https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Perangi Narkoba dari Desa, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia Mendadak di Hangtuah •   Polsek Kampar Kiri Turun ke Desa Gema, Green Policing Jadi Gerakan Jaga di Kampar •   Tergerak Melihat Kondisi Rumah Ibu Suraya, Kapolres Kampar Turun Tangan dan Siapkan Rehab •   Cegah Hoaks dan Jaga Bengkalis Tetap Kondusif, Kapolres Gandeng Wartawan Perkuat Sinergi
Home › Sorotan › Kejadian Tragis Timpa Pegiat Lingkungan, Polres Kampar Buat Linglung
Sorotan
Kampar

Kejadian Tragis Timpa Pegiat Lingkungan, Polres Kampar Buat Linglung

Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:27 WIB,  
Penulis : TIM
Kejadian Tragis Timpa Pegiat Lingkungan, Polres Kampar Buat Linglung

Keterangan Foto:

KAMPAR, Tabloid Diksi - Tiga (3) orang korban penganiayaan / pengeroyokan diduga dilakukan warga bersama perangkat Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung. Pelaku diminta agar segera ditahan dan dihukum setimpal dengan perbuatannya. 

Ketiga korban yang merupakan pegiat lingkungan hidup yang menjaga bibitan Yayasan Mandala Foundation antara lain Eka Dharma Karti, Andra Ramadhan dan Wahyu Saputra. 

    Baca juga:
  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

Korban sampai berdarah-darah akibat dikeroyok warga bersama perangkat desa, Selasa 20 Mei 2025 malam, di balai desa – Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

Hampir tiga bulan terjadinya peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oknum-oknum perangkat desa dan warga Desa Batu Gajah, sayangnya tanda-tanda akan ada tersangka untuk ditahan belum terlihat, kata Eka Dharma Karti (salah satu korban - red) kepada Cyber88. 

Kejadian itu langsung kami laporkan di Polres Kampar sesuai bukti laporan nomor LP/B/157/V/2025/SPKT/Polres Kampar/Polda Riau.

Kami juga sudah berulang kali dimintai keterangan di bagian Reserse Polress Kampar, baik di Unit III hingga Unit I Reskrim Polres Kampar, dan terahir Jumat, 11 Juli 2025.

“Sayangnya, tanda – tanda akan adanya terduga pelaku penganiayaan belum terlihat,” ujar Eka. 

Penyidik di Unit I Reskrim Polres Kampar namun tidak diketahui namanya itu, cenderung menyinggung agar diupayakan perdamaian.

Karena oknum aparat Desa Batu Gajah itu juga melapor ke Polres, kata penyidik tanpa memberitahukan siapa nama pelapor sebagaimana disampaikan Eka. 

Namun kata Eka lagi, pihaknya dan kedua korban lainnya tidak akan menempuh cara damai sebagaimana di singgung-singgung penyidik.

Kami korban hingga berdarah-darah, minta kepada Polisi di Polres Kampar agar professional melakukan penyelidikan terhadap perkara yang kami laporkan. 

“Sikit-sikit Restorative Justice (RJ), ada apa penyidik di Reskrim Polres Kampar ini,” ujar Eka dengan nada tanya.

Pada kesempatan terpisah, Kapolres Kampar AKBP Mihardi Mirwan SH, SIK,MM saat dimintai Cyber tanggapannya terkait sudah sejauh mana penyelidikan terhadap laporan Eka Dharma Karti, Andra Ramadhan dan Wahyu Saputra - korban pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan masyarakat Desa Batu Gajah bersama oknum-oknum  perangkat Desa Batu Gajah  mengatakan, pihaknya berupaya prosedural dan professional dan seimbang dengan hak-hak kemanusiaan, karena kedua belah pihak masing-masing ada Laporan Polisi (LP).

Saat ditanya siapa nama pihak yang melaporkan pegiat lingkungan Yayasan Mandala Foundation, Kapolres meminta agar menghubungi Kasatres Polres Kampar, karena pihaknya tidak dapat menghafal semuanya.

Sementara Kasatres Polres Kampar AKP Gian Wiatma Jonimandala mengatakan, proses penyidikan masih berjalan, namun meminta agar bersabar, karena pihaknya sedang berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Sabar dulu Pak ya, saya masih di lokasi Karhutla. Gelar perkara sudah dilakukan dan kasusnya ditingkatkan ke Penyidikan," ujar Kasat. 

