https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri •   Tak Ada Lagi Titik Api di Riau, Asap Masih Mengintai: Polda Perkuat Mitigasi hingga 2027 •   HUT TNI ke-81, Kapolsek Tambang: TNI-Polri Harus Satu Barisan Hadapi Tantangan Kamtibmas •   HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid
Home › Sorotan › Gading Hilang Satu, Gajah Sumatera di Balai TNTN Mati Keracunan
Sorotan
Pelalawan

Gading Hilang Satu, Gajah Sumatera di Balai TNTN Mati Keracunan

Jumat, 12 Januari 2024 | 14:53 WIB,  
Penulis : Josua Nababan
Gading Hilang Satu, Gajah Sumatera di Balai TNTN Mati Keracunan

Keterangan Foto: Gajah Bernama Rahman Mati Keracunan dan Gading Hilang Satu. (Ket: Istimewa)

PELALAWAN, Tabloid Diksi - Seekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) bernama Rahman mati diduga keracunan di camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bungo Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kab. Pelalawan, Provinsi. Kematian Gajah Sumatera ini diduga disebabkan oleh perburuan gading Gajah Sumatera.

Gajah Rahmah berjenis kelamin laki-laki dan berumur kurang lebih 46 tahun. Dari informasi, kejadian berawal pada Rabu tanggal 10 Januari 2024 sekitar pukul 08.30 WIB, Mahout dari gajah Rahman bernama Jumadi hendak menjemput gajah Rahman dari dalam kawasan hutan untuk melakukan rutinitas harian. 

    Baca juga:
  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

“ Saat itu, saya hendak memberikan makanan. Namun, Gajah Rahman tidak memberikan respon seperti biasa. Setelah dilihat lebih dekat, Gajah Rahman sudah dalam kondisi tergeletak lemas dengan gading sebelah kiri yang sudah terpotong dan hilang,” ucap Jumaidi dikutip dari rilis Humas TNTN. 

Selanjutnya, Jumadi melaporkan kondisi gajah Rahman ke koordinator Mahout dan diteruskan ke Kepala SPTN Wilayah I LKB, Bapak Didin Hartoyo, S.Hut, M.Han. kepala SPTN dan petugas di lapangan berkoordinasi dengan dokter hewan BBKSDA Riau untuk penanganan awal gajah Rahman.

Kemudian tim flying squad Taman Nasional Tesso Nilo segera memberikan pertolongan dipandu oleh Dokter Hewan dari tim medis BBKSDA Riau, sementara tim medis dari BBKSDA Riau bergerak ke lokasi dari Pekanbaru.

Kepala SPTN Wilayah I LKB juga berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ukui untuk olah TKP awal dan pengambilan keterangan.

Telah dilakukan berbagai upaya penyelamatan seperti memberikan obat pencahar (norit) melalui mulut menggunakan selang, memberikan susu melalui mulut dengan menggunakan selang, mencuci anus, dan memberikan asupan berupa gula cair melalui mulut dengan selang, berdasarkan panduan dan rekomendasi dari dokter hewan BBKSDA Riau. Gajah Rahman tidak tertolong dan dinyatakan mati pukul 15.55 WIB di hari yang sama.

Setelah terkonfirmasi mati, Gajah Rahman langsung dilakukan tindakan nekropsi/pembedahan oleh Tim medis dengan hasil: Satu buah gading sebelah kiri sudah hilang, di potong dengan menggunakan benda tajam sampai ke pangkal gading, dan pada organ-organ pencernaan dan organ dalam berwarna pucat dan ditemukan sisa buah pepaya dan serpihan serbuk berwarna hitam yang diduga racun. Hasil diagnosa Dokter hewan dan tim medis penyebab kematian gajah Rahman diduga karena KERACUNAN. Kegiatan nekropsi dilakukan sampai dengan pukul 02.00 WIB Kamis tanggal 11 Januari 2024. 

Tubuh Gajah Rahman Saat ini telah dikuburkan, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim Kepolisian. Gajah rahman merupakan merupakan seekor Gajah Sumatera yang ditemukan di Pulau Gadang pada tahun 1995. Gajah Rahman dibawa ke Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo untuk dilatih sebagai garda terdepan mitigasi konflik satwa di Taman Nasional Tesso Nilo.

Kematian Gajah Rahman menjadi pukulan berat dan kesedihan mendalam bagi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dengan kematian Gajah Rahman, saat ini jumlah gajah binaan Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo berkurang satu menjadi 9 (sembilan) ekor. ***

Editor : Josua Januari Nababan
Sumber : Rls

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Raja Faisal Singgung Infrastruktur Wilayah 

    Jumat, 12 Jan 2024 | 07:31 WIB
  • Hukum

    AMPUH Ingatkan APH Tangkap PPK dan PPTK Proyek Jalan Sei Sirih

    Kamis, 11 Jan 2024 | 23:23 WIB
  • Politik

    Yorda Caleg Gerinda Sosialisasikan Pilih Ia Maju Dewan Provinsi

    Kamis, 11 Jan 2024 | 23:13 WIB
  • Peristiwa

    PWNU Riau Deklarasi Dukung Pasangan Calon Presiden Prabowo - Gibran

    Kamis, 11 Jan 2024 | 23:04 WIB
  • Sorotan

    Kecam Politik Dinasti, 6 Kampus Riau Bergerak Bagikan Selebaran

    Kamis, 11 Jan 2024 | 21:33 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #7

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #8

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #9

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB

HUKRIM

  • Vonis Abdul Wahid Jadi 4 Tahun, Eks Gubernur Riau Wajib Bayar Rp1,45 Miliar

    Vonis Abdul Wahid Jadi 4 Tahun, Eks Gubernur Riau Wajib Bayar Rp1,45 Miliar

    Senin, 05 Okt 2026 | 12:47 WIB
  • Pengembangan Kasus Pupuk di Siak Buka Temuan 69,2 Ton di Kampar

    Pengembangan Kasus Pupuk di Siak Buka Temuan 69,2 Ton di Kampar

    Minggu, 04 Okt 2026 | 15:21 WIB
  • Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk di Kampar, Berawal dari Truk di Siak

    Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk di Kampar, Berawal dari Truk di Siak

    Minggu, 04 Okt 2026 | 13:51 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com