https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Menteri Meutya Hamid Luncurkan Pusat AI di UGM : Penggerak Kedaulatan Digital Indonesia •   KPK Tahan Empat Tersangka Kasus Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar •   KPK Perkuat Integritas ATR/BPN, 40 Pejabat Dibekali Program PRESTASI •   Kementrian LH Terbitkan SE Larangan Pembukaan Lahan dengan Membakar untuk Cegah Karhutla
Home › Artikel › Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman
Artikel
Pekanbaru

Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman

Senin, 24 Februari 2025 | 12:22 WIB,  
Penulis : Redaksi
Kebangkitan Pemuda Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Zaman

Keterangan Foto: Nofri Yandri Yulan SPi, Sekretaris DPD KNPI Riau

PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemuda harus bangun dari tidur panjang dan menyadari bahwa perannya tidak hanya sebagai subjek, tetapi juga sebagai objek perubahan. Apa yang dilakukan hari ini akan berdampak pada masa depan.

Kaum muda harus berperan aktif dan mewarnai perubahan di berbagai bidang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sosok kaum muda memiliki karakter unik yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya maupun setelahnya. Beberapa di antaranya adalah semangat yang selalu bergelora, keberanian mengambil risiko besar, energi yang tinggi, serta pandangan jauh ke depan. Tidak ada perubahan sosial di muka bumi ini yang terjadi tanpa peran kaum muda.

    Baca juga:
  • Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem di Tengah Peningkatan Aktivitas Ekonomi

  • Strategi Tim Free Fire dan Mobile Legends Agar Menang Lebih Konsisten

  • Alasan Rental Mobil Menjadi Pilihan Favorit Saat Bepergian

Sebagai contoh, Revolusi Prancis yang menumbangkan monarki dan gereja di Abad Pertengahan digerakkan oleh kaum intelektual muda. Tokoh-tokoh seperti Jean-Jacques Rousseau dan Montesquieu menjadi motor penggerak revolusi yang menandai era baru serta mengilhami kebangkitan Renaisans di Eropa. Di Rusia, Revolusi Bolshevik berhasil menumbangkan Tsar Nicholas II dan dinasti Romanov.

Demikian pula dengan Revolusi Hungaria yang dipelopori oleh para pemuda dan mahasiswa yang menentang pendudukan Uni Soviet dan pemerintahan boneka. Gelombang revolusi kaum muda kemudian merambah ke Eropa Barat sepanjang tahun 1960-an. Salah satu negara pertama yang merasakan dampaknya adalah Spanyol, di mana para pemuda bangkit menentang diktator Jenderal Franco pada tahun 1965.

Di dunia Islam, terutama di Asia dan Afrika, para pemuda menjadi pelopor perlawanan terhadap penjajahan sejak awal abad ke-20 hingga tahun 1970-an. Revolusi Aljazair pada tahun 1954, misalnya, memaksa Prancis angkat kaki dari negara tersebut. Sementara itu, pemuda Mesir berhasil mengusir Inggris dari negaranya.

Di Indonesia, sejarah perjuangan pemuda tercatat mulai dari Era Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, perlawanan terhadap Orde Lama tahun 1966, gerakan reformasi melawan Orde Baru tahun 1998, hingga Era Reformasi saat ini. Menurut Taufik Abdullah, kaum muda lebih cepat dalam mengupayakan perubahan sosial dan merumuskan kembali peran mereka. Sutan Sjahrir dalam suratnya dari Penjara Cipinang dan pembuangannya di Boven Digul mengutip penyair Jerman, Friedrich Schiller, yang berkata, "Und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein" yang berarti "Hidup yang tidak dipertaruhkan, tak akan bisa dimenangkan."

Namun, saat ini gerakan kaum muda mengalami stagnasi sehingga keberadaannya tidak dirasakan oleh lingkungan sekitar. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh pemuda antara lain:

