyata,” katanya kepada Reuters.

“Kesenjangan ini, ketidakberuntungan ini, pencabutan hak seluruh bagian masyarakat kita…. kita membicarakan hal ini sepanjang waktu dan pemerintah demi pemerintah mencoba untuk mengatasi masalah ini dan di sinilah kita dengan proposal yang sangat moderat dan adil serta cara praktis ke depan, dan itu tidak diterima." keluh Ritchie.

 

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • TNI-Polri

    Polda Riau Gelar simulasi pengamanan Pemilu 2024 

    Senin, 16 Okt 2023 | 20:02 WIB
  • Daerah

    Apel Pagi di Akhir Jabatan Gubernur 

    Senin, 16 Okt 2023 | 14:57 WIB
  • Nasional

    MK Tolak Gugatan Usia Minimal Capres-Cawapres

    Senin, 16 Okt 2023 | 14:07 WIB
  • Peristiwa

    Hujan Buatan Tahap Ke-enam di Riau Berakhir

    Senin, 16 Okt 2023 | 09:47 WIB
  • Nasional

    Target RI Menjadi Negara Maju

    Senin, 16 Okt 2023 | 07:39 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #2

    Diduga Quarry Ilegal di Kampar Rusak Jalan dan Sebar Debu, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:11 WIB
  • #3

    Menyala ! Tim Gabungan Polda, Polres dan Polsek Singingi Kembali Gelar Operasi PETI 

    Selasa, 04 Agu 2026 - 20:02 WIB
  • #4

    Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

    Selasa, 04 Agu 2026 - 15:33 WIB
  • #5

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #6

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB
  • #7

    Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

    Rabu, 29 Jul 2026 - 19:06 WIB
  • #8

    TPK Desa Alam Panjang Turun ke Sekolah Gaungkan GATI, Dorong Peran Ayah dalam Mendidik Anak

    Rabu, 05 Agu 2026 - 15:43 WIB
  • #9

    Pengedar Sabu di Tambang Dibekuk Polisi, 10 Paket Siap Edar Disita

    Jumat, 31 Jul 2026 - 12:06 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Air Jamban, 21 Paket Disita dan Pemasok Diburu

    Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Air Jamban, 21 Paket Disita dan Pemasok Diburu

    Senin, 10 Agu 2026 | 14:33 WIB
  • 9 Paket Sabu 2,85 Gram Disita, Pria 52 Tahun Ditangkap di Bengkalis

    9 Paket Sabu 2,85 Gram Disita, Pria 52 Tahun Ditangkap di Bengkalis

    Senin, 10 Agu 2026 | 14:15 WIB
  • Terungkap! Paman-Tante Jadi Tersangka Kekerasan Dua Bocah di Siak

    Terungkap! Paman-Tante Jadi Tersangka Kekerasan Dua Bocah di Siak

    Senin, 10 Agu 2026 | 14:01 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • ertemu Dirut Pertamina di Hambalang, Prabowo Bahas B50 hingga Restrukturisasi BUMN

    ertemu Dirut Pertamina di Hambalang, Prabowo Bahas B50 hingga Restrukturisasi BUMN

    Senin, 10 Agu 2026 | 08:50 WIB
  • Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026

    Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026

    Senin, 10 Agu 2026 | 07:40 WIB
  • Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta, Geopolitik dan Safe Haven Jadi Pendorong

    Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta, Geopolitik dan Safe Haven Jadi Pendorong

    Senin, 10 Agu 2026 | 07:20 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com