Terkait issu adanya penyidik mengarahkan berdamai, hal itu dibantahnya. "Kasatres AKP Gian Wiatma menegaskan, tidak ada penyidik mengarahkan untuk berdamai, proses terus lanjut ," tegasnya.

Menurut sumber di bagian Reskrim Polres Kampar, seyogianya beberapa terduga pelaku pengeroyokan akan dimintai keterangan hari Jumat, 11 Juli 2025 termasuk oknum Wir. Di dan Sum.

Sayangnya, hingga sore, tak satupun yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dan pengeroyokan termasuk oknum-oknum perangkat Desa Batu Gajah muncul di Polres Kampar. 

“Surat panggilan sudah dilayangkan, namun tidak hadir. Kita akan panggil ulang,” ujar penyidik yang memohon agar namanya jangan dipublikasikan itu.

Sementara ketiga saksi korban antara lain Eka Dharma Karti, Andra Ramadhan dan Wahyu Saputra selalu hadir setiap dipanggil, termasuk saksi-saksi  dari perusahaan PT PSPI yang melihat dari dekat terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan dilakukan oknum-oknum perangkat Desa Batu Gajah bersama warganya.

 

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Penganiayaan Pengeroyokan Pegiat Lingkungan Mandala Foundation Kampar Tapung Batu Gajah Polres Kampar
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sport

    Persambi Riau Ikuti Kejurnas di Sumbar, Yakin Bakal Juara Dibalik Minimnya Sarpras

    Kamis, 10 Jul 2025 | 22:52 WIB
  • Peristiwa

    Pernyataan Kontroversial DPRD Riau Tuai Kritik Balik dari KNPI

    Senin, 07 Jul 2025 | 19:11 WIB
  • TNI-Polri

    Ajak Masyarakat Untuk Tidak Membuka Lahan Dengan Cara Membakar, Babinsa Koramil 0321-06/TM Rutin Lakukan Patroli

    Senin, 07 Jul 2025 | 13:06 WIB
  • Daerah

    Rayap Sebagai Hama: Pemahaman Dasar bagi Pemilik Properti

    Senin, 07 Jul 2025 | 11:42 WIB
  • Sorotan

    Konflik Pegiat Lingkungan vs Oknum Perangkat Desa, Gelar Perkara Tersendat

    Kamis, 03 Jul 2025 | 15:12 WIB

Terpopuler

  • #1

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #2

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #3

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #4

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 - 19:36 WIB
  • #5

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB
  • #6

    HUT TNI ke-81, Polsek Payung Sekaki Sambangi Den Inteldam Bawa Kue: Sinergi Jadi Kunci Jaga Kamtibmas

    Selasa, 06 Okt 2026 - 14:58 WIB
  • #7

    Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

    Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB
  • #8

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB
  • #9

    Dini Hari Polisi Bergerak, Polsek Bukit Raya Bidik Pelaku Curat hingga Curanmor

    Selasa, 29 Sep 2026 - 10:43 WIB

HUKRIM

  • Perangi Narkoba dari Desa, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia Mendadak di Hangtuah

    Perangi Narkoba dari Desa, Polsek Perhentian Raja Gelar Razia Mendadak di Hangtuah

    Selasa, 13 Okt 2026 | 14:51 WIB
  • Police Line Terpasang di MP Club Pekanbaru, Bareskrim dan Polda Riau Sita Ekstasi hingga Uang Rp Jutaan Rupiah

    Police Line Terpasang di MP Club Pekanbaru, Bareskrim dan Polda Riau Sita Ekstasi hingga Uang Rp Jutaan Rupiah

    Selasa, 13 Okt 2026 | 07:53 WIB
  • Sasar Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, Polisi Temukan Sabu 0,17 Gram, Ganja, Bong dan 3 Sajam

    Sasar Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, Polisi Temukan Sabu 0,17 Gram, Ganja, Bong dan 3 Sajam

    Senin, 12 Okt 2026 | 18:20 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Wamenko Sebut Inflasi Indonesia Lebih Dipengaruhi Kenaikan Biaya dan Pasokan

    Wamenko Sebut Inflasi Indonesia Lebih Dipengaruhi Kenaikan Biaya dan Pasokan

    Senin, 12 Okt 2026 | 22:36 WIB
  • Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Mesir di Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

    Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Mesir di Bidang Ekonomi hingga Pertahanan

    Minggu, 11 Okt 2026 | 20:02 WIB
  • Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

    Sunco Lebih Murah di Helat Pelalawan, Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Stok

    Jumat, 09 Okt 2026 | 20:36 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com