  1. Pragmatisme dan Materialisme – Banyak pemuda yang mengukur segala sesuatu dengan materi, bahkan rela mengorbankan harga diri demi kepentingan jangka pendek.
  2. Hedonisme, Narsisme, dan Pemborosan Waktu – Narsisme yang berlebihan serta gaya hidup konsumtif membuat pemuda terjebak dalam hal-hal tidak penting, bahkan cenderung negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan minuman keras.
  3. Hilangnya Tradisi Membaca, Diskusi, dan Menulis – Pemuda harus memiliki ide, konsep, dan gagasan. Budaya membaca, diskusi, dan menulis sangat penting agar mereka tidak seperti yang dikeluhkan oleh Taufiq Ismail bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang rabun membaca dan pincang dalam menulis.
  4. Kurangnya Pemahaman tentang Ideologi Perjuangan – Ideologi adalah landasan utama dalam bertindak. Ketidaktahuan tentang ideologi membuat pemuda lemah dalam memahami teori dan praktik dalam menyelesaikan persoalan di bidang ekonomi, sosial, politik, dan kemasyarakatan.
  5. Perpecahan dan Depolitisasi Gerakan Pemuda – Hingga kini, belum ada upaya serius dari para pengambil kebijakan untuk merekonsolidasi gerakan kaum muda secara nasional.
  6. Gerakan Pemuda yang Hanya Bersifat Momentum – Banyak pemuda yang baru bergerak ketika situasi memaksa mereka, bukan karena kesadaran sendiri. Seharusnya, pemuda mampu menciptakan momentum perubahan, bukan hanya mengikuti arus.

Gerakan kaum muda harus mampu menafsirkan ulang peran mereka dalam konteks zaman modern. Setiap masa memiliki tantangannya sendiri, dan setiap generasi harus siap menjawabnya. Pemuda harus aktif di berbagai bidang, menguasai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Bagi yang tertarik di bidang politik, kuasailah ilmu politik. Bagi yang berminat di bidang hukum, pelajari ilmu hukum dengan mendalam. Begitu pula dengan ekonomi, seni, dan sains. Sudah bukan zamannya hanya beropini; kini saatnya pemuda beraksi nyata. Dengan demikian, eksistensi gerakan pemuda akan semakin nyata dan mampu menjawab tantangan zaman.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

Semangat Pemuda
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan, Tunggakan Bertahun-tahun Kini Bisa Dibereskan

    Selasa, 11 Agu 2026 - 00:26 WIB
  • #2

    DJ Competition Megamix Riau Semakin Meriah, Berbagai Daerah Ikut Kompetisi

    Rabu, 12 Agu 2026 - 17:43 WIB
  • #3

    Menyala ! Tim Gabungan Polda, Polres dan Polsek Singingi Kembali Gelar Operasi PETI 

    Selasa, 04 Agu 2026 - 20:02 WIB
  • #4

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #5

    Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

    Selasa, 04 Agu 2026 - 15:33 WIB
  • #6

    Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

    Rabu, 29 Jul 2026 - 19:06 WIB
  • #7

    TPK Desa Alam Panjang Turun ke Sekolah Gaungkan GATI, Dorong Peran Ayah dalam Mendidik Anak

    Rabu, 05 Agu 2026 - 15:43 WIB
  • #8

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB
  • #9

    Wamenkeu Juda Agung Dorong Pasar Keuangan RI Makin Dalam untuk Perkuat Pembiayaan Ekonomi

    Senin, 10 Agu 2026 - 20:04 WIB

HUKRIM

  • Polisi Bekuk Perempuan Muda Diduga Edarkan Sabu di Lirik, 3,88 Gram Disita

    Polisi Bekuk Perempuan Muda Diduga Edarkan Sabu di Lirik, 3,88 Gram Disita

    Kamis, 13 Agu 2026 | 11:06 WIB
  • Bongkar Atap Rumah Warga, 2 Pelaku Diciduk Polsek Sukajadi Pekanbaru

    Bongkar Atap Rumah Warga, 2 Pelaku Diciduk Polsek Sukajadi Pekanbaru

    Kamis, 13 Agu 2026 | 07:25 WIB
  • Polisi Bongkar Peredaran 37,37 Gram Sabu di Kampar, Pemasok Diburu

    Polisi Bongkar Peredaran 37,37 Gram Sabu di Kampar, Pemasok Diburu

    Kamis, 13 Agu 2026 | 07:10 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Rupiah Melemah ke Rp17.877 per Dolar AS, Pasar Masih Dibayangi Sentimen Global

    Rupiah Melemah ke Rp17.877 per Dolar AS, Pasar Masih Dibayangi Sentimen Global

    Kamis, 13 Agu 2026 | 15:03 WIB
  • Harga Kelapa Inhil Terjun Bebas, Petani Kini Hanya Dibayar Rp1.800 per Kilogram

    Harga Kelapa Inhil Terjun Bebas, Petani Kini Hanya Dibayar Rp1.800 per Kilogram

    Kamis, 13 Agu 2026 | 15:01 WIB
  • Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Brent Mendekati US$90 per Barel

    Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Brent Mendekati US$90 per Barel

    Rabu, 12 Agu 2026 | 12:23 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com