https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Gerbong Mutasi Bergerak di Polresta Pekanbaru, Muharman Arta Lantik Kabag Ren dan Pimpin 2 Sertijab •   Tim Puslitbang Polri Turun ke Polresta Pekanbaru, Evaluasi Sertifikasi dan Kualitas Pengadaan •   Personel Polsek Batu Hampar Turun Tangan Bersihkan Mako, Program ASRI Jadi Gerakan Nyata •   HUT Lantas ke-71, Kapolda Riau Minta Polantas Tak Cuma Urus Jalan: Lingkungan Juga Harus Dijaga
Home › Ekonomi › Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan
Ekonomi
Pulau Jawa & Madura

Analisa Empat Ekonom

Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

Rabu, 06 Desember 2023 | 10:43 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Hidup Sulit, Orang RI Makan Tabungan

Keterangan Foto:

JAKARTA, Fenomena orang Indonesia menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari alias makan tabungan mengemuka belakangan ini. Fenomena tersebut mencuat dari survei yang dirilis oleh Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

BI merilis data Survei Konsumen per Oktober 2023 yang menunjukkan banyak warga Indonesia harus menggunakan tabungannya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Baca juga:
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

BI mencatat rasio tabungan terhadap pendapatan per Oktober 2023 turun jauh dibandingkan posisi sebelum pandemi Covid-19 atau Oktober 2019.

Menanggapi fenomena tersebut, 4 ekonom mengajukan pendapat yang berbeda-beda mengenai penyebab orang RI makan tabungan. Ada yang menilai fenomena ini muncul sebagai dampak dari strategi pemulihan ekonomi Indonesia pasca Covid-19, sementara ekonom lainnya berpendapat bahwa kenaikan harga menjadi biang keladi masalah.

Berikut pendapat 4 ekonom dari berbagai lembaga.

1. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal. 

Faisal berpendapat, penyebab umum orang RI makan tabungan adalah biaya hidup yang semakin mahal dan pendapatan masyarakat yang cenderung tetap. Namun, Faisal lebih menyoroti masalah kenaikan harga sebagai biang keladi terjadinya fenomena makan tabungan.

Ia menyebut, inflasi tahun ini relatif lebih, namun kondisi melambatnya perekonomian Indonesia membuat daya beli masyarakat semakin tergerus dengan kenaikan harga. 

"Dalam kondisi ekonomi tumbuh lebih lambat, walaupun inflasi lebih rendah akan melemahkan dari sisi daya beli," kata Faisal.

Penyumbang inflasi terbesar hingga November adalah komoditas harga pangan bergejolak atau volatile food, seperti beras. Inflasi di komoditas itu, menurutnya, memukul kalangan masyarakat bawah yang menggunakan sebagian besar tabungannya untuk makanan. "Kalangan bawah sebetulnya lebih rentan terhadap inflasi pangan," katanya.

2. Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky. 

Teuku Riefky mengatakan, data BI menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang tergerus tabungannya paling dalam adalah masyarakat kalangan bawah. Hal itu terjadi karena kenaikan harga-harga bahan makanan, terutama beras.

"Ini yang nampaknya mendorong adanya penggunaan tabungan oleh sebagian kelompok masyarakat termiskin," ujar Riefky.

Ia mengatakan masalah tersebut sudah coba diantisipasi pemerintah dengan menambah bantuan sosial, lalu kemudian menambah impor beras sehingga harga lebih terkendali. 

"Tapi memang ini butuh beberapa waktu untuk kemudian bisa terlihat dampaknya di data ekonomi," ujarnya.

3. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda. 

Nailul Huda berpendapat faktor yang paling berpengaruh pada fenomena makan tabungan adalah konsumsi masyarakat. Dia bilang konsumsi masyarakat tetap meningkat, namun tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Merujuk data dari BPS, kata Nailul, kenaikan paling cepat adalah konsumsi telekomunikasi dan transportasi; serta restoran dan hotel.

"Artinya masyarakat Indonesia di tahun 2023 ini lebih banyak liburan dan staycation dibandingkan tahun 2022," terang Nailul.

Dia mengatakan dibukanya kegiatan masyarakat setelah pandemi Covid membuat konsumsi masyarakat juga meningkat. Akhirnya mereka memakan tabungan yang mereka kumpulkan selama dua tahun kemarin. 

"Tahun ini juga festival musik kerap diadakan. Paling banyak turun rasio tabungannya kan kelompok menengah yang hobinya jalan-jalan, beli gadget, nonton konser," terangnya.

4. Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef. M Rizal Taufikurahman. 

Taufik menjelaskan, kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari dan pendapatan yang cenderung stagnan memang terjadi. Namun dia berpendapat faktor perubahan gaya konsumsi masyarakat juga memberikan andil pada fenomena makan tabungan.

Dikatakannya, perkembangan teknologi sudah membuat masyarakat begitu mudah untuk melakukan aktivitas pembelian seperti membeli makanan maupun barang. Bentuk uang digital, menurutnya, juga membuat kesadaran masyarakat terhadap nilai uang berubah. Secara psikologis bentuk uang digital membuat orang semakin mudah ketika mengeluarkan uang.

"Ini merupakan masa transisi antara teknologi baru dengan pembiasaan masyarakat untuk melakukan belanja secara lebih rasional," ujar Taufik.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Alat Pendeteksi Vulkanik Gunung Marapi Hilang

    Rabu, 06 Des 2023 | 09:06 WIB
  • Nasional

    Jaksa Agung RI Lakukan Kunjungan Kerja di Riau

    Selasa, 05 Des 2023 | 18:17 WIB
  • Nasional

    Kunjungan Kerja Jaksa Agung RI di Pelalawan

    Selasa, 05 Des 2023 | 17:18 WIB
  • Daerah

    Pemkab Bengkalis Gelar Rakornis

    Selasa, 05 Des 2023 | 16:29 WIB
  • TNI-Polri

    Desak Polri Tahan Firli

    Selasa, 05 Des 2023 | 15:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB
  • #8

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #9

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Selasa, 22 Sep 2026 | 09:03 WIB
  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com